
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Mita menatap wajah Elden dengan sendu. "Kamu kenapa berubah Elden!"
Elden menghela nafasnya kasar. "Aku tidak berubah sama sekali Mita." Jawab Elden. Di tatapnya wajah Mita dengan rahang yang mengeras.
"Lalu, kenapa kamu lebih membela perempuan itu daripada aku?!"
Elden langsung mengusap wajahnya secara kasar. Dengan kasar Elden langsung mendorong tubuh Mita ke dinding itu. "Aku paling tidak suka jika apa yang menjadi milik ku disentuh oleh perempuan lain. Ingat Mita, kamu bukan kekasih ku. Kita hanya sebatas teman disekolah dan partner penghangat ranjang. Tidak lebih." Ujar Elden dengan nada penuh penekanan di setiap perkataannya.
Hatinya seakan tertohok dengan kenyataan yang Mita terima.
Mita menggelengkan kepalanya pelan. Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Elden yang melihat itu langsung menjauhkan tubuhnya dari Mita. Wajahnya berpaling. Tidak sanggup jika harus melihat air mata itu.
"Kamu berubah Elden." Kata Mita dengan nada yang terdengar rendah. "Kamu benar-benar berubah." Tambahnya lagi dengan menatap punggung lebar pria yang ia cinta.
"Aku tidak berubah Mita. Aku tetaplah Elden yang dulu. Elden yang tidak suka jika dunia privasinya di usik." Jawab Elden sambil membalikkan tubuhnya.
Pandangan mereka saling terkunci satu sama lain.
__ADS_1
Namun, Mita tidak terima dengan jawaban Elden tadi. Tidak berubah sama sekali dari mana?! Laki-laki di hadapannya sekarang benar-benar berubah hampir 80% tidak seperti dulu lagi. Apa lagi setelah mendengar kabar tentang Lexa yang pernah di bawa ke apartment milik Elden. Hal itu semakin memperkuat dugaan nya. Bahkan Mita yang selama ini berhubungan dengan Elden, dekat dengan Elden dan tidur berkali-kali dengan Elden, tapi kenapa Mita tidak pernah di bawa ke apartment milik Elden? Kenapa?
Mita melangkah mundur. Tatapan penuh kekecewaan jelas terlihat. "Kenapa kamu bilang sayang padaku Elden?" Tanya Mita. Kedua iris bola matanya menatap langsung kedua bola mata tajam milik Elden.
"Karena aku sayang sama kamu Mita." Jawab Elden dengan tegas. Ya, memang Elden selama ini sayang dengan Mita. Hanya saja, hatinya hanya untuk Lexa.
Mita berdecih pelan. Pandangan nya langsung menatap ke arah lain. Bukti jika Mita tidak mempercayai itu. "Sayang? Kamu bilang sayang pada ku Elden?" Kata Mita mengulangi perkataan Elden.
Elden mengangguk.
"Jauhi Lexa." Titah Mita dengan tegas. Mita tau jika selama ini Elden tidak akan pernah berkata tidak dengan permintaan nya.
Tangan Elden mengepal erat. Rahangnya mengeras. Tatapan nya semakin menajam. "Untuk kali ini aku tidak bisa menuruti permintaan kamu Mita. Tolong mengerti aku. Jika kamu ingin berada tetap di sisiku, ku harap kamu tau batasan apa yang harus kamu lakukan. Jika kamu tidak ingin di sisiku dan menuntut ku untuk bersama mu, kamu bisa pergi sekarang juga." Kata Elden dengan tegas.
Dari ujung lorong terlihat Rafael yang kini tengah berlari ke arah nya dengan nafas yang tidak beraturan. Rafael terlihat seperti telah melakukan lari marathon ribuan kilometer.
"Elden, si Lexa mau di bawa ke rumah sakit. Kata pihak UKS, punggung nya mengalami cidera yang cukup parah." Ucap Rafael begitu tiba-tiba.
"Sekarang Lexa mau di bawa ke rumah sakit. Bram juga ikut. Apa lo mau ikut juga?" Tanya Rafael sambil mengusap keringat yang berada di dahinya.
Tanpa menjawab pertanyaan Rafael, Elden langsung segera berlari meninggalkan Rafael bersama Mita. Yang menjadi tempat tujuan Elden sekarang adalah parkiran mobil.
Rafael hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Merasa tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Elden. "Kan Elden tidak tau mau di bawa ke rumah sakit." Spontan, Rafael langsung memukul jidatnya. "Dasar bucin." Dikeluarkan nya ponsel genggam miliknya. Rafael tanpa lerlu di perintah langsung mengirimkan lokasi rumah sakit yang akan menjadi tujuan Lexa.
Sedangkan Mita yang melihat hal itu secara lansgung semakin hancur. "Kenapa harus Lexa?! Kenapa bukan aku?!" Jerit Mita di dalam hatinya. Semenatara bibirnya terkunci secara rapat.
Setelah mengirimkan pesan ke Elden, lantas langsung memasukkan kembali ponsel genggam nya ke dalam saku celana seragam miliknya. Namun, saat melihat kondisi Mita sekarang, Rafael juga merasa iba. Lalu, di tepuknya dengan perlahan bahu Mita. "Sabar Mita. Gue tau apa yang lo rasain. Seharus lo jangan melakukan hal itu. Lo sudah cukup kenal Elden seperti apa. Harusnya kalau lo meu singkirin Lexa, harusnya lo bersabar. Main secara halus. Tapi, saran ku sehalus apapun cara lo bermain, Elden pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat. Kalau gue jadi lo, gue lebih milih cari aman dari pada mempersulit diri sediri. Coba lo berteman dengan Lexa. Mungkin saja lo bisa tau hal apa yang buat Elden tertarik sama Lexa. Dan lo bisa berteman dekat dengan Lexa. Apa salahnya berteman dengan gadis yang ditaksir oleh pria tidur mu?" Sindir Rafael sambil tersenyum. Setelah itu Rafael langsung melangkah pergi. Meninggalkan Mita sendirian disana. Tidak lama kemudian sebuah seringai tipis tersungging di bibir tipisnya. "Bukan kah akan lebih baik jika lo mati Lexa?"
Sementara itu, sekarang Elden telah sampai di rumah sakit tempat Lexa berada. Beberapa kali Elden menghembuskan nafasnya pelan. Berusaha mengontrol emosinya yang masih meledak-ledak.
Masalah sekolah? Elden bisa mengurusnya nanti.
__ADS_1
Setelah di rasa cukup tenang, Elden memutuskan untuk keluar dari dalam mobil sport mewah miliknya.
Baru saja keluar dari dalam mobil mewah nya, Elden sudah menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sana. Dan, seketika itu juga orang-orang yang berlalu lalang langsung mengalihkan pandangan nya dan menatap nya dengan penuh kekaguman.Tetapi Elden mengabaikan itu semua. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Elden melangkahkan kedua kakinya untuk berjalan menuju ke dalam rumah sakit.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1