
Selama seharian kemarin Rafael menyibukkan diri dengan merenung. Merenungi tentang apa saja yang telah ia perbuat. Dan hasilnya sekarang Rafael memilih untuk bangkit dan memulai semua dari awal. Rafael berfikir jika tidak selamanya Rafael akan terpuruk karena perpisahannya dengan wanita yang ia cinta. Roda kehidupan pasti berjalan dan setiap manusia memiliki problematika hidup masing-masing. Akan ada kalanya kita di atas. Dan akan ada kalanya kita berada di bawah.
Mulai hari ini Rafael sudah memulai aktivitas baru. "Hah.." Rafael membetulkan letak kacamata yang ia pakai. Hari baru, semangat baru dan halaman baru. Itulah yang Rafael terapkan sekarang. "Bagaimana, apakah semuanya berjalan lancar?" Tanya Rafael ke salah satu anak buahnya. Sesuai dengan kesepakatan bersama, Rafael bertugas mengawasi Laura, mencari seluk beluk Laura dan menjadi mata-mata di Geng Mafia itu. Sedangkan Elden, bertugas dalam mengurus anggota Geng serta beberapa urusan lainnya.
"Sudah Tuan. Kami berhasil memasang sebuah alat perekam suara di kalung yang ia pakai. Kami juga berhasil memasang Cctv di tempat tinggalnya." Lapornya.
"Kerja bagus." Ujar Rafael dengan tersenyum puas. Setelah itu Rafael melangkah masuk ke dalam ruangan. Disana terdapat beberapa dokumen penting dan monitor yang menampilkan beberapa kegiatan orang yang mereka awasi. Salah satunya adalah Laura.
Terlihat kini Laura tengah berada di kantor. Dia sedang duduk sambil mengerjakan beberapa berkas perusahaan. Terlihat normal dan tidak mencurigakan. Namun sayangnya, Rafael tidak akan tertipu dengan sampul Laura. "Apa wanita itu melakukan sesuatu hal yang mencurigakan?" Tanya Rafael. Pandangannya tetap tertuju ke arah Laura yang sedang pergi ke kamar mandi. .
"Tidak tuan. Wanita itu tidak melakukan hal yang mencurigakan. Bahkan isi ponsel yang telah kami sadap mulai dari sosial media hingga e-mail pribadinya tidak menunjukkan sesuatu yang bisa kami curigai."
"Tetap awasi dia. Jangan sampai lengah. Aku tidak ingin kalian sampai melewatkan satu detik saja dari apa yang ia lakukan."
"Baik Tuan." Jawab mereka serempak.
__ADS_1
Sementara itu, disebuah ruangan terlihat seorang wanita tengah meringkuk di atas ranjang. Salah satu tangannya megenggam ponsel yang terus menyala. Tatapannya terlihat kosong. "Hiks. Rafael." Isak-nya lirih.
Ya, wanita itu adalah Nanik. Hampir dua hari ini Nanik tidak memakan apapun. "Raf, kamu dimana? Kenapa kamu tidak mengangkat telfon ku Raf?" Lirihnya pelan. Sudah hampir 500 kali Nanik menelfon Rafael terus menerus. Namun sayangnya, tidak ada balasan sama sekali. Padahal biasanya, jika Nanik menelfon Rafael lalu Rafael tidak mengangkat telfonnya, tidak lama kemudian Rafael pasti akan menghubunginya. "Hiks!" Tangisnya pecah. Nanik merindukan kekasihnya itu. Nanik menyesal dengan apa yang ia ucapkan. "Aku mohon kembalilah Raf. Aku sendirian disini." Isak-nya.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@lexacrishtian
@garvincrishtian
__ADS_1
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊