PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
60. Kekasih yang Perhatian (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Hujan mulai berhenti turun. Sekarang hanya tersisa rintik-rintikan hujan yang sudah tidak terlalu deras. Matahari mulai terbenam di ufuk nya.


Kepala Lexa bersandar di bahu Bram. Kedua tangannya melingkar sempurna di pinggang laki-laki yang ia cinta. Tidak seperti biasanya Lexa memeluknya seperti ini. Biasanya Bram lah yang harus memaksanya atau memegang kedua tangan Lexa agar mau memeluknya. Namun sekarang sudah tidak. Apakah ada sesuatu hal besar tengah menimpah kekasihnya ini?


"Kamu kenapa?" Tanya Bram sambil menoleh sekilas ke arah Lexa. Lalu kembali fokus menyetir.


Lexa menggeleng pelan. Kedua tangannya semakin memeluk erat pinggang kekasihnya. "Aku hanya sedang sedih." Jawab Lexa dengan suara yang terdengar lirih.


"Apa mau pergi ke taman dulu?" Tanya Bram lagi. "Aku siap mendengarkan cerita kamu Lexa." Tambahnya lagi.


Lexa mengangguk. "Iya aku mau Bram." Ucap Lexa dengan lirih. Buliran kristal mulai jatuh membasahi kedua bola matanya. Rasa sakit di hatinya mulai datang menghampirinya lagi ketika mengingat kejadian malam itu bersama Mama-nya. Namun bagaimanapun juga Lexa tidak bisa menghindar secara terus menerus dari Mama-nya. Atau mungkin bersembunyi dari Mama-nya. Lexa tidak akan bisa melakukan itu semua secara terus menerus. Lexa harus menyelesaikannya sekarang juga. Akan tetapi Lexa juga belum siap untuk bertemu mama-nya sekarang. "Hiks!" Isakan tangis mulai terdengar. Lexa sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan kesedihan yang ia rasakan sekarang.


Bram yang mendengar isakan tangis di belakangnya semakin mempercepat laju motornya. Bram paling tidak bisa melihat Lexa menangis seperti ini.


Bram yang melihat bangku kosong di pinggir jalan lantas langsung berhenti. Di lepasnya helm full face miliknya.


Lexa yang mengerti jika pelukannya akan dilepas Bram lantas langsung menggeleng tidak mau. "Tunggu sebentar. Aku ingin tetap seperti ini." Dengan suara yang tertahan Lexa mengatakannya. Kedua bola matanya tidak berhenti mengeluarkan air mata yang semakin meluncur deras.


Bram yang mendengar hal itu hanya diam menurut. Kedua tangan nya bergerak memegang kedua tangan Lexa yang tengah memeluknya. "Jangan menangis. Jangan sedih. Aku ada disini." Ujar Bram.


Sungguh, hati Bram merasa terluka ketika melihat perempuan yang ia cintai menangis seperti ini. Hatinya bagaikan di tusuk samurai hingga di bagian titim terdalam.


"Hiks! Hiks! Hiks!" Tangisnya langsung pecah begitu saja.

__ADS_1


Bram semakin khawatir. Namun, Bram hanya bisa mengusap pelan kedua tangan Lexa dengan sayang. Berharap jika melalui usapan itu bisa membuat Lexa merasa sedikit lebih baik.


Lalu Lexa melepas pelukannya dan langsung turun dari motor. Bram yang mengerti akan hal itu juga langsung mengikuti apa yang dilakukan Lexa.


Kepala Lexa menunduk. Jemarinya yang mungil itu mengusap air mata nya.


"Lexa." Panggil Bram dengan suara yang terdengar rendah.


Kepala Lexa langsung mendongak. Kedua bola matanya langsung bertatapan dengan kedua bola mata hitam milik Bram.


Terlihat jelas dari tatapan Bram yang terlihat sangat khawatir.


"Jangan sedih Lexa. Aku ikut sedih jika kamu sedih." Ujar Bram sambil menatap iris kedua bola mata milik Lexa.


Lexa mengangguk. Isakan tangis yang ingin keluar dari bibir nya ia tahan begitu saja.


"Tapi jika kamu ingin nangis. Kamu ingin teriak. Kamu ingin memukul sesuatu kamu bisa melakukannya sama aku. Aku siap." Jelas Bram panjang lebar.


Kepala Lexa menggeleng pelan. Merasa tidak sanggup lagi untuk menahan isakan tangisnya.


Tanpa pikir panjang lagi Bram langsung memeluk tubuh mungil kekasih nya itu.


Diusapnya dengan sayang punggung kekasihnya itu. Mengabaikan orang yang berlalu lalang melihat kemesraan mereka berdua dengan berbagai sudut pandang. Bram maupun Lexa tidak peduli dengan pandangan itu.


Lexa yang terfokus dengan kesedihan nya sedangkan Bram fokus dalam memikirkan bagaimana cara menghibur kekasih nya itu.


Merasa sedikit lebih tenang lantas Lexa melepas pelukannya. Setelah itu Bram langsung menarik pergelangan tangan Lexa agar mau mengikutinya.


Setelah itu Bram mendudukkan diri di kursi kosong itu. Begitupun juga dengan Lexa yang mengamb duduk disebelah kekasihnya. Tubuh Lexa menghadap ke depan. Sedangkan Bram menghadap ke arah Lexa.


"Kamu mau cerita?" Tanya Bram dengan suara nya yang lembut.


Diusapnya dengan sayang kedua mata sembab kekasihnya.


Lexa mengangguk. "Aku habis bertengkar sama Mama makanya aku lari dari rumah." Kata Lexa mulai menceritakan kejadiannya.


Dengan setia Bram mendengarkan cerita kekasihnya itu. "Lalu? Kenapa bisa kamu bersama Elden?"

__ADS_1


Yang awalnya Lexa menatap lurus ke depan langsung menoleh gara-gara mendengar perkataan Bram tadi. "Aku tidak sengaja bertemu dengan Elden di pinggir jalan. Aku pergi tanpa berfikir. Aku hanya memakai baju cropt top aku yang berwarna putih dengan hot pant berwarna hitam. Aku bahkan sampai lupa tidak memakai sendal. Jadi aku di bawa ke apartment nya. Eits, tapi jangan berfikjr negatif dulu. Kamu tau kan jika aku bukan perempuan seperti itu?" Tanya Lexa dengan memandang wajah kekasihnya yang tengah menatapnya dengan kening yang berkerut. Meskipun ada kecemburuan yang tersimpan di dalam hatinya.


"Aku hanya mandi, mengganti pakaian ku dan tidur di sofa. Sedangkan dia tidur di kamar. Aku sama Elden tidak melakukan hal apapun dan tidak ada yang terjadi di antara aku sama Elden. Terus hari ini aku meminta antar pulang cuman dia hari ini sedang sibuk dengan urusan nya. Alhsil aku baru tadi mau di antar pulang. Kamu percaya kan?" Jelas Lexa.


Bram mengangguk. "Aku percaya sama kamu."


Lexa tersenyum mendengarnya. "Terimakaish sudah percaya aku."


"Kamu bertengkar sama Mama karena apa?"


"Karena..."


Akhirnya Lexa pun menceritakan semuanya yang sedang terjadi.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2