
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Jam telah menunjukkan pukul 7 malam. Namun hal itu tidak membuat seorang gadis yang tengah tertidur di sofa merasa terganggu sedikitpun. Padahal sudah dari jam 5 sore tadi ia terlelap.
Ayu yang melihat kebiasaan anak gadisnya hanya menggelengkan kepalanya. "Ada-ada saja." Itulah kalimat spontan yang Ayu ucapkan.
"Lexa bangun. Apa kamu tidak ingin tidur di kamar mu?" Ujar Ayu dengan menggoyangkan tubuh Lexa dengan pelan. Berusaha membangunkan anaknya yang sudah asik menyelami dunia mimpi. Seperti biasanya. Lexa yang merupakan tipe perempuan sangat sulit di bangunkan hanya bergumam pelan.
"Lima belas menit lagi Mama akan membangun kan kamu lagi." Ucap Ayu lalu berjalan menuju ke dapur.
Dimeja makan dapur itu sudah tersedia makanan dan beberapa cemilan. Ada perasaan haru ketika melihat makanan itu. Iya, Ayu tau jika anaknya adalah tipe perempuan yang keras terhadap orang lain tapi perhatian dengan orang terdekatnya.
Sementara itu, di suatu ruangan gelap yang minim pencahayaan terlihat seorang perempuan tengah tertidur di atas ranjang dengan keadaan kedua kaki terikat.
"Lepas! Lepasin!" Jeritnya dengan suara yang lantang. Dia adalah Lexa. Entah darimana datangnya tiba-tiba saja Lexa sudah berada di dalam kamar ini dengan keadaan yang cukup mengenaskan.
"Kau ingin aku lepas?"
Suara dingin dan penuh intimidasi itu membuat bulu kuduk Lexa meremang. "Kau Elden?" Tanya Lexa dengan mencoba memfokuskan penglihatannya. Meskipun tidak terlihat dengan jelas tapi Lexa pernah mendengar suara familiar itu.
"Iya sayang?"
Dan benar saja, kedua bola mata Lexa membulat sempurna. "Apa yang kau lakukan El? Lepasin!" Dengan suara lantangnya Lexa mengatakannya.
Berbeda dengan Elden. Elden hanya menyeringai tipis. "Apa yang sudah menjadi milikku maka akan tetap menjadi milikku."
Lexa menggeleng pelan. "Tidak. Ini semua hanya mimpi! Mimpi!" Teriak Lexa frustasi.
Dan..
"Lexa bangun!" Teriak Ayu dengan khawatir.
Kedua bola mata Lexa langsung terbuka begitu saja. "Hah.. Hah.. Hah.." Deru nafasnya tidak beraturan.
"Kamu bermimpi buruk lagi Lexa?" Ditatapnya wajah Lexa dengan khawatir.
Lexa langsung bangkit dari tidurnya. Diusapnya dengan kasar wajahnya. "Kenapa mimpi itu terasa nyata?" Gumam Lexa pelan.
"Ma aku dari tadi tidur di sofa kan?" Tanya Lexa dengan menatap wajah Ayu.
__ADS_1
Ayu mengangguk. Namun merasa heran dengan pertanyaan anaknya tadi. "Iya nak. Kamu dari tadi tidur di sofa." Jawab Ayu.
Lexa bernafas lega. Setidaknya itu hanya sebatas mimpi bukan nyata. Lexa bisa gila kalau itu benar-benar nyata. Mungkin Lexa akan mati bunuh diri.
"Kamu tidak mau makan malam?" Tanya Ayu.
Lexa menggeleng pelan. "Tidak ma. Aku tidak lapar." Setelah itu Lexa langsung mengecek ponselnya. Disana ada pesan dari kekasihnya.
Bram : Lexa kamu dimana?
Bram : Sayang?
Bram : Kalau tidur kok tidak bilang?
Bram : Aku mau pergi rapat dulu ya. Aku sayang kamu. Dadah cantik 😗
Lexa yang mendapat spam chatt seperti itu hanya tersenyum. Entahlah, rasanya sungguh berbeda dari berbeda seperti biasanya. Bahkan sampai sekarang pun Lexa tidak pernah menyangka jika hubungan Lexa dan Bram yang awalnya hanya menjadi sahabat bisa berubah menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.
Ayu yang melihat anaknya senyam-senyum sendiri hanya bisa mengulum senyumnya. Memang dasar ya anak zaman sekarang.
"Mama mau makan malam dulu." Ujar Ayu yang di angguki Lexa.
"Iya ma." Jawab Lexa tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
Jemarinya yang lincah itu mengetik sebuah pesan disana.
Lexa : Maaf tadi aku ngantuk banget Bram.
Lexa : Dadah jelek 😜
Lagi-lagi Lexa tersenyum ketika melihat pesan yang ia kirim tadi.
Setelah itu Lexa langsung meletakkan ponselnya di atas meja dan pergi ke kamar mandi. Saatnya untuk perawatan malam. Yaitu memakai masker wajah dan skincare malam.
***
Pagi telah menjelang. Seperti rutinitas biasanya, Lexa mandi, sarapan, menyiapkan bekal dan menata buku-bukunya. Tidak lupa juga Bram sudah setia menunggunya di depan rumahnya.
"Ma, Lexa berangkat sekolah dulu." Dengan tergesa-gesa Lexa berpamitan dengan mamanya.
"Hati-jati ya. Titip salam buat Bram. Mama sedang sibuk." Ucap Ayu.
"Baik ma."
Setelah itu Lexa mengambil sepatu putih miliknya.
"Good morning Bram." Sapa Lexa dengan tersenyum.
Bram yang mendengar sapaan itu langsung menoleh. "Good morning cantik." Kata Bram dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Oh iya nanti temenin aku ke kantin kelas 12 ya. Aku mau menemui Elden dan juga Cheryl." Ujar Lexa sambil menatap wajah kekasihnya.
__ADS_1
Bram yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya. "Ada apa kamu bertemu dengan mereka? Apakah ada sesuatu hal yang penting?" Tanya Bram sambil bangkit dari duduknya.
Lexa mengangguk. Lalu mereka berjalan berdua.
"Jam istirahat pertama atau ke dua?" Tanya Bram lagi sambil memakai helm fu face miliknya.
"Pertama." Jawab Lexa.
Setelah itu merekapun berangkat ke sekolah bersama.
Selama di perjalanan Lexa dan Bram sesekali bercanda bersama. Mengobrol dan tertawa bersama. Mengabaikan orang-orang di jalan yang menatap ke uwuan mereka berdua.
Sekitar lima belas menit kemudian akhirnya mereka sampai di sekolah. Semua tatapan tertuju ke arah mereka berdua. Lagi dan lagi mereka di jadikan bahan omongan. Ada yang positif ada yang negatif. Tergantung orang yang memandangnya. Namun Lexa tidak mempedulikan hal itu. Sedangkan Bram hanya cuek kecuali jika sudah menyangkut Lexa, Bram tidak akan tinggal diam.
"Jam pertama kamu pelajaran siapa Bram?" Tanya Lexa sambil berjalan berdampingan.
"Bahasa Inggris sayang." Jawab Bram. "Kalau kamu?" Tanya Bram sambil merangkul kekasihnya.
"Aku pelajaran Sejarah." Jawab Lexa dengan semangat empat lima.
Sesampainya di depan kelas Lexa, Bram lantas mengacak pelan rambut kekasihnya. "Semangat belajarnya." Ucap Bram.
Lexa yang sudah di perlakukan seperti itu hanya tersenyum. Semakin Lexa protes maka Bram akan semakin menggodanya. "Iya Bram Kamu juga semangat."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1