
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Oke. Nanti gue bilang ke Mita kalau lo ngga bisa ke club. Btw, ada urusan sepenting apa lo hingga nolak permintaan Mita. Tumben banget lo nolak permintaan Mita. Bukankah lo paling anti nolak permintaan Mita." Cerocos Rafael panjang lebar.
"Gue sibuk." Jawab Elden singkat, padat dan jelas. Membuat Rafael yang di seberang sana memutar kedua bola matanya malas.
Lantas, Elden langsung mematikan sambungan telfon secara sepihak. Tanpa mempedulikan Rafael yang sedang meraa sebal karena tindakannya.
"Hufft.." Elden menarik nafasnya pelan. Entahlah, ada perasaan aneh yang mengganjal perasaanya. Apalagi fikirannya sekarang yang tertuju ke Lexa. Semuanya terasa sangat berat dan melelahkan. Ingin mundur tapi Elden sudah mulai melangkah. Tapi, masalahnya apakah Elden bisa mendapatkan dan memperistri Lexa nanti di masa depan? Hal itulah yang menjadi pertanyaan yang terus-menerus memenuhi otaknya.
Setelah itu, Elden langsung memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku celananya dan segera melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke apartementnya.
Dengan kecepatan di atas rata-rata Elden mengendarainya. Tatapannya menajam dengan kedua tangan yang mencengkram kuat stang motornya. Otaknya di penuhi dengan wajah Lexa yang tengah tersenyum dengan Bram. Apalagi saat mengingat kemesraan yang dilkakukan oleh Bram dan Lexa di depannya. Hal itu sukses memancing emosinya.
"Brengsek! Sialan!" Umpatnya dengan semakin mempercepat laju motornya.
__ADS_1
Dan ini baru 2% yang menjadi sifat Elden sebenarnya. Masih belum 100% menjadi sifat dan watak Elden yang sebenarnya karna Eldrn yang sebenarnya adalah seorang Psycopath sejati sejak lahir.
Sedangkankan di sisi lain, Lexa tengah memeluk mesra pinggang Bram yang tengah mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Seperti sedang berusaha memperlambat waktunya. Sedangkan Lexa tengah duduk manis di bonceng Bram dengan kedua bola mata yang tidak berhenti bergerak kesana-kemari.
"Oh iya Bram, apa kamu ingin membeli sesuatu?" Tanya Lexa dengan mendekatkan bibirnya ke telinga kekasihnya itu. Hal itu dilakukan Lexa agar Bram dapat mendengar jelas suaranya. Bahkan hal itu sukses membuat Bram sedikit terkejut. Meskipun hal itu sering dilakukan tapi tetap saja, setiap apa yang dilakukan oleh Lexa selalu membuatnya olahraga jantung. Meskipun olahraga itu agar membuat tubuhnya sehat dan bugar, tapi tetap saja, jika sering dilakukan itu tidak ada menjadi baik buat kesehatan tubuhnya dan dirinya. "Tidak sayang. Aku sedang tidak ingin membeli sesuatu . Apa kamu sedang ingin membeli sesuatu sayang?" Ujar Bram dengan salah satu tangan memegang kedua tangan Lexa yang tengah memeluk pinggangnya. Inilah yang selalu menjadi moodboosternya yaitu sebuah pelukan dari kekasihnya. Sedari dulu tidak pernah berubah hingga sampai sekarang.
Lexa menghela nafasnya pelan. "Padahal aku sedang ingin membeli snack dan beberapa cemilan yang lain Bram. Aku sedang ingin menonton drama dan film kesukaan ku. Jadi aku ingin membeli beberapa cemilan dan snack untuk menenaniku ketika menonton drama nanti di kamarku." Jawab Lexa dengan memasang wajah yang cemberut.
Bram langsung tertawa renyah setelah melihat wajah Lexa yang cemberut seperti itu. Jika saja Bram duduk berhadapan dengan kekasihnya sekarang, mungkin Bram akan langsung mencubit gemas ke dua pipi cabi kekasihnya itu.
"Mau ke supermarket dulu? Kalau mau kita bisa berhenti di supermarket yang biasanya kita datangi." Usul Bram dengan tetap menatap fokus ke arah jalanan yang terlihat sedikit sepi.
Lexa menggeleng pelan. Lalu disandarkannya wajah cantiknya ke punggung kekasihnya itu. Terasa sangat nyaman jika Lexa bersandar seperti ini. "Tidak perlu Bram. Besok saja. Sekarang aku merasa sedikit mengantuk." Ucap Lexa dengan menguap pelan. Punggung Bram benar-bebar sandar-able yang selalu membuatnya merasa nyaman dan kehangatan.
"Baiklah. Besok setelah pulang sekolah aku akan mengantarmu ke supermarket." Ucap Bram dengan tetap memegang kedua tangan Lexa yang sedang memeluk pinggangnya. Setelah itu, Bram langsung memasukkan salah satu tangan Lexa ke dalam saku hodienya. Hal itu membuat wajah Lexa tersipu malu. Lexa mengangguk. "Hm." Jawabnya dengan bergumam pelan dengan menahan senyumannya.
"Jangan tidur sayang. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa jika tertidur di selama perjalanan." Kata Bram yang mengingatkan kekasihnya yang terus menyandarkan kepalanya di punggung lebarnya.
Setelah itu, kedua bola matanya yang indah itu menatap indahnya pemandangan kota. Tanpa Lexa sadari sebuah senyuman tersungging di bibirnya ketika mengingat kejadian di Aula hari ini. Apalagi mengingat gerakan tarian ayam goreng kakak kelasnya itu. Sungguh sangat lucu hingga membuat perutnya terasa di gelitik sesuatu hingga membuatnya ingin tertawa kencang.
Namun, Lexa langsung menggeleng pelan ketika mengingat apa yang ia lakukan sekarang. "Kenapa aku harus memikirkan kakak kelas dingin itu!" Gerutunya dalam hati dengan memukul pelan kepalanya. Berusaha menarik kesadarannya dan menghilangkan wajah Elden yang tiba-tiba datang memenuhi otaknya. "Ingat Lexa, kamu sudah punya Bram. Kamu sudah tidak single lagi. Kamu sudah sold out." Ujarnya dengan suara yang lirih. Berusaha mengingatkan pada dirinya sendiri jika dirinya sudah tidak lajang lagi.
"Huft.." Lexa menghela nafasnya pelan. Tapi, jika dipikir-pikir lagi, ternyata Elden juga tampan juga. Tapi, masih lebih tampan Bram. Ingat, Bram itu kekasihnya. Jadi jelas Bram lah yang selalu terlihat terbaik di matanya.
Setelah memakan waktu kurang lebih dua puluh lima menit, akhirnya Bram dan Lexa telah sampai di halaman rumah Lexa.
Sesampainya di halaman rumahnya dan Bram telah berhenti tepat di depan rumahnya, lantas Lexa segera turun dari motor kekasihnya itu.
__ADS_1
"Terimakasih sayang sudah mengantarku." Kata Lexa dengan tersenyum manis dan menatap wajah tampan Bram yang tengah menatapnya juga.
"Sama-sama sayang." Jawab Bram dengan mengacak pelan puncak kepala kekasihnya.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman..