
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya π Author paling demen nih sama yang tampan begini π Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa π...
Selamat pagi semua. Bagaimana kabar kalian hari ini? Apakah kalian baik-baik saja? Aku harap kalian baik-baik saja ya :-) Tetap semangat buat hari ini! - Elden Crishtian
...Happy Reading π₯³...
Sementara itu di sebuah ruang VVIP terlihat sangat menegangkan. Berbagai macam alat medis terpasang di tubuh seorang laki-laki yang tidak sadarkan diri. Kondisinya telah kritis dari beberapa jam yang lalu. Tanda-tanda kehidupan masih belum terlihat. Namun sekarang perawat dan dokter harus di kejutkan dengan kondisi pasien yang semakin melemah.
"Dokter, detak jantung pasien mulai melemah. Apa yang harus kita lakukan dok?"
"Cepat ambilkan alat AED (Automated External Defibrillator) segera! " Ujar sang dokter memberikan titah ke suster yang berada di dalam satu ruangan.
"Baik." Dengan sigap salah satu suster langsung mengambil alat AED (Automated External Defibrillator) yang terletak tidak jauh dari tempatnya. "Ini Dok." Ujarnya sambil menyerahkan alat itu.
Dokter yang bernama Alvarez itu berbalik dan segera menerima alat AED yang berfungsi untuk menolong orang yang mengalami hentiΒ jantung. "Nyalakan sekarang alatnya." Titahnya tegas. Buliran keringat mulai turun membasahi keningnya. Hampir dua jam lamanya ia menghabiskan waktu di ruang VVIP ini.
"Nyalakan kekuatan 5%." Ujarnya tegas.
"Baik."
Alat AED atau disebut sebagai kejut jantung langsung di nyalakan sesuai dengan perintah dokter Alvarez.
Deg...
Tubuh lemah itu tersentak menerima sebuah kejutan dari alat itu. Kedua bola matanya senantiasa masih terpejam.
"Elden, janji ya jangan tinggalin aku?"
Mendengar nada suara lembut itu membuat kepala Elden menoleh. "Iya sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." Jawab Elden. Salah satu tangannya mengusap lembut rambut milik kekasihnya.
Lexa tersenyum mendengar jawaban itu. "Janji?" Jemarinya terangkat. Memberikan sebuah kode untuk mengikat sebuah janji.
Elden mengangguk. Jemarinya terangkat dan langsung menautkan jari kelingking miliknya dengan jari kelingking Lexa. "Saya berjanji sebagai Elden Crishtian, bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan gadis ku yang bernama Lexa Ardola. Apapun yang terjadi, saya tidak akan pernah meninggalkan gadis ku."
Sebuah senyuman tersungging di bibir Lexa. Lexa terharu mendengarnya. Hatinya menghangat mendengar janji yang di ucapkan oleh kekasihnya. "I love you El."
"I love you too sayang. "
Keduanya saling menatap satu sama lain. Kebahagiaan menyelimuti mereka berdua. Tidak ada kesedihan yang mereka rasa. Hanya ada rasa bahagia dan saling memiliki.
"Dokter, kondisinya semakin tidak stabil." Suster bagian alat denyut nadi melaporkan.
"Naikkan hingga 15% sekarang!"
__ADS_1
Suasana di dalam ruangan itu terasa sangat menegangkan.
"Janji akan selalu bersama?"
"Iya sayang, aku janji. Kemanapun kamu pergi aku akan ikut dengan mu." Bisik Elden seduktif.
"Elden!" Jerit Lexa dengan wajah tersipu malu. Bisikan yang dilakukan oleh Elden tadi membuat Lexa merinding.
"Iya sayang?" Tanpa ada rasa bersalah Elden mendekatkan wajahnya ke arah wajah kekasihnya yang tengah memerah malu.
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya yang mulus. Sehingga tamparan kuat itu meninggalkan sebuah jejak merah. "DIAM LEXA!" Bentak Bram dengan kasar.
"Hiks! Please Help me." Lirihnya pelan. Jantungnya berdebar tidak beraturan. Rasa takut menyelimutinya. "Jangan seperti ini Bram. Aku mohon." Lirih Lexa memohon. Wajahnya memerah, sembab karena kebanyakan menangis.
"Lakukan apa sayang?" Bram bertanya Kedua bola matanya menatap kedua bola mata sembab milik Lexa.
"Jangan seperti ini." Jemari Lexa bergetar memegang rahang tegas milik Bram. "Aku mohon." Pinta Lexa memohon.
Seakan tuli Bram langsung mencengkram pergelangan tangan Lexa ke atas.
Lexa semakin histeris. "Elden, please help me!" Jerit Lexa pilu. Siapapun yang mendengar jeritan itu pasti akan merasa iba. Akan tetapi tidak bagi Bram. Jeritan yang Lexa lakukan tadi semakin sukses memancing amarahnya.
"JANGAN SEBUT NAMA PRIA LAIN LEXA!" Bentak Bram dengan suara yang menggelegar keras. "KAMU MILIK KU! INGAT ITU BAIK-BAIK!" Bram telah di kuasai oleh emosinya sendiri. Kedua bola matanya menatap tajam ke arah Lexa.
"DAM'N IT!" Dengan kasar Bram langsung merobek paksa pakaian yang Lexa gunakan.
"Argghhh!! Bram!" Jerit Lexa. Tangisnya semakin pecah.
"Persetan dengan mu Lexa! Kau adalah milik ku!" Ujar Bram menekan setiap perkataannya. "Apa kau lupa sayang jika Elden sudah mati? Elden sudah tewas dalam ledakan mobil waktu itu."
Lexa menggeleng lemah. "Engga-- Ngga mungkin." Tatapannya berubah kosong. Tubuhnya terdiam. Tidak ada pemberontakan seperti sebelumnya.
Merasa ada peluang, Bram tanpa basa-basi langsung melepas pakaiannya hingga tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
"Mari kita mulai sweety." Tubuhnya menunduk. Lalu di kecupnya leher Lexa dengan nafsu.
Lexa terdiam. Tidak merespon apapun.
"Kenapa diam sayang?" Digigitnya leher itu. Memberikan sebuah tanda kepemilikan disana.
"Ahh.." Lexa meringis sakit. Kedua bola matanya terpejam dengan air mata yang keluar dari sudut matanya. "Maafkan aku El. Maafkan aku." Isakan lirih terdengar. Dirinya hancur ketika Lexa mulai merasakan tubuhnya disentuh oleh Bram. Harapannya sirna begitu saja. Kilasan masa lalu kebersamaannya dengan Elden berputar di memori ingatannya.
"Faktanya, aku tidak bisa menjaga diri aku sendiri El. Faktanya aku tidak bisa menjaga mahkota ku untuk mu. Maafkan aku. Maafkan aku sudah mengecewakan kamu. Maafkan aku."
__ADS_1
"Maafkan aku Lexa." Bram menarik kedua kaki mungil itu hingga mendekat ke arah tubuhnya. Dilepaskannya pakaian Lexa hingga sama dengan dirinya. Hanya satu yang ada di dalam pikiran Bram sekarang. Bram mengambil apa yang telah menjadi miliknya. Bram mengambil apa yang telah menjadi hak nya.
"Maafkan aku Lexa."
Tanpa aba-aba Bram langsung memasukkan miliknya ke dalam milik Lexa yang masih kering.
"Argghhh!" Jeritnya keras.
Tubuh Lexa tersentak kuat ketika merasakan sebuah benda masuk ke dalam dirinya. Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola mata. Apa yang ia jaga dan ia lindungi selama ini telah direnggut secara paksa oleh orang yang pernah ia cintai.
"Maafkan aku El."
Author : Jadi pesan apa yang dapat kalian ambil dari peristiwa ini?
Btw, aku sampai nangis ngetik part ini π
***
- UP setiap hari jam 3 pagi π₯°
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like π dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..π₯Ίβ€οΈ Tolong bantuannya π
Jangan lupa follow instagram mereka ya π€
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana π