
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Drtt.. Drtt.. Drtt..
Ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya. Bram segera mengecek ponsel yang berada di meja.
Lexa : Bram jemput aku sekarang. Kita ketemu di pinggir jalan depan Mall yang khusus parkir
Sebuah senyuman langsung terbit di bibirnya. Wajah tampannya terlihat lebih tampan dua kali lipat setiap kali ia tersenyum.
Drake yang melihat hal itu langsung mengernyit heran. "Kenapa lo senyam-senyum sendiri Bram?" Tanya Drake dengan memakan kacang goreng.
"Biasa. Lo tau sendiri gue gimana Drake." Ucap. Bram sambil memasukkan dompet di dalam saku celananya. "Gue mau jemput Lexa sama Mama nya dulu. Salam buat Lucky." Ujar Bram lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Oke Bro." Jawab Drake menanggapi perkataan sahabatnya itu.
Dengan segera mungkin Bram langsung menjemput kekasihnya itu dengan menggunakan mobil nya. Sebelum itu Bram membalas pesan dari kekasihnya.
Bram : Oke siap Baby. Aku segera kesana. Lima belas menit lagi akan sampai
Setelah membalas pesan dari kekasihnya, Bram lantas menyalakan mesin mobilnya. Tidak lupa juga untuk memakai sabuk pengaman.
Sedangkan Lexa dan Mama nya kini tengah berdiri di parkiran, menunggu kedatangan Bram.
"Lexa katanya Bram bagaimana?" Tanya Ayu sambil menatap wajah anaknya.
Lexa yang awalnya tengah sibuk memainkan ponselnya langsung mengalihkan perhatiannya ke Mama nya. "Lima menit lagi sampai. Soalnya tadi Bram bilang kalau lima belas menit akan sampai." Kata Lexa menjawab pertanyaan Mamanya.
Ayu yang mendengar jawaban itu langsung mengangguk, mengerti. "Baiklah kalau seperti itu."
"Hufft.." Lexa menghela nafasnya pelan. "Mama apa ingat dengan laki-laki yang kita temui waktu jalan-jalan waktu itu?" Tanya Lexa.
Ayu mencoba mengingatnya. "Siapa Lexa?" tanya Ayu. Padahal Ayu sudah mencoba mengingatnya tapi tetap saja tidak bisa mengingatnya.
"Itu Ma, waktu kita Weekend bersama. Jalan -jalan terus makan di Cafe. Terus tiba-toba ada laki-laki yang minta gabung buat sama kita. Namanya Elden, kakak kelas Lexa. Bahkan dia yang mengantar kita pulang." Ujar Lexa menjelaskannya secara rinci. Siapa tau mama nya setelah mengetahuinya langsung mengingatnya lagi.
__ADS_1
"Oh yang keren itu?" Kata Ayu yang sudah mengingatnya. "Memangnya ada apa dengan nya nak?" Tanya Ayu.
"Dia menyukaiku Ma. Padahal dia sendiri tau jika aku sudah mempunyai kekasih. Bahkan dia melakukan sesuatu hal yang tidak pernah Lexa bayangkan sebelumnya Ma. Bisa di bilang apa yang dia lakukan sudah di luar batas hal wajar manusia."
Kening Ayu berkerut. Mencoba untuk mencerna maksud dari perkataan putrinya. Namun, hanya satu hal yang membuat Ayu berfikir keras tentang perkataan putrinya. "Apa maksud kamu dia melakukan sesuatu hal yang diluar batas hal wajar manusia nak?"
"Dia melakukan--"
Tin.. Tin.. Tin..
Suara klakson mobil yang berada tidak jauh dari tempat Ayu dan Lexa, membuat Lexa dan Ayu mengalihkan pandangan nya.
"Itu Bram Ma." Nada suara Lexa terdengar riang.
Lantas Ayu dan Lexa langsung berjalan menghampiri mobil Bram. Sedangkan Bram langsung keluar dari dalam mobilnya dan segera membantu membawakan barang belanjaan Ayu.
"Terimakasih Bram." Kata Ayu ketika barang belanjaan nya di ambil alih oleh Bram.
Bram tersenyum. "Sama-sama Ma." Jawab Bram dengan sopan. Lalu Bram menatap wajah kekasihnya itu. "Kamu bisa membuka pintu nya Lexa. Aku akan meletakkan barang belanjaan ini dulu di bagasi mobil." Kata Bram laku berjalan memutar ke belakang mobil.
Sedangkan Lexa langsung membuka pintu mobilnya. "Mama masuk dulu." Ucap Lexa mempersilahkan Mama nya agar masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. Setelah Mama nya masuk ke dalam mobil, kini giliran Lexa yang masuk ke dalam mobil. "Sejak kapan Bram bisa mengendarai mobil, Lexa?" Bisik Ayu agar tidak terdengar oleh Bram.
"Sudah lama Ma. Sekitar satu tahun yang lalu Bram sudah bisa mengendarai mobil. Cuman Bram lebih sering memakai motor untuk menjemput Lexa. Katanya agar lebih romantis. Lexa juga lebih suka di jemput memakai motor. Jadi Lexa bisa sekalian modus." Jawab Lexa dengan berbisik juga.
Dengan reflek Ayu langsung menabok paha anaknya itu. "Dasar anak zaman sekarang." Kata Ayu.
"Apa kita langsung pulang?" Tanya Bram ketika sudah duduk di bangku kemudinya.
"Tidak perlu Bram. Kita langsung pulang saja." Ujar Lexa menanggapi perkataan kekasihnya itu.
Bram mengangguk. Setelah itu di nyalakan nya mesin mobilnya lalu dengan kecepatan sedang Bram mengendarainya.
Jalanan terlihat cukup padat. Hal itu membuat perjalanan sedikit melambat. Biasanya di tempuh dalam waktu dua puluh menit, kini membutuhkan waktu hampir empat puluh lima menit.
Saking lamanya di perjalanan Ayu telah tertidur lelap dengan bersandar di kursi mobil. Sedangkan Lexa melihat indah pemandangan di malam hari.
"Bram.."
Suaranya terdengar rendah. Bram yang namanya di panggil lantas menjawabnya dengan gumam-an. "Hm?"
"Kalau andaikan aku adalah seorang anak dari Mafia, apakah kamu akan menjauhiku?" Tanya Lexa sambil menghela nafasnya pelan.
Bram begitu tertegun dengan pertanyaan yang tidak biasa. "Aku akan tetap bersama kamu. Mau kamu anak dari keluarga manapun, aku akan tetap bersama kamu Lexa." Jawab Bram. Pandangan nya lurus ke depan. Sesekali Bram juga melirik ke arah spion untuk melihat apa yang sedang Lexa lakukan.
"Oh.." Lexa mengangguk. "Setidaknya dia menerima kamu apa adanya Lexa." Ucap Lexa di dalam hatinya.
"Tumben sekali kamu bertanya seperti itu sayang."
__ADS_1
Lexa tersenyum. "Tidak apa-apa Bram. Aku hanya bertanya saja."
"Mungkin aku akan menceritakannya besok."
Tidak lama kemudian kini Bram telah sampai di halaman rumah Lexa. Lexa segera membangunkan Mama nya.
"Ma, sudah sampai." Ujar Lexa membangunkan Mama nya.
Ayu langsung terbangun dari tidurnya.
Setelah itu Ayu dan Lexa segera keluar dari dalam mobil. Sedangkan Bram langsung mengambil barang belanjaan Mamanya dan langsung Bram letakkan di atas meja yang tersedia di depan teras rumah Lexa.
"Bram sedang terburu-buru Ma. Bram pukabg dulu." Pamit Bram.
"Dia mau pergi kemana Lexa?" Tanya Ayu sambil menatap punggung lebar kekasih putrinya.
Lexa menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak tau Ma."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1