
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Beberapa bulan kemudian..
Terlihat seorang perempuan tengah berlari ke sebuah rumah sederhana tanpa menggunakan alas kaki. Penampilannya terlihat berantakan. Deru nafasnya memburu dengan keringat membasahi tubuhnya.
Tok.. Tok.. Tok..
Diketuknya pintu berbahan kayu itu dengan kuat. "Ayu!" Teriaknya. Kepalanya sesekali menoleh ke belakang. "Ayu! Cepat buka pintunya." Jeritnya lagi.
Jam telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Jalanan terlihat sepi. Semua orang tengah rertidur lelap karena seharian telah bekerja.
"Oek.. Oek.. Oek.." Bayi yang berada di dalam gendongan nya mulai menangis lagi lagi.
"Hsstt.. Anak Mommy jangan menangis. Jangan menangis Lexa. Apa kamu mulai merasa haus lagi?" Lirihnya pelan. Dikecupnga dengan sayang kening bayinya dengan sayang.
Ayu yang baru saja akan tidur di kamarnya lantas langsung berjalan ke ruang tamu untuk membukakan pintu ketika mendengar ketukan pintu dan teriakan. "Apakah itu Jessica?" Suaranya memang terlihat familiar di pendengaran Ayu. Maklum, sudah hampir 13 bulan lamanya, ayu tidak pernah bertemu kembali dengan Jessica, sahabatnya.
"Ayu! Cepat buka pintunya." Dengan tidak sabaran Jessica meengetuk pintu kayu itu dengan kuat. "Jangan datang, aku mohon." Ucap Jessica di dalam hatinya. Kepalany sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri. Takut jika bawahan Justin datang dan mengetahui keberadaan nya.
Sesampainya di depan pintu, lantas Ayu segera membuka pintunya. "Tunggu sebentar." Kata Ayu merespon perkataan Jessica. Dibukanya kunci pintu dengan cepat.
Ceklek
Pintu terbuka. Dan benar saja, disana ada Jessica yang tengah menggendong seorang bayi perempuan. "Ayu tolong aku." Lirih Jessica sambil menatap wajah sahabat nya itu dengan berlinang air mata.
"Jess, kamu kenapa?" Tanya Ayu dengan panik. Sebenarnya apa yang terjadi? Itulah yang menjadi pertanyaan Ayu sekarang.
__ADS_1
"Aku titip anak ku. Tolong jaga dia. Tolong rawat dia seperti anak kamu sendiri. Aku memberinya nama Lexa Ardola sesuai dengan yang aku katakan dulu." Ujar Jessica. dengan memberikan bayi kecil itu ke sahabatnya.
Ayu segera menerima bayi itu yang mulai tidak menangis lagi.
"Ini barang-barang kebutuhannya. Di tas itu aku sudah memberikan beberapa uang. Kamu bisa menggunakan nya untuk memenuhi beberapa kebutuhan Lexa." Ujar Jessica sambil meletakkan tas bawaanya yang berisi beberapa pack susu, botol susu, baju, popok, cemilan serta uang dan beberapa emas itu di lantai dekat Ayu berdiri. "Kamu bisa menjual emas yang aku kasih." Tambahnya lagi.
"Kamu mau pergi kemana Jess?" Tanya Ayu dengan pandangan yang bertanya-tanya. Apalagi saat melihat penampilan Jessica yang hanya menggunakan dress berwarna putih.
Jessica menggeleng pelan. "Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Ayu. Aku harus pergi. Mereka mengejarku." Dipegangnya salah satu tangan Ayu. "Maaf jika aku sering merepotkan kamu Ayu." Ditatapnya dengan serius kedua bola mata sahabatnya. Pandangan mereka saling terkunci satu sama lain. "Terimakasih karena kamu mau menjadi sahabat ku selama ini."
"Jess jangan bilang kalau kamu.." Apakah benar tebakannya? Atau ini hanya dugaanya saja?
Jessica mengangguk. "Aku tidak tau kapan akan menjemput Lexa. Aku mohon, selama aku belum kembali, tolong jaga dia untuk ku. Jangan biarkan mereka menemukan kamu. Jangan biarkan mereka mengambilnya." Pinta Jessica.
Ayu mengangguk mengerti. "Cepatlah kembali. Aku akan merawatnya seperti anak ku sendiri. Kamu jangan khawatir Jess. Kamu bisa menyerahkan semuanya padaku." Kata Ayu dengan serius.
"Terimakasih Ayu." Lalu, Jessica memeluk tubuh Ayu dari samping.
"Sama-sama." Jawab Ayu dengan tersenyum.
Setelah itu Jessica mencium kening anaknya dengan sayang. "Mommy pergi dulu ya Lexa. Nanti Mommy pasti akan kembali." Bisik Jessica dengan buliran kristal jatuh membasahi kedua pipinya.
Jsssica mulai kelelahan karena terus berlari sedari tadi. Rasa pusing mulai menghantam kepalanya.
Jalanan terlihat sangat sepi. Entah bagaimana bisa, Jessica berlari ke arah jalanan yang mulai jauh dari pemukiman. Kanan dan kiri jalan hanya ada pepohonan yang melingkupinya.
"Aku dimana?" Monolog Jessica. Kedua bola mata bergerak melihat daerah sekitarnya.
"Hiks!" Tangisnya pecah begitu saja. Dipukulnya dada nya dengan menggunakan salah satu tangannya. Rasa sesak mulai melingkupinya. Tubuhnya bersimpuh di jalanan. "Liu Yu." Lirihnya pelan. Memanggil nama orang yang selama ini ia anggap sebagai orang yang terpenting di hidupnya. "Kenapa kamu harus pergi? Hiks! Aku sendirian!" Ujar Jessica.
Sedangkan disisi lain..
"Kenapa kalian semuanya bodoh hah?!" Bentak Justin dengan suara yang menggelegar. Baru saja pulang dari tempat kerjanya, Justin sudah di baut terkejut dengan informasi jika Jessica kabur dari Mansion bersama buah hatinya.
Semya bodyguard dan maid yang berkumpul di ruang tengah hanya menunduk takut.
Dengan kasar Justin langsung membangting sebuah hiasan yang terbuat dari emas.
Prang..
__ADS_1
Mereka semua langsung terkejut di buatnya. Jantung mereka seakan keluar dai tempatnya. Kemarahan tuan nya itu sangat menakutkan.
Tangan Justin mengepal kuat. "Jessica, Jessica, kamu telah berani bermain-main dengan ku. Kamu telah berhasil memancingku Jessica." Kata Justin dengan sebuah serinagi tipis yang tersungging di bibirnya.
Sontak saja, mereka semua yang melihat seringai itu langsung bergidik ngeri. Ada perasaan takut dan khawatir menjadi satu.
"Kalian, cepat cari Jessica." Titah Justin dengan menatap wajah bawahannya. Kedua tangannya ia masukkan me dalam saki celananya. Hawa dominant dan aura mneyeramkan bisa mereka rasakan.
"Baik tuan." Jawab mereka serempak. Kepalanya menunduk hormat.
"Dan ingat, bawa dia dalam keadaan hidup. Jika kalian berani menyentuhnya, maka nyawa kalian yang menjadi taruhannya. Jika dia tidak bisa ditemukan malam ini, jangan salah kan aku jika nyawa kalian yang akan menghilang."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1