
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Malam ini Lexa akan pergi jalan-jalan dengan Elden. Sesuai perjanjian tadi, Elden akan menjemput nya jam 7 malam.
Dengan menggunakan celana jeans panjang berwarna biru langit dan atasan cardigan crop sepinggang berwarna putih membuat penampilan Lexa terlihat sempurna. Rambutnya yang panjang berwarna pirang ia biarkan tergerai begitu saja. Tidak lupa juga Lexa memakai sepatu pemberian Bram yang semakin membuat penampilannya terlihat sempurna.
"Jangan pulang malam-malam ya." Ujar Ayu menasehati putrinya.
Lexa yang tengah memakai parfum lantas mengangguk mengerti. "Iya Mama. Lexa hanya keluar sebentar kok." Jawab Lexa dengan memasukkan parfumnya ke dalam tas yang ia pakai.
Ayu yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Putrinya telah tumbuh dewasa dengan sangat baik.
"Lexa berangkat dulu ya Ma." Pamit Lexa dengan mencium pipi Mamanya.
Ayu membalas ciuman putrinya dengan mencium keningnya. "Kalau ada apa-apa jangan lupa mengabari Ayah Justin dan Mama."
"Siap Bos!"
Setelah itu Lexa segera berjalan keluar dengan melambaikan tangan ke arah Mamanya.
__ADS_1
Ayu membalas lambaian tangan putrinya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. Tatapannya tidak lepas dari punggung mungil milik Putrinya. "Putri mu tumbuh dengan sangat cantik seperti mu Jessica. Kau pasti bangga bukan melihatnya?" Lirihnya pelan.
Dengan semangat empat lima Lexa berjalan keluar dari rumahnya. Ke dua bola matanya yang indah itu menatap sekelilingnya. Mencari sosok laki-laki yang akan datang menjemput nya. "Apakah dia belum datang?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Lalu, Lexa mengangkat salah satu tangannya. Dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jam telah menunjukkan pukul tujuh lebih tiga menit. "Hufftt.." Lexa mengehela nafasnya berat. Jika Bram yang mengajak nya jalan, pasti tidak akan membuat Lexa menunggu seperti ini.
Tidak berselang lama kemudian, suara deruman motor terdengar di ujung jalan. Pandangan Lexa langsung teralihkan. Keningnya sedikit berkerut. "Bukankah itu Elden? Kenapa dia naik motor? Biasanya kan dia pakai mobil?" Gumamnya pelan sambil menatap ke arah Elden yang perlahan-lahan mendekatinya.
Elden terpesona ketika melihat sosok perempuan yang ia cintai tengah berdiri menunggu kehadirannya. Dengan sedikit menambah laju kecepatan motornya, Elden segera menuju ke tempat Lexa menunggu nya. "Maafkan aku. Aku tadi harus beli bensin terlebih dahulu." Ujar Elden sambil melepas helm full face miliknya. Sekarang Elden berhenti tepat di hadapan Lexa.
"Iya tidak apa-apa." Jawab Lexa singkat. Lexa memperhatikan motor Elden yang terlihat besar dan juga bersih. "Pantas saja Elden digilai banyak perempuan. Elden nya saja sekeren dan rich seperti ini." Ujarnya di dalam hati.
Elden sekarang menggunakan celana jeans warna hitam dan baju berwarna putih yang ia padu padakan dengan jaket kulit mahal yang baru ia beli beberapa jam yang lalu. "Ini, kamu pakai helmnya." Ujar Elden sambil menyodorkan helm full face miliknya ke arah Lexa.
Lexa yang mengerti akan hal itu lantas langsung menerima helm full face yang terlihat mahal. "Kita akan kemana?" Tanya Lexa dengan menggunakan helm itu dengan mudah. Padahal Lexa mengira jika helm yang diberi Elden ini akan sulit ia pakai. Ternyata sangat mudah untuk di pakai. "Gagal sudah. Padahal aku ingin seperti yang ada di dalam film-film romantis." Sesalnya dalam hati.
Elden yang telah memakai helm nya lantas menoleh ke arah Lexa. "Kita akan jalan-jalan ke taman kota. Di sana pemandangannya sangat indah." Ucap Elden menjawab pertanyaan Lexa.
"Oh. Ide bagus. Aku juga ingin berfoto disana." Ujar Lexa. Sementara Elden langsung menyalakan mesin motornya.
"Aku akan naik." Ujar Lexa. Salah satu tangannya memegang pundak Elden, sedangkan satu tangannya ia gunakan untuk memegang jok motor. "Sudah." Kata Lexa setelah berhasil naik ke motor Elden.
Kemudian Elden langsung menjalankan motornya meninggalkan halaman rumah Lexa.
Ayu yang sedari tadi mengintip di balik tirai jendela langsung merasa janggal. "Kenapa Bram sekarang jarang datang kerumahnya? Apakah hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja?" Lirihnya pelan. "Sepertinya aku perlu menghubungi Bram untuk menanyakan kabarnya."
Sementara itu Bram sekarang berada di markas Geng Mafia Crowned Eagle. Di sana ada Rafael yang sibuk meracik obat-obatan terlarang yang dibantu oleh anak buahnya.
"Apa kau tidak tertarik kedalam dunia obat-obatan Bram?" Tanya Rafael sambil menatap ke arah Bram. Diam-diam sedari tadi Rafael memperhatikan gerak-gerik Bram yang terlihat biasa saja.
Bram yang sedang duduk di atas sofa yang tersedia di dalam ruangan langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak Raf. Aku tidak tertarik sama sekali." Jawab Bram sambil menatap wajah Rafael.
Rafael tersenyum tipis. "Lalu, kau tertarik dengan apa Bram?"
__ADS_1
Bram menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. "Aku tertarik dengan pistol dan bela diri Raf, karena itu akan membuat kita kuat dan tak terkalahkan." Jawabnya lalu bangkit dari tempat duduknya.
Rafael yang sedang mencampur kan beberapa obat-obatan langsung menghentikan kegiatannya. "Kuat dan tak terkalahkan." Ujar Rafael mengulangi perkataan Bram di dalam hati. "Apakah dia ingin menjadi orang yang kuat dan tak terkalahkan?" Gumamnya pelan. Tiba-tiba obrolan dengan Elden di sekolah terlintas di benaknya. Hal itu membuat Rafael langsung berfikir. "Jadi benar Ruddin 👑 itu adalah Bram?" Kedua bola mata nya langsung menatap ke arah punggung Bram. "Bram, darimana kau mendapatkan luka-luka di wajah mu?"
Sontak saja pertanyaan dari Rafael membuat tubuh Bram berbalik. Bram sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. Namun tidak bertahan lama, ekspresi wajahnya langsung berubah datar. "Aku habis berkelahi dengan beberapa teman ku Raf. Alhasil aku sedikit babak belur." Jawabnya dengan menatap wajah Rafael.
Hawa dingin dan aura menegangkan dapat mereka rasakan. Bahkan aura dari anggota baru itu membuat mereka takut sendiri.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..