
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Setelah menelfon Cheryl tadi, lantas Lexa segera berjalan keluar dari dalam kamar mandi. Tidak terasa ternyata Lexa telah menghabiskan waktu sekitar 15 menit di dalam kamar mandi.
"Maaf Bram, aku tadi sedang pup dulu. Perut ku terasa mulas tadi." Ujar Lexa dengan duduk berhadapan dengan Bram. Meskipun yang Lexa ucapkan hanyalah kebohongan semata. Tidak mungkin kan jika Lexa harus bilang jika dirinya tadi sibuk untuk menyelamatkan Cheryl dari jeratan Elden, kakak kelasnya.
Bram yang mendengar penjelasan dari kekasih nya hanya mengangguk. "Tidak apa-apa Lexa. Santai saja." Jawab Bram dengan meletakkan ponsel miliknya ke meja. Sedari tadi sambil menunggu Lexa datang, Bram bermain di sosial media miliknya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir Lexa. "Terimakasih. Kamu selain menjadi sahabat yang pengertian ternyata kamu juga bisa menjadi kekasih pengertian." Ujar Lexa dengan merapikan beberapa helaian rambut yang menganggu nya.
Pandangan Bram tertuju ke Lexa. Setiap gerak-gerik yang di lakukan oleh Lexa tidak luput dari penglihatannya. "Oh iya, Aku membungkus kan roti kukus dan udang keju untuk Mama." Kata Bram dengan menunjukkan makanan yang telah ia beli. Makanan yang terbungkus rapi.
Lexa mengangguk dan menatap makanan yang kekasih nya tunjuk. "Terimakasih sayang." Dengan senyuman manis yang tersungging di bibirnya Lexa mengatakannya.
Bram yang melihat senyuman yang tersungging di bibir mungil kekasihnya langsung ikut tersenyum juga. Lagi dan lagi Bram di buat jatuh ke dalam pesona kecantikan kekasihnya. Ya, Bram selama ini tidak pernah salah dalam menjatuhkan perasaan nya terhadap Lexa, sahabatnya. "Aku juga sudah memesan pasta dan pizza buat kamu." Kata Bram lagi.
Di meja mereka kini telah tersedia pasta, pizza dan minuman. Jika boleh, apakah Lexa boleh menganggap hal ini adalah sebuah kencan mereka?
"Terimakasih Bram. Maaf jika aku merepotkan mu." Lexa mengatakan hal itu dengan tulus. Setelah itu Lexa mengeluarkan ponsel miliknya. Jemarinya yang lentik itu dengan lincah mencari tombol kamera.
"Sama-sama sayang. Kamu tidak merepotkan kan aku sama sekali. Jadi stop berkata seperti itu. Cepat makan dan habiskan setelah itu kita pulang. Cuaca mulai mendung. Aku tidak ingin kamu kehujanan dan sakit." Ujar Bram dengan menatap penuh cinta ke wajah Lexa. Bram mengerti, pasti kekasihnya akan berfoto.
Kepala yang semula menunduk langsung mendongak."Siap komandan!" Dengan semangat empat lima Lexa mengatakannya.
Lalu Lexa mengarahkan kamera ponsel miliknya ke mejanya yang telah tersedia banyak makanan. Dan klik. Foto telah Lexa ambil.
__ADS_1
Di foto itu terdapat tangan Bram yang akan menyendok makanan. Perpaduan sangat sempurna. Lexa bisa upload hasil fotonya ke akun Instagram miliknya.
Dengan cepat Lexa langsung memposting hasil fotonya tadi. Tidak lupa juga dengan caption andalannya. "Terimakasih Bram. Kamu memang sahabat sekaligus kekasih ku yang terbaik ❤️"
"Dimakan sayang."
Lexa yang mendengar teguran halus itu lantas langsung memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas ransel miliknya. "Iya sayang." Jawab Lexa.
Setelah itu mereka memakan makanannya masing-masing. Dihabiskannya makanan itu hingga habis tak tersisa. Lexa terlalu sayang jika makanan yang di belikan kekasihnya tidak di habiskan.
10 menit kemudian Bram maupun Lexa telah selesai menghabiskan makanannya. "Apa kamu ingin sesuatu lagi?" Tanya Bram dengan penuh perhatian. Dibersihkan nya mulutnya dengan menggunakan tisu yang tersedia.
Lexa menggeleng. "Tidak ada Bram. Kalau kamu?" Tanya Lexa kembali. Di minumnya minuman itu hingga habis. Sudah Lexa bilang, Lexa terlalu sayang jika tidak menghabiskan makanan yang di pesan kekasih nya itu.
"Aku juga tidak ingin sesuatu lagi." Jawab Bram. Setelah itu Bram bangkit dari duduknya dan memasukkan dompet serta ponsel miliknya ke dalam saku jaketnya.
"Ayo kita pulang." Ujar Bram dengan mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Lexa menerima uluran tangan itu. "Ayo." Jawab Lexa dengan nada yang terdengar ceria. Bahkan kini mereka menjadi sorotan di dalam restauran. Anak sekolahan tampan dengan perempuan cantik. Sungguh perpaduan yang sangat komplit abis.
Tidak lula juga makanan yang telah Bram beli Lexa bawa. Sambil berjalan berdampingan, mereka juga saling bergandengan tangan.
Setelah itu Bram naik ke motornya dan menyalakan mesin motornya.
"Aku naik Bram." Ijin Lexa terlebih dahulu.
"Iya sayang." Jawab Bram sambil memegang pegangan motornya.
Dengan berpegangan tangan Bram, Lexa lantas naik ke motor sport milik Bram. "Sudah." Dirapikan ya Rik miliknya agar menutupi pahanya. Bram yang peka dengan hal itu lantas berkata "Aku punya jaket cadangan di tas. Kamu bisa memakainya."
"Siap sayang." Lantas Lexa langsung membuka tas milik Bram. Benar saja, di dalam tas Bram terdapat jaket warna hitam. Dipakainya jaket itu di pinggang agar menutupi pahanya. "Sudah Bram."
Bram mengangguk. "Jangan lupa pegangan." Kata Bram sambil menariknya salah satu tangan kekasihnya agar memeluk pinggangnya. Di rasa cukup, lantas Bram segera menjalankan motornya meninggalkan parkiran restauran.
Berbeda dengan Elden. Kini Elden berada di dalam kamar apartemen pribadi miliknya. Salah satu tangannya mengepal kuat. Emosi menyelimuti dirinya ketika melihat postingan foto dari akun sosial media milik perempuan yang ia cintai.
Dengan emosi yang melingkupi dirinya, Elden langsung membanting handphone keluaran terbarunya ke dinding dengan kuat. Hingga membuat handphone itu hancur berkeping-keping. "Dasar brengsek kau Bram!" Umpat Elden dengan suara yang menggemparkan.
__ADS_1
"Lexa hanya milik ku. Dia hanya milik ku!" Dengan nada penekanan di setiap katanya Elden mengucapkan nya.
"Apa yang menjadi milik ku. Maka akan menjadi milik ku. Apapun yang terjadi dia adalah milik ku." Sebuah seringai tipis menakutkan tersungging di bibirnya.
***
- Lexa Aldora
- Elden Crishtian
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..