
"Sayang.." Panggil Elden tidak kunjung mendapatkan jawaban.
"Ah iya.." Seru Lexa terkejut. Maafkan Lexa, pikirannya tadi mulai berkelana jauh. Hingga akhirnya sebuah ide jahil terlintas di otak mungilnya. "Bagaimana jika kita bermain Truth or Dare suami ku?"
Tanpa berfikir panjang Elden menyetujuinya. Lihat lah, laki-laki Psycopath ini sudah bucin terhadap wanitanya.
"Kita menentukan siapa yang mulai duluan dengan menggunakan gunting batu kertas ya." Seru Lexa.
"Iya sayang." Jawab Elden. Lalu Elden bangun dari posisi tidurnya. Tubuhnya yang berotot terbalut sempurna dengan kaos warna hitamnya. Bahkan Lexa yang melihatnya sudah menelan air ludahnya. Suaminya benar-benar sexy sekali.
Satu..
Dua..
Tiga..
"Gunting, Batu, Kertas!"
Gunting - Elden
Kertas - Lexa
"Kamu yang memang El. Jadi aku pilih Dare!" Seru Lexa semangat.
Elden tersenyum simpul ketika melihat bagaimana semangat istrinya ketika bermain Truth Or Dare. Jika seperti ini maka Elden harus lebih semangat juga. "Tantangannya adalah kamu harus memposting foto ku di Instagram pribadi kamu sayang." Ujar Elden. Pasalnya otak Elden sudah terlalu mentok untuk memberikan tantangan pada istrinya.
Alis Lexa terangkat sebelah kemudian turun dari ranjang untuk mengambil ponsel miliknya yang diletakkan di meja. Setelah mengambil ponsel Lexa segera kembali ke atas ranjang dan duduk berhadapan dengan Elden. Jam masih menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Masih ada banyak waktu untuk melakukan permainan dengan suami tercintanya.
Lexa segera mencari foto yang tepat untuk di upload di Instagram pribadinya. Lalu pilihan Lexa jatuh ke foto Elden ketika tertidur. Foto yang Lexa ambil secara diam-diam setelah melakukan pergumulan panas. "Sudah El!" Seru Lexa menunjukkan layar ponselnya ke arah Elden. Disana ada foto Elden yang sudah di unggah di Instagram pribadi istrinya.
"Oke sayang. Sekarang giliran aku." Ujar Elden. Keduanya saling menatap. Lexa menatap antusias ke arah Elden. Berharap jika Elden memilih sesuatu yang menguntungkan
"Aku pilih Dare." Setelah memikirkan cukup lama. Elden memutuskan untuk memilih Dare.
__ADS_1
Sebuah seringai tersungging di bibir Lexa. Elden tanpa sengaja melihat seringai tipis itu. "Aku tidak salah lihat kan?" Lirihnya dalam hati.
"Buka baju mu El!" Seru Lexa hingga membuat Elden melongo tidak percaya.
"Sayang, kamu tidak salah ucap kan?" Tanya Elden memastikan. Sejak kapan istrinya berani seperti ini?
Lexa menggeleng pelan. Apa ada yang salah dengan tantangan yang ia berikan tadi? "Ngga El. Aku tidak salah ucap. Kan kamu pilih Dare. Jadi itu Dare-nya." Jelas Lexa agar suaminya mengerti.
Dengan pasrah Elden melepas bajunya. Menunjukkan dada bidang yang menjadi tempat favorit istrinya bersandar.
Lexa menahan senyumnya agar tidak terlalu terlihat jika dirinya sedang merasa bahagia. "Sekarang aku pilih Truth El." Ucap Lexa. Pandangannya sesekali melirik ke arah tubuh telanjang Elden.
Elden berfikir. Mencari pertanyaan yang cocok. "Jika kamu mempunyai anak lagi. Kamu ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan sayang?" Tanya Elden penasaran.
"Emhh.." Lexa berfikir. Mencoba untuk mempertimbangkan. "Aku tidak tau El. Aku tidak terlalu mempersoalkan jenis kelamin. Asal satu, anak kita nanti bisa akur dengan Garvin. Entah itu laki-laki ataupun perempuan, setidaknya mereka bisa saling menjaga satu sama lain. Itu sudah cukup untuk ku." Tutur Lexa jujur.
"Kamu memang istri idaman sayang." Ujar Elden. Terselip nada bahagia disana. Lalu Elden mengecup sekilas bibir istrinya.
"Sekarang giliran kamu El." Ucap Lexa.
"Tidak boleh pilih Truth El." Seru Lexa tidak terima. Seharusnya Elden memilih Dare, bukan Truth.
Kening Elden berkerut heran. "Kenapa tidak boleh sayang? Sekarang kan giliran ku. Jadi terserah aku mau memilih truth or dare." Ujar Elden. Kedua tangannya megenggam kedua tangan mungil istrinya.
Namun sayang, Lexa bukanlah tipikal Perempuan yang mau mengalah. "Tidak mau. Tidak boleh pilih Truth." Tekan Lexa.
"Hufft.." Elden membuang nafasnya. Mencoba untuk bersabar. "Mau melakukan permainan lain saja?" Tanya Elden lembut yang langsung ditolak Lexa.
"Ngga mau. Truth or Dare-nya tetap lanjut dan kamu tidak boleh pilih Truth." Seru Lexa.
Elden memejamkan kedua matanya sejenak. Ada rasa penasaran menyelip di hatinya. "Yaudah, aku pilih Dare." Kata Elden pasrah. Ingin tau tantangan apa yang akan diberikan oleh istrinya ini.
"Yey!" Seru Lexa riang. Bibirnya membentuk sebuah lekungan indah hingga membuat Elden terpesona. "Tantangannya adalah aku ingin kamu memuaskan diri kamu sendiri El. Seperti yang kamu lakukan di dalam kamar mandi."
__ADS_1
"A--pa?"
Katakan jika ini cuman mimpi!
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊