PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
34. Amarah Elden (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Elden menyeringai tipis. "Kenapa? Lo takut sama gue?"


Jemari Lexa mengepal kuat di sisi roknya. Kepalanya mendongak dengan menatap tajam kedua bola mata tajam Elden. "Kenapa gue harus takut sama lo? Lo bukan presiden. Lo bukan aparat hukum. Dan lo bukan Tuhan yang harus gue takuti."


Deg


Tangan Elden langsung mengepal kuat. Rahangnya mengeras dengan kilatan amarah langsung terpancar dari kedua bola matanya. Baru kali ini ada yang berani menantangnya seperti ini.


Dengan kuat Elden langsung mononjok dinding di sebelah kepala Lexa. Membuat Lexa langsung terkejut di buatnya. Sungguh, jika tadi kepala Lexa bergerak, mungkin tadi kepalanya yang terkena sasaran pukulan itu.


"Coba lo bilang lagi sama gue." Ujar Elden dengan suaranya yang dingin. Bahkan sekarang Lexa dapat merasakan hembusan nafas dari hidung Elden yang menerpa wajahnya.


Entah kenapa keberaniannya seakan hilang begitu. Nyalinya langsung menciut melihat wajah Elden yang seperti sekarang. Terlihat seperti iblis yang sangat menyeramkan.


"CEPAT KATAKAN!" Bentak Elden dengan suara yang menggelegar. Tanpa memperdulikan buku-buku tangannya yang mengeluarkan darah akibat menonjok dinding.


Tubuh Lexa menegang setelah mendengar bentakan keras itu. Membuat tubuhnya langsung berjengkit, kaget karena benrakan keras yang keluar dari bibir Elden. Jujur, baru kali ini Lexa dibentak seperti ini.


Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca. Sungguh, bentakan Elden tadi sangat menakutkan. Elden seperti menjadi sosok lain. Namun, Lexa berusaha mengumpulkan keberaniannya. Jemarinya mengepal kuat berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


Lantas, Lexa langsung membalas tatapan tajam Elden dengan menatap Elden penuh kebencian. "Gue ngga takut sama lo!" Bentak Lexa dengan suara yang keras. Kilatan permusuhan terpancar dari kedua bola mata mereka.


Sebuah senyuman licik tersungging di bibirnya. "Gue mau tau seberapa beraninya lo sama gue." Ujar Elden dengan menatap remeh gadis di depannya. "Dan gue mau tau seberapa lama keberanian lo bertahan buat ngehadepin gue." Ucap Elden dengan tersenyum tipis. Jiwanya seakan tertarik untuk memberi pelajaran pada gadis yang berani menantangnya. Elden ingin menunjukkan jika dirinya bukanlah seseorang yang patut di remehkan.


Setelah itu, dengan kasar Elden langsung manarik pergelangan tangan mungil itu dengan kasar. Dengan seringainya yang licik Elden langsung mendorong tubuh mungil Lexa ke lantai yang dingin.


Lexa yang belum siap dengan gerakan Elden yang cepat tak terbaca, maka membuat tubuh Lexa langsung terjatuh di atas lantai gudang yang dingin dan kotor.


"Auu.." Ringisnya pelan. Bahkan sekarang tangannya terlihat lecet karena tanpa sengaja terkena batu kecil-kecil yang tajam. Darahnya dengan sedikit demi sedikit mulai menetes melalui luka yang terbuka akibat batu-batu kecil yang mengenai telapak tangannya. "Apa yang kau lakukan? Apa kau GILA hah?!" Bentak Lexa dengan menatap penuh amarah wajah Elden yang tengah menatapnya datar. Rasa sakit dan perih langsung menyerang pergelangan tangannya. Lexa yakin, pasti jika Lexa mandi nanti akan terasa sangat menyakitkan.

__ADS_1


"Gila? Aku?" Ujarnya dengan menunjuk dirinya sendiri. "Iya. Aku gila. Aku gila karna mu Lexa." Kata Elden dengan menyeringai. Ditatapnya tubuh mungil itu dengan pandangan lapar. Mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut Lexa tidak luput dari penglihatannya.


Sedangkan Lexa langsung berusaha berdiri. Namun, pergelangan kakinya langsung berdenyut sakit. "Auu!" Rintihnya pelan. Sepertinya kaki kanannya terkilir. Kenapa dewi fortuna tidak berpihak padanya?!


"Sakit sayang?" Ujar Elden dengan menatap datar wajah Lexa tanpa berniat membantunya. Entah kenapa, melihat Lexa yang tersiksa seperti sekarang, menjadi hiburan tersendiri bagi Elden.


Lexa hanya diam mengabaikannya. Dengan memegang sebuah meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, Lexa berusaha menahan rasa sakitnya. Rasa sakitnya terasa dua kali lipat setiap kali Lexa tanpa sengaja menggerakan kaki kanannya yang terkilir.


Eldan tersenyum tipis melihat kondisi Lexa yang sekarang. Dengan langkahnya yang tegas Elden berjalan melangkah mendekati Lexa yang terlihat kesakitan.


Tap


Tap


Tap


Kepala Lexa langsung mendongak dan menatap fokus wajah Elden. Rasa was-was langsung melingkupi dirinya sendiri ketika melihat Elden yang mulai berjalan mendekatinya.


Elden begitu menikmati ekspresi ketakutan yang terpancar dari wajah Lexa.


Langkahnya langsung terheti tepat di hadapan Lexa. Tubuhnya yang menjulang tinggi terlihat begitu mendominasi di tubuh Lexa yang mungil.


Elden tersenyum licik. Setelah itu, dengan kasar Elden langsung manarik pergelangan tangan mungil Lexa. Membuat tubuh mungil itu langsung bertabrakan dengan dadanya yang bidang.


"Kau tau Lexa, rasanya aku ingin membunuhmu sekarang juga." Bisik Elden dengan suaranya yang serak dan basah. Membuat bulu kuduk Lexa meremang begitu saja. "Aku ingin membunuhmu dan menjadikan mayatmu koleksi di museum koleksi milikku." Ujar Elden dengan sebuah seringai yang tersungging di bibirnya.


Tubuh Elden semakin mendekat ke tubuh Lexa. Hingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka.


Setelah itu, Elden langsung merengkuh pinggang mungil itu dengan satu tangannya.


"Lepasin brengsek! Menjauh dariku!" Umpat Lexa dengan kasar dan memberontak.


"Lepas? Menjauh? Tidak semudah itu sayang." Bisik Elden ke telinga Lexa. Lalu, ditiupnya pelan telinga Lexa. Membuat Lexa langsung merasa geli seketika.


Dengan kasar Lexa pangsung menjambak kuat rambut Elden.


"Shitt!!" Umpat Elden ketika merasakan tarikan kuat di rambutnya.


"Menjauh dariku Elden!" Bentak Lexa dengan menjerit.


Cup


Tanpa dikomando Elden langsung mencium lembut bibir cerry Lexa.

__ADS_1


Kedua bola mata Lexa membola saking terkejutnya.


Didorongnya dada bidang Elden dengan sekuat tenaga. Namun, dengan cekatan Elden langsung menahan kedua tangan Lexa di sisi kepala Lexa.


Dilepasnya tautan bibirnya dengan bibir Lexa.


Nafas Lexa terengah-engah.


"Nikmat." Ujar Elden dengan menatap fokus bibir yang sedkit terbuka itu.


Pandangannya langsung teralih ke telapak tangan Lexa. Ada darah yang mulai mengering di sana. Dengan santainya Elden langsung menjilat dan menyesap halus darah Lexa. "Lezat. Aku suka darahmu." Ujarnya dengan seringai tipisnya. Membuat tubuh Lexa menegang seketika.


***


Ini Elden



Ini Lexa



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2