
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat sore semuanya! Hehehe, ketemu lagi nih sama aku 🥳🥳 Jangan bosan ya! Btw, bagaimana kabar kalian hari ini? Apa kalian baik-baik saja? Ingat, jangan lupa stay save dan semangat gais!
...Happy Reading 🥳...
"Hahhh.. Hahh.." Hembusan nafas dari mulut Elden mulai terdengar. Kedua bola matanya perlahan-lahan mulai terbuka ketika ia mendengarkan sebuah bisikan halus.
"Kekasih mu sedang menunggu mu."
Bisikan halus tak kasat mata membuat dalam diri Elden semakin terpacu. "Le--xa." Lirihnya pelan ketika kedua bola matanya berhasil terbuka.
Cahaya dari lampu kamar membuat kedua mata Elden silau. Sehingga Elden terpaksa untuk memejamkan kembali kedua matanya. Inilah salah satu efek yang diakibatkan dari koma yang Elden alami.
Namun tidak sampai disitu, Elden masih terus berusaha untuk menggerakkan salah satu tangannya untuk menggapai sosok perempuan yang sedang tertidur lelap disamping ranjang nya.
"Lex--a." Setiap tarikan nafas yang ia lakukan terasa menyakitkan untuknya.
"Ughhhh.. Elden." Lexa berusaha bangun dari tidurnya. Tubuh yang semula condong ke depan langsung tegak kembali. "Aku sepertinya dengar suara Elden." Gumamnya pelan. Nyawa Lexa belum terkumpul sempurna, sehingga Lexa belum menyadari jika kekasihnya telah sadar dari komanya.
Merasa belum mendapatkan perhatian dari sosok perempuan disebelahnya membuat Elden harus mengeluarkan suaranya lagi. "Lex--a." Lagi, Elden memanggil nama kekasihnya. Dengan kedua mata yang tertutup Elden masih bisa merasakan kehadiran Lexa disampingnya.
Sontak saja panggilan lirih itu membuat Lexa langsung mengalihkan pandangannya ke arah wajah Elden. Tubuhnya sontak condong ke depan. Berusaha meyakinkan suara tadi bukanlah halusinasinya saja. "Elden, kamu sudah sadar?" Sungguh ada perasaan tidak menyangka jika kekasihnya sudah sadar. Denan terburu-buru Lexa menekan sebuah tombol yang ada disana. Menekannya untuk memanggil dokter dan beberapa suster. "El, tunggu sebentar ya, sebentar lagi dokter akan datang." Ujarnya lirih. Jemarinya mengusap kening Elden. Terlihat jelas di mata Lexa jika kedua mata Elden bergerak kecil. Mungkin, sinar lampu yang berada di kamar ini membuatnya silau.
Ceklek..
Pintu ruangan terbuka. Menampilkan Dokter Alvarez dan satu susternya. "Pasien sudah sadar dari tadi?" Tanya sang dokter sambil melangkah mendekat.
Lexa yang melihat kehadiran dokter Alvarez lantas bergerak ke samping. Memberikan ruang untuk sang dokter agar bisa mengecek keadaan kekasihnya. "Baru saja dok. Aku mendengarnya memanggil nama ku. Terus kedua matanya bergerak sedikit." Ujar Lexa memberi tau apa yang ia lihat tadi.
Dokter Alvarez mengangguk. Kemudian membuka beberapa kancing baju rumah sakit milik Elden. Dicek nya detak jantung Elden dengan alat yang ia bawa. Kemudian Dokter Alvarez tersenyum. "Elden, apa kamu mendengar suara saya?" Tanya Dokter Alvarez. "Jika iya, tolong gerakkan jari-jari kamu." Ujar Dokter Alvarez memberi perintah.
Perlahan jemari Elden bergerak sedikit, sebagai tanda respon dari perkataan Dokter Alvarez.
__ADS_1
Lexa yang melihat hal itu langsung membekap mulutnya yang menganga. Akhirnya hari yang ia tunggu tiba juga. Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. "Elden." Gumam Lexa memanggil nama kekasihnya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir Dokter Alvarez. Penantian dan usaha yang selama ini ia kerahkan akhirnya berhasil juga. "Sis tolong isi infus lagi. Lalu lepaskan beberapa alat yang ada di dadanya." Ucap Dokter Alvarez memberi perintah.
"Baik dok." Jawab suster tersebut kemudian melakukan apa yang menjadi tugasnya.
Elden yang merasakan tubuhnya disentuh lantas berusaha untuk membuka kedua matanya lagi. Apalagi mendengar suara kekasihnya yang berbicara dengan seorang dokter yang sialnya itu laki-laki.
"Dokter, apakah Elden baik-baik saja?" Tanya Lexa sambil memperhatikan gerak-gerik dokter Alvarez.
Mendengar sebuah pertanyaan dari kekasih pasien, lantas dokter Alvarez membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Lexa. "Sebuah keajaiban yang luar biasa, Elden sekarang sudah sadar dari komanya. Hanya saja Elden masih belum membuka matanya karena silau dengan cahaya ruangan. Jadi harus membutuhkan beberapa waktu untuk melakukan penyesuaian dengan cahaya. Mengingat jika Elden koma hampir satu seminggu." Kata Dokter Alvarez menjelaskan.
Lexa mendengarkan dengan seksama. Kemudian Lexa mengangguk mengerti. "Terimakasih dokter."
"Sama-sama."
Setelah berusaha untuk membuka matanya akhirnya Elden telah berhasil melakukannya. Meskipun silau cahaya yang membuatnya harus mengerutkan kening. "Lihat, sekarang dia berhasil membuka kedua matanya." Ujar dokter Alvarez. Membuat Lexa langsung mendekat dan berdiri di sebelah ranjang kekasihnya.
"Elden, kamu lihat aku?" Dengan semangat empat lima Lexa bertanya.
Suster telah selesai melakukan tugasnya. "Dokter, saya sudah selesai." Ucapnya sopan.
Lalu dokter Alvarez mengangguk. "Beri waktu untuk dia beristirahat lagi. Nanti jika sudah bangun, dia akan segar kembali." Ujar sang dokter ke Lexa.
"Baik dok." Jawab Lexa sambil tersenyum. "Terimakasih dok."
"Sama-sama. Saya permisi dulu."
Lexa mengangguk sebagi respon dari perkataan Dokter Alvarez.
Setelah itu Lexa kembali menatap wajah kekasihnya. Tiba-tiba sebuah pertanyaan dan ketakutan terlintas dibenaknya. "Apakah Elden mau menerima ku jika aku sudah tidak suci lagi?"
"Le--xa." Panggilan lirih terdengar lagi. Lantas Lexa segera mendekatkan tubuhnya.
"Iya El? Aku ada disini." Kata Lexa lembut. Jemarinya mengusap kening kekasihnya yang terdapat beberapa luka lebam akibat dari kecelakaan mobil waktu itu.
__ADS_1
"Hah... Hah... Hah.." Deru nafas Elden terdengar tidak beraturan. Kedua matanya menatap wajah cantik kekasihnya. "I'm sorry dear because I couldn't take care of you. Forgive me for not being a good boy for you." Sayangnya perkataan itu hanya mampu terucap dalam hatinya.
"Kamu menangis?" Terlihat jelas air mata menetes dari sudut kedua mata Elden. "Aku baik-baik saja El. Jangan khawatir oke? Aku baik-baik saja." Mengerti akan perasaan Elden, maka Lexa berbicara seperti itu.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊