PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
25. Mati? 21+ (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya πŸ˜‰ Author paling demen nih sama yang cantik begini πŸ’š Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hai, aku menyapa kalian semua lagi :-) Lelah ya? Sama aku juga lelah. Aku juga sedang merasakan itu. Aku sedang lelah. Lelah banget malah :-) Tapi tidak apa. Aku nitip keluh kesah aku disini. Nanti aku akan membacanya lagi.. Aku akan menangis terharu karena aku berhasil melewati ini semua. Aku akan berdiri tegak dengan kesuksesan yang aku raih sendiri.. :-) Nitip dulu ya sebelum tenar ☺️



...Happy Reading πŸ₯³...


"Satu."


"Dua."


"Tiga."


Pintu jendela mobil terbuka. Kecepatan mobil Lexa lambatkan.


Setengah bagian tubuh Elden keluar dari mobil. Dengan cepat Elden menembak tepat ke arah musuh-musuhnya.


Dor..


Dor..


Dor..


"Percepat sayang!"


Mendengar suara tegas dari Elden, membuat Lexa langsung mempercepat kecepatan mobil hingga maksimal. Entah keajaiban darimana, Lexa yang awalnya tidak bisa menyetir mobil tiba-tiba bisa menyetir mobil.


Dua orang di belakangnya berhasil Elden lumpuhkan. Elden kembali masuk ke dalam mobil. "Kerja bagus sayang." Puji Elden sambil tersenyum lega. Nafasnya sedikit memburu. Pandangannya menatap ke arah wajah kekasihnya yang sedikit berkeringat.


"Iya El. Kamu juga he-- Aaaaaaaaa!" Pekik Lexa nyaring.


Sebuah suara ledakan cukup keras membuat mobil yang Elden dan Lexa tumpangi langsung tidak stabil.


Kejadiannya begitu cepat. Elden tidak bisa bertindak untuk mencegah. Tabrakan kuat dengan sebuah mobil truk muatan beberapa ton tidak bisa ia hindari.


Brakkk..


Kepala Lexa terbentur setir kemudi. Darah mulai keluar dari luka di dahinya. Benturan kuat yang ia alami membuat Lexa jatuh pingsan, tidak sadarkan diri. Sementara Elden, kepalanya bersandar di kursi mobil. Elden masih tersadar dengan beberapa luka di wajah dan kepalanya. "Lex--a.." Lirihnya pelan. Kedua bola matanya menatap wajah pucat kekasihnya. Tubuhnya tidak bisa Elden gerakkan. Bahkan hanya untuk menggerakkan tangannya saja terasa sulit.


"Cepat kalian bawa perempuan itu dan bawa ke Bos!" Titah seseorang memakai baju serba hitam dengan masker yang menutupi wajahnya.


"Baik tuan."


Orang-orang dengan memakai baju berwarna hitam mulai keluar dari mobil truk yang ia tabrak.


Kedua bola mata Elden membulat sempurna. "Say--ang bangun." Lirih Elden. Dengan tenaga yang tersisa Elden berusaha memaksakan tubuhnya untuk mendekat ke arah Lexa. "Sayang, ki--ta harus keluar dari sini." Ujar Elden terputus-putus. Kedua tangannya yang berdarah memegang wajah pucat kekasihnya. Di tepuknya beberapa kali wajah pucat Lexa dengan kedua tangannya. Namun nihil, kekasihnya tidak kunjung sadar hingga suara pintu di dobrak paksa membuat Elden langsung memeluk tubuh Lexa.

__ADS_1


"Hahaha, lihat dia. Dia terlihat sekarat." Ujar salah satu di antara mereka.


Tubuh mereka berotot dan menjulang tinggi. Tatto menyeramkan terukir indah di tubuh mereka dengan sebuah tatto mahkota yang ada di lengan mereka.


"Hei, kau. Cepat bawa perempuan itu dan kau ambil bensin lalu kita ledakkan mobil ini." Titahnya tegas yang langsung di patuhi anak buahnya.


"Siap tuan."


Kemudian mereka langsung bergerak melakukan tugasnya. Salah satu dari mereka menarik paksa tubuh Lexa yang dipeluk erat oleh Elden.


Elden menatap tajam ke arah lawannya. "Jangan macam-macam. Jika kau berani menyentuhnya maka tangan mu akan ku potong." Ancam Elden. Pelukan semakin mengerat di tubuh kekasihnya.


"Bahkan dalam keadaan sekarat pun kau bisa mengancam musuh mu yang jelas-jelas lebih kuat dari mu." Ditarik nya tubuh Lexa keluar dari dalam mobil.


Elden menggeleng kuat ketika tubuh kekasihnya di ambil paksa. Sementara tubuhnya di tarik paksa agar diam di tempat duduknya. Ya, tubuhnya di pegang oleh musuhnya. Hal itulah membuat Elden tidak bisa bergerak leluasa. "Lepaskan brengsek!" Jerit Elden. Elden memberontak kuat. Buliran kristal jatuh membasahi wajahnya ketika melihat tubuh kekasihnya di bawa oleh musuhnya. "Sialan! Anjing kalian!" Umpat Elden.


"Bawa dia masuk ke dalam mobil kita. Jangan kau apa-apakan dia atau bos akan menembak kepala kita." Ujarnya yang merupakan seorang ketua dari teman-temannya.


"Baik." Jawab seseorang yang membawa tubuh Lexa. Setelah itu ia berjalan menuju mobil hitam besar. Dibukanya pintu mobil itu secara otomatis.


"Apa kau ingat dengan ku." Ujar orang itu sambil melepas masker yang menutupi wajahnya.


Kening Elden mengerut. Elden tidak kenal sama sekali.


Orang itu tersenyum remeh. Tatapan angkuh dapat Elden lihat. "Aku anak dari kepala sekolah yang kau bunuh waktu itu." Ujarnya membuat Elden terkejut.


Elden tersenyum tipis setelah mendengar perkataan itu. Ternyata dirinya lama telah di incar. Kemudian kepalanya mendongak, menatap ke arah musuhnya. "Aku tidak pernah menyangka jika bisa bertemu dengan mu." Ujar Elden.


Elden tertawa pelan. "Hahaha.. ternyata kau sama saja dengan tua bangka itu. Aku kira anaknya akan lebih baik daripada orang tuanya. Ternyata aku salah. Kalian sama saja. Tidak adq bedanya. Sama-sama bodoh, mau di manfaatkan oleh orang lain untuk membalas dendam. Jika kau berani memang datang untuk membalas dendam ayah mu, harusnya kau lakukan dengan kedua tangan mu sendiri. Bukan dengan bantuan orang lain." Desis Elden. Kedua bola matanya menatap kedua bola mata musuhnya. Tidak ada ketakutan sama sekali.


Kedua tangannya mengepal kuat. Emosinya sukses terpancing oleh perkataan Elden. "Diam kau brengsek!"


Bug..


Dipukulnya rahang Elden dengan kuat. Membuat wajah Elden terpelanting ke samping dengan darah yang keluar dari dalam mulutnya.


"Semuanya sudah selesai. Kita tinggal meledakkan mobil ini." Lapor seorang temannya bagian menyiram mobil dengan menggunakan bensin.


"Selamat datang di neraka mu Elden Crishtian." Ujarnya sambil menekan setiap perkataannya. Kemudian ia melangkah menjauh dari mobil.


"Cepat kalian ledakkan sekarang juga!" Titahnya tegas.


Lalu mereka langsung melamparkan korek api ke bensin yang telah mereka siram mengelilingi mobil Elden.


Percikan api besar menyala, mengelilingi mobil Elden.


Namun baru saja mereka akan melemparkan sebuah bahan peledak, terdengar suara sirine mobil polisi yang membuat mereka langsung lari berhamburan dan kembali ke dalam mobilnya masing-masing. "Sialan. Cepat kalian pergi dari sini!"

__ADS_1


Mereka langsung pergi dari lokasi. Dengan tenaga yang tersisa Elden melepaskan sabuk pengaman. "Tunggu aku sayang. Aku akan datang menyelamatkan kamu sayang." Ujar Elden dalam hati.


"Mereka kabur!" Ujar salah satu orang yang baru datang. Mereka adalah anggota Geng Mafia Crowned Eagle.


"Itukan Tuan Elden!" Jerit salah satu dari mereka. Tatapan mereka beralih menatap ke arah mobil Elden yang mulai termakan api.


"Sial, bagaimana cara kita menyelamatkan nya!"'


Dan...


Boom..


Suara ledakan cukup keras dari mobil Elden terdengar.


"Tuan!"


***


- UP setiap hari jam 3 pagi πŸ₯°


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like πŸ‘ dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..πŸ₯Ίβ€οΈ Tolong bantuannya πŸ™


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🀘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2