PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
5. Berita Mengejutkan (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hai, selamat pagi. Bagaimana kabar kalian? Sudahkah merasa lebih baik dari sebelumnya? Semangat ya! Jangan pantang menyerah. Pintu gerbang kesuksesan sedang menunggu mu - Bram Alexander



...Happy Reading 🥳...


Pagi telah menjelang. Matahari telah terbit di ufuk timur.


"Hoam.." Elden menguap lebar. Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Kemudian Elden menyibak selimutnya. Memperlihatkan tubuh tegap, berotot yang terawat dengan sangat baik.


"Good morning sayang." Ujar Elden sambil menoleh ke arah samping. Disana ada Lexa yang masih tidur terlelap menyelami dunia mimpi.


Tidak ingin berlama-lama, lantas Elden segera turun dari tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi. Elden langsung mandi, membersihkan tubuhnya yang sedikit berkeringat karena rasa gerah yang melanda semalaman. Elden pria normal. Setiap kali ia tidur bersama kekasihnya, tidak jarang adik kesayangannya ikut terbangun. Apalagi setiap kali Elden bangun pagi. Adik kesayangannya hampir setiap hari ikut terbangun.


Setibanya di dalam kamar mandi, Elden melepas seluruh pakaiannya. Umpatan pelan meluncur dari bibirnya. "Sialan! Kenapa harus ikut bangun!" Umpatnya ketika pandangannya jatuh ke arah bawah sana. Ada yang tegak tapi bukan tiang. 😌 (Apakah itu? Kalian tidak perlu berpura-pura tidak tau. Authornya saja juga sudah faham)


Dengan perasaan sedikit kesal Elden segera menyalakan shower. Pilihannya jatuh pada air dingin. Elden benar-benar perlu untuk menidurkan adek kecilnya yang selalu setia menemani nya setiap hari. "Sabar. Nanti akan ada yang menidurkan kamu." Seperti orang gila, Elden berbicara sendiri di dalam kamar mandi. Air dingin telah jatuh membasahi tubuh tegapnya. Sementara salah satu tangan Elden telah bekerja sesuai tugasnya.


Lexa, melengguh pelan ketika cahaya terik matahari masuk melalui celah-celah jendela. "Good morning." Lirih Lexa. Sudah menjadi kebiasaan Lexa untuk mengucapkan selama pagi untuk Elden. Namun, saat kepalanya menoleh ke samping, Lexa tidak menemukan keberadaan Elden di sampingnya. Kening Lexa berkerut heran. "Elden kemana?" Monolog Lexa.


Tidak lama kemudian, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Hal tersebut menjadi jawaban dari pertanyaan Lexa. "Masih jam setengah 7 pagi." Ucap Lexa sambil melihat jam dinding.


Untungnya hari ini Lexa tidak ada mata kuliah. Jadi Lexa bisa sedikit bermalas-malasan sambil tiduran. Di ambilnya ponsel genggam milik Elden yang tergeletak di atas nakas. Sandi ponsel Elden telah ia hafal. Bagaimana Lexa tidak hafal? Sandi ponsel Elden saja tanggal jadian mereka. Sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang, Lexa iseng mulai masuk ke dalam semua akun sosial media milik Elden. Rasa penasaran tiba-tiba muncul di benaknya untuk mengetahui apa saja yang ada di dalam akun sosial media milik Elden terutama pesan. Saking fokusnya Lexa, Lexa sampai tidak menyadari kehadiran Elden yang baru saja selesai mandi.


"Nanti untuk sarapan pagi, kamu bisa pesan makanan melalui aplikasi. Masalah pembayaran biar nanti aku selesaikan." Ujar Elden sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


Sontak saja tubuh Lexa terlonjak kaget mendengar suara bariton Elden. "Iya. Kamu mau pergi ke kampus?" Tanya Lexa sedikit gugup. Ponsel Elden yang tadi ia genggam, ia letakkan di atas tempat tidur.

__ADS_1


Elden mengangguk. "Iya. Hari ini aku ada kampus pagi. Tiba-tiba dosennya meminta untuk masuk lebih cepat. Jadi, siangnya aku akan pulang." Jawab Elden menjelaskan secara rinci.


Lexa mengangguk. Otaknya terasa nge-blank begitu saja. Padahal selama ini Lexa hafal dengan jadwal kuliah Elden. "Oh."' Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Lexa.


Tanpa ada rasa curiga, Elden berjalan menuju almarinya. Dibukanya pintu almari itu. Lalu Elden mengambil baju berwarna hitam dengan simbol huruf C besar yang indah. Huruf C merupakan kepanjangan dari Crishtian. Elden akan membentuk sebuah keluarga Besar Crishtian nanti. Sekarang hanya tinggal menunggu lulus kuliah. Setelah itu Elden akan menikahi Lexa. Elden benar-benar serius menjalani hubungannya dengan Lexa. Terdengar sangat mudah bukan? Namun faktanya tidak semudah itu.


Setelah memakai baju warna hitam dengan celana jeans berwarna biru keputih-putihan, penampilan Elden terlihat sempurna. Ketampanannya naik berkali-kali lipat. "Aku pergi ke kampus dulu. Sampai jumpa nanti siang sayang." Pamit Elden ke Lexa. Seperti biasa morning kiss tidak pernah terlewatkan begitu saja.


Lexa yang sudah terbiasa dengan hal itu lantas tersenyum. "Hati-hati El. Ingat, langsung pulang."'


"Iya sayang."


Elden melangkah keluar apartment. Headset yang terhubung dengan ponselnya ia gunakan.


"Ada apa Raf?" Ujar Elden. Sebuah panggilan terhubung.


"Aku sudah mendengarnya. Bukankah nama dia sudah tidak asing di dunia kita." Kata Elden. Sesampainya di depan pintu mobil sport miliknya, Elden segera membukanya dan masuk ke dalam mobil.


"Aku mendapatkan informasi tentang dirinya El. Meskipun sedikit, tapi ini informasi yang sangat berharga."


Pembicaraan serius tengah berlangsung. Elden mulai memfokuskan pendengarannya dengan Rafael. Dinyalakannya mesin mobilnya. Dirasa mesin mobil sportnya sudah panas, Elden mulai menjalankan meninggal kan parkiran mobil. "Informasi apa Raf?" Tidak bisa di pungkiri. Elden juga penasaran dengan sosok Ruddin yang selama ini dicari-cari dan ditakuti.


"Sosok yang dikenal Ruddin itu masih berusia 21 tahun El. Dia seusia dengan kita. Dan menurut informasi yang aku dapat, dia tinggal di satu kota yang sama dengan kita. Aku mulai menebak-nebak siapa sosok Ruddin itu. Dan tebakan aku jatuh pada Bram Alexander. Mantan anggota Geng Mafia kita."


"Bukankah dia sudah pindah keluar negeri Raf?! Bagaimana bisa dia terjun ke dalam dunia seperti itu. Dia tidak sekuat kita Raf." Bantah Elden tidak terima. Walaupun Elden juga merasa takut. "Cari informasi lebih detail lagi tentang nya. Jangan sampai kau mendapatkan Informasi hoax Raf." Putus Elden memerintah Rafael. Jemarinya merekat setir kemudi. Tatapannya berubah tajam. Kebencian tersirat jelas dari kedua bola matanya. Sedangkan sambungan telfon telah ia putuskan begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Rafael. "Jika kau datang untuk mengusik dunia ku, maka ku pastikan kau akan mati di tangan ku Bram." Desisnya.


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰

__ADS_1


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2