
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Bram kenapa lama sekali?" Tanya Lexa sambil menatap wajah kekasihnya. Tatapan sedih yang menbuat Bram seketika luluh begitu saja.
"Maaf sayang. Aku tadi harus isi bensin dulu." Jawab Bram sejujur-jujurnya.
Lexa menghela nafasnya pelan. "Lain kali kabarin ya." Ujar Lexa memperingati Bram.
"Iya sayang." Jawab Bram dengan mengacak gemas puncak kepala Lexa dengan lembut. Apapun keingin kekasihnya, selama Bram mampu untuk mewujudkan nya, maka Bram akan melakukan nya.
Setelah itu Bram berjalan mendekati meja yang berisi makanan. Di letakan nya tas sekolahnya ke kursi dekat meja. "Mama kemana?" Tanya Bram ketika baru menyadari keberadaan Mama Lexa yang tidak ada.
Lexa yang tengah menbuka plastik kuncir rambut langsung menjawab nya. "Mama sedang ke kamar mandi sebentar. Sebentar lagi juga akan kembali." Jawab Lexa. Lalu di ikatnya rambut panjang nya menjadi satu.
"Oh." Ucap Bram menanggapi perkataan kekasihnya.
"Apa aku harus potong rambut?" Guman Lexa yang masih terdengar di pendengaran Bram.
Bram lantas langsung menghampiri kekasihnya. "Menurut ku rambut kamh cukup segini saja sayang. Jangan di potong." Ujar Bram sambil menatap rambut panjang kekasihnya.
Lexa mengangguk. "Iya Bram. Aku juga lebih menyukai rambut panjang darilada rambut pendek. Aku merasa cantik dan lebih percaya diri jika rambut ku panjang."
Bram tersenyum. "Terimakasih sayang."
Kening Lexa berkerut. Tatapan nya slaing bertemu satu sama lain. "Terimakasih untuk apa?" Tanya Lexa dengan ekspresi wajahnya yang polos.
"Karena tidak memotong rambut panjang kamu Lexa." Jawab Bram sambil menaikkan salah satu alisnya.
__ADS_1
Lexa langsung tertawa renyah. Sepertinya kekasih nya itu terlalu percaya diri. Dengan bersedekap dada, Lexa menatap kekasih nya sambil menahan tawanya. "Apakah kamu mengira jika aku tidak memotong rambut ku buat kamu Bram?"
Dengan polosnya Bram langsung mengangguk kan kepalanya.
Lexa pangsung memberi kode Bram untuk mendekati dirinya. "Sini sayang. Aku ingin membisik kan sesuatu buat kamu." Titah Lexa.
Bram yang sudah teramat bucin lantas langsung menuritinya. "Aku melakukan nya untuk dirimu sendiri. Bukan untuk kamu." Bisik Lexa tepat di telinga Bram.
Sontak saja Bram yang mendengar bisikan itu dengan gemas langsung mencubit salah satu pipi Lexa. Sedangkan salah satu tangan nya ia gunakan untuk memeluk pinggang mungil kekasihnya. Sungguh romantis bagi orang yang melihatnya.
"Ekhem." Ayu yang sedari tadi memperhatikan interksi anak nya dengan kekasihnya hanya bisa menggeleng pelan.
Lexa dan Bram yang mendenagr deheman itu langsung menjauhkan tubuhnya.
Wajah Lexa dan Bram sudah memerah karena malu. Apalagi Bram. Bram merasa seperti sudah terciduk oleh mama mertuanya.
"Apa kamu sudah datang adri tadi Bram?" Tanya Ayu yang berusaha mencairkan susananya. Kedua kakinya berjalan mendekati jendela kamar.
"Bram sudah datang sekitar sepuluh menit yang lalu Ma." Jawab Bram sambil memegang salah satu tangan Lexa.
Lexa yang merasa salah satu tangan nya di genggam hanya bisa tersenyum. "Memang dasar laki-lakinya ini."
"Oh begitu." Posisi Ayu kini tengah membelakangi Lexa dan Bram. Ayu sedang sibuk membuka jendela yang ada di dalam ruangan. "Kalian bisa melanjutkan nya. Mama mau istirahat sebentar." Kata Ayu sambil membalikkan tubuhnya.
"Baiklah jika seperti itu. Padahal aku ingin mengajak mu secara baik-baik. Tapi sepertinya kau lebih suka dengan cara kekerasan." Dengan gerakan tersembunyi sosok itu memencet sebuah tombol merah yang berada di telinganya. Hal itu menjadi penghubung dengan teman-teman nya.
Elden menatap remeh lawan nya. Meskipun usianya lebih muda dari pada musuhnya, Elden tidak akan segan-segan untuk mengahabisi musuhnya.
"Maju dan lawan aku." Ujar Elden dengan tenang. Tidak ada ketakutan sama sekali di dalam dirinya. Ingat, di dalam kamus Elden tidak akan pernah ada kata kalah. Elden akan mengerahkan semua kemampuan nya untuk menghabisi musuhnya.
Tanpa banyak bicara, Elden langsung maju menyerang sang lawan dengan tangan kosong. Di layangkan nya pukulan ke rahang musuhnya. Namun, sebelum tangan nya menyentuh rahang itu, sang musuh sudah menghindarinya dengan cepat. Di gantikan dengan pukulan telak di perutnya. Hal itu membuat Elden langsung mundur beberapan langkah. "Sial!" Umpat Elden ketika mendapat pukulan kuat di perutnya.
Sosok itu menyeringai tipis. "Sepertinya dalam waktu kurang lima belas menit aku bisa membawanya ke Bos." Katanya di dalam hati.
Melihat Elden yang sedikit lengah, lantas sang musuh langsung menyiapkan sebuah suntikan yang berisi cairan yang mampu melemahkan Elden.
Di pukulnya wajah Elden dengan kuat. Setelah itu pukulan beralih ke rahang Elden. Membuat Elden langsung terjatuh. Sungguh, lawannya memiliki gerakan yang cepat dan tak terbaca. Karena itulah membuat Elden tidak bisa membaca gerakannya.
Di sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah. Rahangnya tampak mulai memerah dengan beberapa luka lebam yang menghiasi wajahnya.
__ADS_1
"Apa kau mau mengalah anak kecil?" Ujar sosok itu dengan memasukkan kedua tangan nyabke saaku celananya. "Sepertinya kau sudah tidak mampu untuk melawan ku lagi." Tambahnya lagi dengan nada yang terdengar sombong.
"Dalam mimpi mu." Jawab Elden dengan kepala yang mendongak. Wajahnya terlihat datar. Tidak ada ketakutan sama sekali. Hanya tatapan datar dengan seringai tipis yang tersungging di bibirnya.
Lalu tidak lama kemudian suara mobil dan beberapa motor terdengar. Elden langaung mengalihkan pandangannya. Brgitupun juga dengan sosok itu yang langsung mengalihkan penglihatan nya.
"Kenapa kalian lama sekali?" Ujar nga dengan tenang.
Elden yang menyadari jika musuhnya memanggil teman-temannya langsung berdiri dan lari menjauh.
"Sial! Dia kabur!" Umpat salah satu orang yang menyadari jika Elden lari.
"Kejar dia! Cepat dan tangkap!"
"Sialan!" Umpat Elden. Wajahnya mulai berkeringat dingin. Kepalanya mulai terasa pusing dengan perut yang mulai berdenyut nyeri.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..