
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Perkenalkan Ayah, dia Bram. Bram Alexander. Sahabat sekaligus kekasih Lexa. Dia adalah laki-laki yang baik." Jelas Lexa memperkenalkan Bram.
Bram tersenyum. "Saya Bram Om. Sahabat sekaligus kekasih Lexa." Ucap Bram memperkenalkan dirinya.
Ke dua tangan Elden mengepal kuat setelah mendengar percakapan antara Lexa, Bram dan Justin melalui earphone yang terpasang di salah satu telinga nya.
"Sialan!" Umpat Elden dengan memperkuat cengkraman ke dua tangan nya di setir mobil.
Bagaimana bisa Elden mendengar percakapan antara Bram, Lexa dan Justin? Padahal Elden sendiri belum sampai di rumah sakit.
Ya, dengan menggunakan kecerdikan dan kecerdasan yang ia miliki, Elden secara diam-diam memasang alat penyadap suara dan kamera tersembunyi saat masuk ke ruang inap Lexa. Untungnya tidak ada orang yang mencurigai nya. Elden melakukan itu bukan semata-semata ingin memuaskan hasratnya. Akan tetapi Elden melakukan nya karena ingin menjaga perempuan yang ia cinta. Meskipun tidak bisa menjaganya dari dekat, setidaknya Elden bisa menjaga nya dari kejauhan. Elden benar-benar tulus mencintai Lexa.
"Kenapa gue harus kalah jauh!" Umpatnya dengan memukul setir mobil.
"Shitt! Damn It!" Umpatnya lalu menambah kecepatan mobil sport nya.
Jam telah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Elden memutuskan untuk berputar dan berbalik arah. Elden tidak jadi untuk pergi ke rumah sakit. Elden merasa, tanpa kehadiran nya pun Lexa bisa merasa bahagia.
"Kenapa aku harus mencintai orang yang tidak mencintai ku?" Lirihnya pelan. "Apakah ini namanya patah hati?" Gumamnya pelan. "Apakah ini yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
Rafael yang mengikuti Elden dari belakang langsung terkejut ketika mobil Elden tiba-tiba berbalik arah. Bahkan Rafael sampai menghentikan mobilnya secara mendadak akibat ulah Elden.
"Ada apa dengan dirinya?" Monolog nya sambil menatap spion mobil nya. Melihat mobil Elden yang melaju pergi.
"Hufft.." Rafael menghela nafas nya. "Padahal dia yang bersemangat untuk pergi. Tapi sekarang malah pergi begitu saja."
Lalu Rafael menyalakan kembali mesin mobilnya. "Lebih baik aku pergi mengurus hal yang lain." Ujarnya dan Rafael melanjutkan perjalanan nya. Rafael akan pergi untuk mengecek sesuatu hal yang penting.
__ADS_1
Sementara Elden kini telah kembali ke apartment pribadinya.
Suara gelak tawa masih terdengar jelas di telinga nya. Mulai dari obrolan, tawa, candaan hingga yang lainnya Elden masih bisa mendengar nya karena earphone yang ia gunakan masih terpasang di telinganya.
Dengan emosi yang melingkupi nya Elden langsung membanting sebuah lampu hiasan yang terletak di atas meja.
Prang..
Bunyi benda jatuh terdengar sangat nyaring. Serpihan kaca dari lampu hias yang ia banting berserakan di atas lantai.
Nafasnya berderu tidak beraturan. Tatapannya semakin menajam. Aura hitam mulai menguar dari tubuh tegapnya. Rasa ingin membunuh Bram semakin dalam. Namun, kewarasan nya masih ada. Kegilaan nya juga masih berusaha ia kontrol.
Tubuhnya dengan perlahan-lahan mulai jatuh ke lantai yang dingin. Pikirannya kacau. Hatinya terasa remuk. Perasaan nya kecewa karena harapan yang ia harapkan tidak sesuai dengan ekspektasinya sendiri.
"Apakah aku yang terlalu banyak berharap?" Ujarnya dengan ke dua tangan yang bertumpu di atas lantai.
Hadiah yang telah ia siapkan untuk Lexa ia keluarkan dari dalam saku jaketnya. Sebuah hadiah yang terbungkus rapi berwarna hitam dengan pita berwarna silver. Dengan kasar Elden langsung melemparnya.
Entahlah. Elden juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Kenapa bisa Elden mencintai seorang perempuan yang jelas tidak mencintai nya sama sekali. Bahkan perempuan itu tidak melihat keberadaan nya sama sekali.
Lalu ke dua bola matanya menatap pecahan kaca dari lampu hiasan. Kilatan tajam dengan sebuah seringai tipis yang tersungging di bibir tipisnya membuat Elden terlihat menyeramkan dua kali lipat.
Elden Crishtian benar-benar sosok yang sangat menyeramkan.
***
Pagi telah menjelang. Party yang diadakan semalam telah usai.
"Hoam." Lexa menguap. Ke dua bola mata cantiknya dengan perlahan mulai terbuka. Sinar mentari masuk ke dalam yg tirai jendela yang telah terbuka.
"Good morning." Ucap Lexa sambil mengusap pelan ke dua bola matanya dengan menggunakan punggung tangannya.
"Morning." Jawab Bram yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Lexa langsung menatap ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Lexa melihat keadaan Bram yang begitu membuatnya speechless.
"Ihh Bram!" Jerit Lexa menutup ke dua bola matanya dengan menggunakan punggung tangan nya.
Salah satu alis Bram terangkat. Seolah berkata "Ada apa? Apa ada yang salah?"
"Bram pakai baju ihh!" Jerit Lexa. Ingin mengintip sedikit tapi takut. Takut tergoda maksudnya.
__ADS_1
Bram tersenyum. Untungnya hanya berdua. Dengan santainya Bram menggunakan baju warna hitam miliknya di depan kekasihnya. Selama perutnya tidak buncit Bram tidak akan malu menunjukkan badannya. Itulah prinsip Bram sebagai lelaki.
Setelah memakai pakaian nya, Lexa baru menyadari jika Lexa tidak mendapati keberadaan Mama nya. "Bram, Mama pergi kemana?" Tanya Lexa dengan menatap wajah kekasihnya.
Bram menggeleng pelan. "Aku juga tidak tau. Tadi waktu aku bangun tidur, Mama sama Om Justin sudah tidak ada." Jawab Bram dengan berjalan ke arah jendela. Lalu ia buka.
Sampah-sampah bekas semalam juga telah tidak ada. Bahkan ruangan yang awalnya berantakan kini telah rapi dan bersih. "Pasti Mama yang bersihin." Gumam Lexa di dalam hatinya.
"Apa kamu mau sarapan?" Tanya Bram dengan membalikan badannya untuk menghadap ke arah Lexa.
Lexa mengangguk. Lexa juga sudah merasa lapar sekarang. "Mau."
"Yasudah, kamu tunggu disini dulu. Aku mau cari makanan pagi dulu."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1