PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
105. Rafael Si Medis (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Mom, Dad, aku pergi dulu. Aku ada urusan dengan Elden malam ini." Pamit Rafael sambil mencium pipi kanan dan kiri Mommy nya. Sedangkan Daddy nya, Rafael lebih memilih untuk tidak melakukannya.


"Hati-hati sayang. Pulangnya jangan malam-malam. Kalau pulang malam, lebih baik menginap di rumah teman saja." Ujar Mommy Rafael.


"Oke Mom." Jawab Rafael dengan tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.


Setelah itu Rafael segera bergegas untuk pergi ke Markas. Tempat dimana Geng mereka akan berkumpul. Dengan menggunakan mobil sport mewah miliknya, Rafael menuju ke tempat Markas.


Jalanan terlihat senggang. Toko-toko di pinggir malam mulai tutup. Sedangkan Club-club malam elite hingga yang biasa saja mulai buka. "Aku jadi ingin mampir ke Club." Lirihnya pelan. Dengan menggunakan satu tangannya, Rafael menyetir mobilnya. Rafael terlihat ahli dan sudah biasa melakukan nya.


"Kenapa Elden tidak ada kabar sama sekali?" Pikir Rafael yang baru menyadari jika sahabat nya itu sudah tidak memberi kabar sama sekali.


Lantas Rafael berinisiatif untuk menghubungi Elden. Namun, tidak jadi di karenakan Bram yang sudah menghubungi nya terlebih dahulu.


Lalu, Rafael langsung mengangkat telfon nya melalui earphone yang ia gunakan.


"Cepat ke sini. Gue butuh bantuan Lo. Elden tidak sadarkan diri." Kata Bram di sebrang sana.


"Hah? Serius Bram?" Ucap Rafael yang tidak mempercayai berita mendadak seperti itu.


"Gue serius. Gue baru saja sampai." Ujar Bram yang terdengar serius.


"Oke. Lima menit lagi gue sampai." Kata Rafael dengan tegas.


Tanpa menunggu jawaban atau pun respon dari Bram, Rafael langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


Dengan kecepatan maksimum Rafael segera menuju markas. Tatapan nya terlihat menajam dengan kedua alis yang menukik tajam. Beberapa kali Rafael menyalip mobil yang ada di depan nya. Rafael terlihat handal dalam melakukan nya. Serta terkesan seperti orang pro dalam dunia balap.


Seperti yang Rafael katakan ke Bram, jika dalam waktu kurang lebih lima menit Rafael akan sampai di markas.

__ADS_1


Sesampainya di markas, Rafael segera berlari masuk ke dalam markas dengan terburu-buru.


Markas mereka merupakan tempat bekas gudang yang tak terpakai. Lalu, Elden dan Rafael memperbaruinya dengan desain yang sangat antik. Merubahnya menjadi sebuah markas yang nyaman dan enak untuk di buat santai.


"Bram, dimana Elden?" Tanya Rafael ke Bram.


Bram yang tengah berdiri sambil memainkan ponselnya langsung mengalihkan perhatian nya ke arah sumber suara. "Elden ada di dalam. Aku baringkan dia di sofa." Jawab Bram sambil menatap Rafael yang terlihat panik. "Apa hubungan Rafael dan Elden begitu dekat? Sampai-sampai Rafael panik seperti itu?" Gumamnya di dalam hati.


Rafael yang sudah mendapat jawabannya lantas segera masuk ke dalam ruangan peristirahatan.


Dan benar saja, disana sudah ada Elden yang tengah terbaring. "Hufft.." Rafael bernafas lega. Dengan perlahan kedua kakinya melangkah maju mendekati sofa. "Apa yang sudah menimpanya?" Ujar Rafael di dalam hatinya.


Sedangkan Bram langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya.


"Aku tadi menemukannya di depan markas." Ucap Bram yang memulai pembicaran.


Rafael membalikkan badannya untuk menghadap ke arah Bram. "Bagaimana dengan mobilnya?" Tanya Rafael.


Bram mengedikkan bahunya ke atas. "Aku juga tidak tau. Aku hanya menemukan nya seorang diri." Jawab Bram sambil menatap wajah Rafael.


Rafael mendudukkan dirinya di sofa yang kosong. Begitupun juga dengan Bram yang ikut duduk.


"Apa ada orang yang membenci Elden?" Tanya Bram sambil menatap gerak-gerik Rafael.


Bram terdiam juga. Otaknya mulai bekerja dan mengira-mengira apa yang terjadi.


Sementara itu Rafael langsung bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Elden lagi untuk melihat kondisi Elden.


Luka lebam dan luka di sudut bibirnya menjadi bukti jika Elden habis di pukuli.


"Tolong ambilkan aku kotak obat di sudut ruangan." Ujar Rafael meminta tolong ke Bram.


Bram dengan sigap langsung berdiri dan melakukan apa yang Rafael minta.


Rafael langsung merobek baju Elden. Hal itu langsung membuat Bram terkejut.


"Letakkan kotak obat itu di sini." Titah Rafael dengan melepas jaketnya.


Kedua bola matanya membulat sempurna ketika melihat beberapa luka lebam hingga beberapa luka yang mengeluarkan darah yang ada di tubuh Elden.


"Tolong nyalakan flash ponsel dan sorot di tas perut Elden."


Bram segera mengeluarkan ponsel miliknya. Dan menyalakan flash ponsel.

__ADS_1


"Sudah ku duga mereka memukul Elden di bagian tempat kelemahan Elden." Ujar Rafael sambil membuka beberapa botol cairan anti biotik yang akan ia gunakan.


Bram memperhatikan apa yang di lakukan oleh Rafael.


"Apakah dia seorang dokter?" Ujarnya di dalam hati.


Sungguh apa yang Bram lihat sekarang terlihat seperti menakjubkan. Bram merasa melihat sisi lain dari seorang Rafael Fado yang terkenal sebagai siswa jahil di sekolah maupun di kelasnya.


Rafael dengan serius mengobati beberapa luka di tubuh Elden. Mulai dari lebam hingga luka yang mengeluarkan darah. Semuanya tidak luput dari penglihatan Rafael.


Jam telah menunjukkan pukul setengah 12 malam. Hampi dua puluh menit lamanya Rafael mengobati luka Elden.


"Sudah. Sudah selesai." Ucap Rafael. Hal itu langsung membuat Bram bernafas lega. Tangannya juga terasa pegal akibat memegangi ponsel untuk membantu Rafael selama mengobati Elden.


Baju Elden yang telah Rafael robek langsung ia buang di tempat sampah. "Aku akan mencuci tangan ku terlebih dahulu." Kata Rafael ke Bram.


Bram mengangguk dan duduk di kursi yang terletak di sudut ruangan. Kedua bola matanya menatap ke arah Elden yang masih tengah tertidur. Bahkan selama Elden di obati, Elden tidak merasa risih atau merasakan sakit sama sekali. "Apa benar rumor yang aku dengar jika Rafael adalah seorang yang handal dalam dunia pengobatan?"


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2