
Malam telah datang. Bibi telah kembali ke tempat peristirahatan. Sehingga, kini hanya tersisa Lexa dan Garvin di apartment.
Garvin telah tertidur lelap karena seharian bermain. Dengan teduh Lexa menatap wajah putranya yang nyaris mirip dengan laki-laki yang melukainya dulu. Lexa heran, bagaimana bisa wajah Putranya mirip dengan laki-laki itu? Bahkan hanya beberapa bagian saja yang mirip dengan Lexa. Seperti bulu mata dan warna kulit. Sisanya benar-benar mirip dengan laki-laki itu. Terkadang Lexa berfikir tentang bagaimana perasaan Elden setiap kali menatap wajah Garvin. Namun, Elden selalu menunjukkan rasa kasih sayang seorang Ayah terhadap darah dagingnya sendiri.
Drrt..
Ponsel yang terletak tidak jauh dari tempat Lexa bergetar nyaring. Hal itu membuat Lexa sedikit merasa kesal karena takut tidur Putranya terganggu. Kemudian dengan pelan-pelan Lexa bangkit dan mengambil ponselnya. Sedangkan Garvin tetap tertidur di atas tempat tidur.
"Ternyata hanya pemberitahuan tentang masa aktif kartu." Ujar Lexa setelah mengeceknya. Setelah itu Lexa memutuskan untuk membuka galeri, menampilkan tangkapan gambar wajahnya dan juga wajah suaminya.
Jemarinya terhenti. Kedua bola matanya menatap sendu ke sebuah foto suaminya yang sedang tersenyum.
Ini adalah foto tiga tahun lalu ketika Lexa pergi berjalan-jalan bersama suaminya. Senyuman tulus yang tersemat di bibir suaminya terlihat menyejukkan mata. "Aku adalah wanita beruntung yang telah mendapatkan mu El."
Ting..
Pintu Apartment terbuka. Lexa segera turun dari ranjang. Kemudian Lexa menggendong Garvin secara perlahan untuk dipindahkan ke tempat tidur bayi.
Elden dengan senang melangkah masuk ke dalam apartemen. Kedua bola matanya menatap sekitar. Terlihat sepi dan sunyi. Padahal jam masih menunjukkan pukul setengah delapan malam. "Sayang." Teriak Elden memanggil Lexa.
"Iya El." Sahut Lexa yang baru saja keluar dari dalam kamar. Dengan menggunakan baju tidur tanpa lengan, Lexa sedikit berlari untuk memeluk suaminya. "I Miss you El." Lirih Lexa memeluk erat tubuh Elden.
"I Miss you to sayang." Jawab Elden sambil mengusap punggung istrinya. "Bagaimana Garvin hari ini? Apa dia nakal?" Tanya Elden melepas pelukan. Kedua bola matanya menatap wajah istrinya.
Kepala Lexa mendongak dan saling menatap satu sama lain. "Tidak El. Garvin tidak nakal. Hanya saja, Garvin terlalu aktif."
"Oh, benarkah sayang? Bagus jika seperti itu. Aku senang mendengarnya. Dan kurasa Garvin sekarang sudah mulai menunjukkan perkembangan. Garvin sudah bisa memanggil Daddy. Garvin juga sudah bisa berjalan dengan benar." Ujar Elden mengeluarkan pendapat sambil berjalan. Begitupun juga dengan Lexa yang masih setia berjalan disebelah suaminya.
__ADS_1
"Iya El."
Sret..
Ditariknya kursi di meja makan. Elden meletakkan beberapa bingkisan makanan.
"Itu apa El?" Tanya Lexa penasaran.
Dibukanya bingkisan itu yang berisi beberapa makanan pedas dan dua gelas minuman. "Bukankah kamu sedang ingin memakan makanan ala Korea sayang? Aku jadi membelikan khusus buat kamu." Ujar Elden kemudian duduk di kursinya.
Kedua mata Lexa berbinar senang. Tangannya dengan antusias ikut mengambil satu makanan dan satu minuman. Lexa mengambil satu porsi samyang pedas Extra Mozarella dan satu minuman es kopi susu.
Glek..
Lexa menelan air ludahnya. Keraguan dan ketakutan yang menghampiri Lexa tadi langsung hilang begitu saja. Moodnya seketika membaik. "Kamu memang suami terbaik El!"
Elden tertawa renyah mendengar pujian istrinya. Dilonggarkan dasi yang masih ia pakai. Setelah itu Elden beranjak untuk mencuci kedua tangan di wastafel. Meninggalkan Lexa yang sedang asik memakan samyang pedas. Ingin lihat seperti apa?
"Sayang, tadi Karywan di perusahaan terlihat sangat bahagia. Bahkan ada yang sampai menangis. Aku jadi ikut terharu melihat mereka." Ujar Elden lalu kembali duduk di kursinya. Diminumnya es kopi susu yang ia beli. "Aku ingin membelikan sesuatu untuk mereka lagi. Mungkin nanti jika ada acara event perusahaan aku akan memberikan suprise untuk mereka." Tambahnya.
Lexa mengangguk setuju. Mulutnya masih terisi penuh mie dan potongan daging ayang yang ia gigit.
Elden menggeleng pelan. Merasa gemas dengan perlakuan istrinya. Sebuah ide cemerlang tiba-tiba terlintas di otaknya. "Bagaimana jika kita memiliki anak lagi Sayang?"
***
__ADS_1
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊