PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
59. Kecemburuan Elden (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Selamat pagi gais! Bagaimana hari-hari kalian? Semoga kebahagiaan selalu menghampiri kalian semua ya. Dilancarkan rezekinya dan di panjangkan umurnya. Amiin yra. - Nur Eva Fullandari



...Happy Reading 🥳...


Malam telah menjelang. Jam menunjukkan pukul dua belas malam dan Lexa baru saja terlelap dalam tidurnya.


Elden tersenyum lega ketika melihat istri kecilnya telah tertidur. Hampir tiga jam lamanya Elden terus mengelus dan memeluk tubuh Lexa. Lexa tidak ingin pelukan suaminya terlepas.


Elden menatap wajah Lexa dengan sayang. Tatapan lembut dan penuh kasih sayang terpancar jelas dari kedua bola mata Elden. Siapapun yang melihat tatapan Elden ke Lexa, mereka pasti sudah bisa menebak jika Lexa adalah semesta Elden.


Drrt.. Drrt.. Drrt..


Ponsel Lexa bergetar. Hal itu membuat Elden penasaran. Dengan hati-hati Elden berusaha menggapai ponsel yang diletakkan di atas nakas.


"Info masa aktif kartu?" Monolog Elden membaca siapa pengirim pesan.


Dan benar saja, yang Elden kira akan ada informasi penting atau pesan dari orang lain ternyata tidak ada.


Setelah itu Elden yang belum mengantuk memutuskan untuk membuka beberapa akun sosial media milik istrinya. Dimulai dari Instagram. Ditekannya tombol DM untuk membuka beberapa pesan. Sontak saja kedua bola matanya membulat sempurna ketika mengetahui isi DM dari followers istrinya. Kebanyakan dari mereka me-reply story Instagram yang Lexa buat.


( Sensor ) : Senyumnya manis sekali cantik 😍


( Sensor ) : Kamu cantik sekali Lexa. Boleh aku berkenalan dengan mu?


( Sensor ) : Hai Lexa. Aku salah satu teman di universitas kamu. Boleh kita saling folback?


( Sensor ) : Hai cantik, boleh minta folback?


( Sensor ) : Apa pria itu kekasih mu? Dia terlihat tidak cocok untuk mu. Kamu terlalu sempurna untuk pria seperti dia.


Rasa kesal menyelimuti Elden. Api cemburu mulai menyala. Bisa-bisanya Elden baru membaca isi DM ini. Harusnya sedari dulu Elden melakukannya. Dan rasa kesal itu semakin menjadi-jadi ketika Elden membaca pesan-pesan tersebut.


Ya, memang benar kata-kata itu. Jika perempuan akan terlihat cantik dan menarik di mata laki-laki lain.

__ADS_1


"Hufft.." Elden menghela nafasnya pelan. Tidak ingin mengusik tidur istrinya.


Ngomong-ngomong, hari ini Elden mengambil cuti kerja. Elden memutuskan untuk membawa pekerjaan kantor ke rumah. Mengingat jika istrinya sekarang tengah hamil besar. Elden takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.


Rasa kantuk dan lelah hilang entah kemana. Elden kini tengah sibuk membalas DM pria-pria yang menggoda istrinya. Biarkan saja. Biarkan mereka tau jika istrinya ini adalah miliknya seorang.


Kring.. Kring.. Kring..


Jam alarm yang Lexa setel jam setengah 6 pagi berbunyi nyaring. Bunyi nyaring dari jam alarm yang Lexa pasang sukses mengganggu tidur Lexa tapi tidak dengan Elden. Elden masih tertidur terlelap tidak terganggu sama sekali sambil memunggungi Lexa.


Senyuman cantik tersemat di bibir Lexa. Kadar kecantikan Lexa naik berkali-kali lipat setiap kali tersenyum.


Selimut yang menutupi tubuhnya, ia sibak. Perlahan tanpa menimbulkan suara apapun, Lexa bangkit dan turun dari tempat tidur. Perutnya yang semakin membesar membuat Lexa sedikit kesusahan. "Good morning anak Mommy." Sapa Lexa lembut sambil mengusap sayang perut buncitnya. Kemudian Lexa berjalan menuju ke dalam kamar untuk membasuh wajahnya. Dengan menggunakan air yang mengalir, Lexa membasuh wajahnya. Setelah itu Lexa melanjutkan untuk menggosok gigi dan mengeringkan wajah cantiknya dengan handuk wajah yang telah tersedia dalam kamar mandi.


"Ughh.." Rasa mulas teramat membuat Lexa menghentikan langkahnya. Kepalanya menunduk ketika merasakan sebuah cairan yang keluar dari sela-sela pahanya. "Elden." Lirih Lexa memanggil suaminya.


Panggilan lembut membuat Elden mulai terbangun. "Iya sayang." Jawab Elden dengan kedua bola yang masih tertutup. Elden masih setengah sadar dan masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


"El, aku mau melahirkan." Lexa menaikkan satu nada bicaranya.


"Baik Tuan." Jawab anak buah Elden diseberang sana.


Setelah itu Elden memutuskan panggilan telfon dan segera mengambil cardigan warna putih milik istrinya. "Ayo sayang, kamu pakai ini agar tidak kedinginan." Ucap Elden.


Lexa menurut. Dengan di bantu suaminya, Lexa memakai cardigan. "El, kasurnya basah." Keluh Lexa dengan menatap wajah suaminya.


"Tidak apa-apa sayang. Jangan pedulikan itu, oke?"


Lexa mengangguk mengerti. Hanya saja Lexa merasa malu.


"Ayo sayang. Aku gendong kamu. Kita kerumah sakit sekarang." Ajak Elden sambil menggunakan tas selempang milik istrinya. Didalam tas selempang itu terdapat dompet Elden, ponsel Elden dan Lexa dan beberapa uang cash milik Elden.


"El, aku takut." Ujar Lexa dengan suara yang rendah setalah berhasil di gendong Elden.


Sambil berjalan, Elden tersenyum untuk membalas tatapan istrinya. "Jangan takut sayang. Aku akan temenin kamu 24jam." Ujar Elden serius.


Ada rasa lega ketika mendengar hal itu. "Terimakasih El."

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang suami."


Pliss, beri aku pasangan seperti Elden 😭😭


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2