PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
51. Kedatangan Tamu yang Tidak Diundang (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Dipandanginya wajah Lexa dengan pandangan penuh cinta dan kekaguman. Salah satu tangan nya mulai tergerak untuk mengusap pelan wajah cantik itu dengan menggunakan jemarinya. "Kamu cantik Lexa dan kamu adalah milik aku. Bram atau laki-laki manapun yang menyukai mu tidak boleh memiliki mu. Hanya aku yang boleh memiliki mu. Jika aku tidak bisa memiliki mu maka pria lain di dunia ini juga tidak boleh memiliki mu." Bisik Elden dengan tersenyum.


Setelah mengucapkan hal seperti itu, lantas Elden membuka sabuk pengaman Lexa yang terpasang sempurna di tubuh Lexa. Dilepasnya dengan hati-hati karena Elden tidak ingin mengganggu tidur Lexa yang telah pulas.


Lalu, Elden keluar dari dalam mobil nya dan segera berjalan ke pintu mobil yang satunya. Di bukanya pintu mobil itu dan di gendongnya tubuh mungil itu. Dirasa telah berhasil menggendong Lexa, lantas pintu mobil langsung otomatis terkunci.


Jam telah menunjukkan pukul 12 malam kurang 10 menit. Satpam yang melihat kehadiran Elden hanya diam di tempat nya. Tidak ingin berbicara atau berkomentar apapun. Sungguh, satpam itu diam bukan tanpa alasan akan tetapi karena info dan berita yang beredar di antara teman yang sama bekerja dengan nya bilang jika Elden adalah salah satu orang yang harus mereka hindari. Apalagi salah satu teman nya juga sudah pernah melihat dengan kedua bola mata nya sendiri ketika Elden bertemu dengan pembunuh bayaran, hal itu semakin membuat dirinya tidak ingin ikut campur dalam kehidupan Elden.


Selama menuju apartment pribadi milik nya, suasana lorong terlihat sepi. Hanya ada satu atau dua orang yang berpapasan dengan nya. Itupun tidak ada yang berani bertegur sapa dengan nya. Hanya diam dan seolah-olah tidak ada yang melihatnya.


Lexa mulai terusik di tidur nya. Di tambah pakaian nya yang basah dan terasa tidak nyaman di tubuh nya hal itu semakin membuat nya terganggu di tidur nya. Dengan perlahan kedua bola mata itu mengerjap pelan. Sedangkan Elden kini mulai melangkah masuk ke dalam lift dan memencet lantai tempat di mana apartment nya berada.


"El.." Dengan suara yang terdengar serak Lexa memanggil nama Elden.


Boleh kah Elden merekam suara Lexa sekarang? Sungguh suara yang Lexa keluarkan tadi terdengar sangat indah dan juga sexy. Ingin rasa nya Elden jadikan suara itu sebagai alarm di handphone nya.


"Iya Lexa?" Jawab Elden dengan menatap wajah Lexa yang terlihat sangat cantik di mata nya. Sungguh Elden merasa jika Lexa adalah seorang bidadari yang dikirim kan secara khusus oleh Tuhan pada nya.


Kedua bola mata telah terbuka dan betapa terkejutnya Lexa ketika kedua bola matanya langsung di suguhkan wajah pria yang ia benci. Dengan memberontak Lexa minta di turunkan. "Turunin!" Dengan nada membentak Lexa mengatakannya.


Tentu saja Elden langsung menurunkan Lexa. Baru saja tadi singa betina ini berubah menjadi kucing yang menggemaskan, sekarang berubah lagi menjadi singa betina yang siap menerkam mangsanya. Namun, itu tidak membuat Elden merasa takut. Akan tetapi semakin membuat nya tergila-gila dan jatuh dalam pesona Lexa.

__ADS_1


"Kita mau kemana?" Tanya Lexa dengan menatap sekelilingnya.


"Ke apartment gue." Jawab Elden dengan singkat, padat dan jelas.


Kening Lexa berkerut, merasa heran. "Untuk apa ke apartment lo. Jangan-jangan, jangan-jangan nih." Ujar Lexa sambil menatap curiga ke arah Elden. Pikiran liar langsung bersarang di otak nya. Ingat Lexa, yang mengambil first kiss mu adalah Elden. Jadi ada kemungkinan juga Elden akan bertindak jauh lebih dari ini.


Ting


Pintu lift terbuka. Dengan gemas Elden mengacak pelan rambut Lexa. "Hilangkan pikiran negatif lo itu. Gue tidak seburuk yang lo bayangkan. Tapi gue juga tidak sebaik yang lo bayangkan." Ujar Elden sambil berjalan keluar dari dalam lift.


"Maksudnya?" Gumam Lexa yang tidak mengerti arah pembicaraan Elden. Lalu langkah mungilnya itu mulai berjalan keluar dan mulai menyusul langkah Elden.


Langkahnya berhenti ketika langkah Elden ikut berhenti.


Tangan Elden mengepal kuat. Rahang nya mengeras dengan urat-urat yang menonjol di leher dan tangan nya. Lexa yang melihat itu langsung bergidik ngeri. "Ada apa dengan laki-laki ini?" Ujar Lexa di dalam hatinya.


Namun pandangan Lexa langsung beralih ke pintu apartment Elden yang terbuka. "Lo tinggal sama orang tua?" Tanya Lexa dengan spontan.


Elden menggeleng pelan.


Pertanyaan paling bodoh yang pernah Elden dengar. Bagaimana bisa Elden lupa mengunci pintu jika pintu apartment milik nya saja adalah pintu apartment yang otomatis terkunci.


Lalu, Elden megenggam salah satu tangan Lexa.


"Ngapain lo pegang-pegang tangan gue." Protes Lexa tidak terima.


"Gue ingin lo nurut dulu sama gue sebentar saja. Setelah selesai lo boleh ngomel-ngomel. Asal jangan sekarang." Ujar Elden dengan menekan setiap perkataanya.


Lexa yang mendengar itu langsung menelan air ludahnya kasar. Merasa sedikit terintimidasi dari perkataan Elden barusan.


Dirasa tidak ada perlawanan, lantas Elden menarik pergelangan tangan Lexa agar mengikuti langkahnya dari belakang. Dengan kepala yang menunduk Lexa mengikuti langkah Elden yang mulai masuk ke dalam apartment mewah itu. Sungguh, Lexa di buat kagum dengan apartment milik Elden. Lexa yakin jika Elden adalah anak dari keluarga yang terpandang. Di tambah penjelasan cerita dari Cheryl waktu di culik. Hal itu semakin mendukung pendapat Lexa tentang Elden.


Ruangan terlihat gelap. "El lampunya nyalain dong. Jangan main gelap-gelapan. Tidak baik." Ucap Lexa sambil memperat pegangan di tangan Elden.


Klik

__ADS_1


Lampu apartment menyala. Kedua bola mata Lexa langsung di suguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. "Fix! Elden anak orang kaya!" Jerit Lexa di dalam hatinya.


Namun pandangannya langsung beralih. Di sana ada sosok laki-laki yang Lexa yakini sebagai Ayah dari Elden.


"Ada apa kau datang ke sini?"


Bulu kuduknya merinding mendengar nada suara Elden yabg terkesan sangat menakutkan. "Apakah hubungan mereka tidak akur? Kenapa Elden seperti melayangkan tatapan kebencian terhadap orang itu?"


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2