
"Jika Bram masih hidup Raf, lalu siapa yang kau tes waktu itu? Bukankah tes hasil DNA-nya cocok dengan milik Bram?"
"Lupakan Bram Alexander, Raf. Dia sudah tidak ada. Jangan kau usik lagi tentang itu."
Perkataan Elden sedari tadi terus terngiang-ngiang di otaknya. Namun Rafael semakin yakin jika Bram masih hidup dan belum mati. "Aku harus mencari tahunya sebelum semuanya terlambat." Ucap Rafael membuat keputusan final sendiri.
Rafael bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya handphone dan kunci mobil miliknya.
"Tuan anda mau pergi kemana? Ada beberapa dokumen penting yang harus saya serahkan."
Suara perempuan berambut blonde membuat Rafael menghentikan langkah kakinya. Kedua bola matanya menatap dari atas hingga ke bawah. Mengingat siapa perempuan ini.
Merasa di tatap seperti itu membuat dirinya merasa tidak nyaman. Dengan sopan ia mengenalkan diri. "Nama saya Laura Tuan. Saya karyawan baru disini."
"Ah, pantas saja aku tidak mengenali mu." Ujar Rafael dengan bibir terangkat membentuk sebuah senyuman ramah.
"Iya Tuan." Jawab Laura sambil mengangguk malu.
"Serahkan ke ruang Elden. Bilang jika aku ada urusan sebentar. Kau bisa meminta tanda tangan langsung ke Elden." Titah Rafael. Tanpa menunggu jawaban dari karyawan baru itu, Rafael segera melangkah pergi keluar. Membuat karyawan baru itu mengomel dalam hati.
Merasa ditinggalkan sendiri di ruang kerja Rafael, lantas Laura segera melangkah keluar untuk menuju ke ruangan Elden yang terletak tidak jauh dari ruang kerja Rafael.
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1
"Masuk."
Suara berat dan husky seketika membuat buku kuduk di lehernya merinding. Sungguh, dari suaranya saja Laura bisa menyimpulkan jika Bosnya ini adalah seorang dominan. "Permisi Tuan." Ucapnya sopan sambil membuka pintu ruangan kerja.
Elden tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Kedua bola matanya menatap iPad yang berada di tangan kanannya. Elden sedang fokus melihat kenaikan saham perusahaan sepanjang bulan Mei lalu.
Merasa di acuhkan, Laura lantas membenarkan penampilannya. "Tuan saya membawa beberapa dokumen penting yang harus saya serahkan ke Tuan. Tadi Tuan Rafael menyuruh saya untuk menyerahkan dokumen ini ke anda." Kata Laura lalu melangkah meletakkan dokumen di meja kerja Elden. Tepat disebelah tangan Elden.
Mendengar hal itu lantas Elden menatap ke arah wanita asing. Keningnya berkerut. "Apa ku Karywan baru disini?" Tanya Elden sambil membuka dokumen yang di letakkan Laura tadi.
Laura mengangguk sopan. "Iya Tuan. Saya karyawan baru disini." Jawabnya sopan. Kedua bola matanya sesekali mencuri pandangan ke arah Elden. Dan tatapan Laura jatuh ke arah tangan Elden. Disana terdapat sebuah tato bergambar burung dan juga wajah singa.
"Baiklah. Aku sudah mengeceknya. Ada beberapa hal yang harus di revisi. Aku sudah mencoretnya. Kau bisa membetulkan itu. Perbaiki lagi." Ujar Elden meletakkan dokumen itu dimeja.
"Iya."
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
__ADS_1
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊