PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
43. Pertemuan Lexa dengan Cheryl (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Kenapa lo keliatan seneng banget bro?" Tanya Rafael dengan duduk bersandar di kursinya. Dimulut nya kini tengah sibuk mengunyah permen karet.


Elden yang baru saja masuk ke dalam kelas hanya acuh. "Terserah gue." Jawab Elden singkat, padat dan jelas.


Tentu saja Rafael yang mendengar jawaban itu mendengus geli. "Elden, Elden. Lo kira gue kenal sama lo berapa lama? Gue sudah sama lama banget." Ujar Rafael dengan menegakkan tubuhnya agar berhadapan dengan Elden yang sudah duduk di sebelahnya.


"Terus?" Kata Elden menanggapi perkataan Rafael.


"Gue heran sama lo, kenapa lo jawab pertanyaan gue singkat?" Kini Rafael mulai bertanya-tanya.


Elden yang mendengar hal itu lantas mendengus geli. "Bukannya lo sudah kenal lama sama gue Raf?"


"Shitt! Kenapa lo balikin omongan gue ke gue?!" Dengan kesal Rafael mengatakannya.


Sedangkan Elden hanya acuh dan tidak menanggapinya.


Iya, Elden hari ini berangkat ke sekolah dengan semangat empat lima. Apalagi mengingat jika dirinya nanti akan bertemu dengan perempuan yang ia cinta.


"Untung gue sabar." Gumam Rafael sambil mengelus dadanya sabar.


Jam pelajaran pertama telah di mulai. Hari ini Elden ada ulangan harian Geografi. Dengan tenang dan anteng Elden mengerjakan soal-soalnya. Berbanding terbalik dengan Rafael yang kini tengah sibuk menunggu jawaban dari sahabat Psycopath nya itu.


"Hsttt.." Panggil Rafael.


Bangku yang diberi jarak membuat Rafael kesulitan untuk mencontek ke Elden. Untungnya Rafael duduk di belakang Elden. Setidaknya peluang untuk mencontek masih ada.


Kepala Elden menoleh. Kurang dua puluh menit lagi waktunya akan habis.


"Gue nyontek jawaban lo dari nomor 1-20." Ucap Rafael tidak tanggung-tanggung. Kelamaan kalau Rafael minta jawaban 1-5.


Elden yang mengerti akan hal itu dengan santai memberikan lembar jawaban miliknya ke sahabatnya dengan cara diam-diam.


Tentu saja Rafael yang melihat itu langsung kegirangan. Ternyata dewa fortuna tengah berpihak padanya. Kebahagiaan Elden hari ini membawa keberuntungan tersendiri bagi Rafael.

__ADS_1


Dengan semangat empat lima Rafael menyalin jawaban Elden. Sedangkan Elden duduk santai sambil membayangkan wajah Lexa yang tengah tersenyum padanya. Entah kenapa rasanya membuat Elden menjadi senyam-senyum sendiri. Namun, lamunannya langsung buyar begitu saja ketika Elden mendapatkan sebuah notifikasi pesan di ponsel miliknya


Mita : El aku sudah berhasil daftar satu sekolah sama kamu. Jadi kita bisa bareng-bareng terus.


Sontak saja pesan itu membuat Elden terkejut.


Elden : Siapa yang daftarin kamu?


Lalu tidak lama kemudian pesannya langsung di balas sama Mita.


Mita : Bukannya kamu setuju kalau aku satu sekolah sama kamu waktu itu. Apa kamu lupa?


"Sial kenapa gue sampai lupa!" Umpat Elden dengan suara yang rendah. Perasaan kesal menyelimutinya. Bagaimana jadinya jika Mita dan Lexa di pertemukan? Bisa-bisa bangunan sekolah runtuh dan rata dengan tanah.


Setelah mendapatkan pesan dari Mita, Elden lebih memilih untuk mendiamkannya dan tidak membalasnya. Bisa-bisa kepala Elden pecah jika terus memikirkannya.


Rafael yang telah berhasil menyalin semua jawabannya lantas mengembalikan kertas jawaban Elden ke pemiliknya.


"Thank's bro." Ucap Rafael sambil tersenyum tak berdosa.


Elden hanya diam dan mengabaikan hal itu. Pikirannya terlalu penuh dengan masalah-masalah baru.


Jam istirahat telah berbunyi.


Lexa yang semula menelungkup kan wajahnya di atas meja langsung bangun setelah mendengar bunyi bel istirahat pertama berbunyi.


Hampir 4 jam lamanya di kelas Lexa tidak di isi guru sama sekali. Hanya diberikan tugas yang wajib di kumpulkan hari ini juga.


"Lexa, lo sudah di tungguin Bram." Ujar salah satu temannya.


Lexa mengangguk. "Iya." Jawab Lexa dengan mengucek pelan salah satu matanya.


Disana, di depan pintu kelasnya, kekasihnya telah menunggunya.


"Hai." Sapa Lexa sambil berjalan menghampiri Bram.


"Hai juga. Bagaimana tudur di dalam?" Sindir Bram secara halus.


Lexa mengeritkan keningnya. "Bagaimana bisa kamu tau?" Tanya Lexa sambil berjalan berdua bersama Bram.


Kedua tangan Bram masuk kedalam saku celananya. Sedangkan pandangan Lexa memandang lurus ke depan.


"Tentu saja aku tau. Apa si yang aku tidak ketahui tentang kekasih ku ini." Jawab Bram dengan gombalan mautnya. Akan tetapi khusus untuk Lexa, itu buka hanya sekedar kata gombalan. Tapi akan ada bukti nyatanya yaitu dari tindakannya.


"Ya, ya, terserah kamu saja." Ucap Lexa dengan memutar kedua bola matanya malas. Untung Lexa sudah kebal ketika di gombalin seperti itu.


"Kita mau ke kantin kelas 12 kan?" Kata Bram dengan menatap sekelilingnya.

__ADS_1


"Iya." Jawab Lexa.


Sekarang Lexa dan Bram telah memasuki lorong kantin kelas 12. Semua mata tertuju ke arah mereka.


Langkah Lexa terhenti. Begitupun juga dengan Bram.


"Kenapa Elden tidak ada." Gumam Lexa yang masih terdengar di pendengaran Bram.


"Bukankah kita kesini untuk menemui Elden dan Cheryl?" Tanya Bram mencoba untuk memastikannya lagi.


Lexa mengangguk. "Iya sama Cheryl juga." Kedua bola matanya yang cantik itu menatap sekelilingnya. "Oh itu di sana." Reflek Lexa menunjuk ke arah meja yang berisi Cheryl. Disana hanya ada Cheryl yang tengah duduk sendirian sambil meminum minumannya.


"Baiklah. Kamu tunggu disana. Aku akan memesan makanan buat kamu." Ucap Bram yang di setujui oleh Lexa.


Dengan langkahnya yang mungil itu Lexa berjalan menuju meja Cheryl.


"Hai. Aku Lexa." Sapa Lexa sambil tersenyum. Lalu, Lexa mendudukkan dirinya di hadapan Cheryl.


Cheryl tersenyum canggung. "Hai juga. Aku Cheryl." Kata Cheryl menjawab sapaan Lexa.


Tangan mereka saling berjabat satu sama lain.


Tanpa di sengaja Lexa melihat pergelangan tangan Cheryl yang di perban. Rasa curiga dan was-was menyelimutinya. "Pergelangan tangan kamu kenapa?"


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2