PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
42. Otak Cerdas Lexa (Season 3)


__ADS_3

"Lakukan lagi El. Lakukan lagi dan aku akan pergi meninggalkan kamu."


Elden membeku ditempatnya. Dunianya seakan runtuh begitu saja setelah mendengar perkataan istrinya tadi.


Kepalanya menunduk. Merenungi apa yang ia lakukan tadi. "Bodoh, bodoh." Umpat Elden. "Harusnya kau langsung pulang bodoh!"


Brak..


Dengan kasar Elden memukul meja makan hingga menimbulkan suara keras.


Bibi yang berada di dalam kamar, sampai terlonjak kaget. "Semoga nyonya baik-baik saja."


Dikuncinya pintu kamar dari dalam. Lexa tidak akan membiarkan Elden tidur bersamanya. "Hiks!" Tubuhnya terasa lemas. Pikirannya dipenuhi Elden dan wanita itu. Rasa takut, kecewa dan kesal campur menjadi satu. "Aku kira kamu akan memegang janji kamu El. Ternyata tidak. Hanya karena iba dengan wanita itu, kamu bisa melupakan aku." Lirih Lexa. Tubuh mungilnya bersandar di pintu kamar.


Percakapan antara Elden dan Rafael tiba-tiba terlintas di benaknya.


"Lalu apa ini berkaitan dengan Bram, Raf?"


"Aku tidak tau jika itu Raf. Selama aku bergabung dengan mereka, sosok ketua tidak pernah menunjukkan jati dirinya sendiri. Hanya ada orang kepercayaan dan beberapa bodyguard yang ditugaskan."


"Sebelum mereka menyerang kita. Kita harus mempunyai rencana untuk mengalah kan mereka terlebih dahulu Raf."


"Tunggu sebentar." Monolog Lexa. Tubuhnya bangkit. Lalu Lexa melangkah ke sebuah meja belajar. Jemari lentiknya mengambil sebuah kertas yang ia simpan sejak beberapa hari yang lalu.


...I'll be back my sweety."...


...-A-...

__ADS_1


Dibacanya isi surat itu secara perlahan dan ia pahami sebaik mungkin apa maksud tersembunyi. "Apa ini adalah salah satu rencana dari musuh Elden? Mereka menghancurkan Elden melalui aku. Mereka melemahkan Elden dengan merusak hubungan ku dengan Elden. Jika aku pergi dan pisah dengan Elden, maka Elden kacau dan terpuruk karena mereka tau betapa sayang dan obsesi-nya Elden pada ku." Gumam Lexa. Jari telunjuknya mengetuk pelan meja belajar. Sedangkan otaknya berfikir keras. Lexa memaksakan dirinya untuk menebak apa yang mereka rencanakan. "Lalu apa surat ini menjadi sebuah kode? Dan mereka mengirimkan foto itu untuk membuatku marah dan pisah dengan Elden. Atau paling tidak, aku bisa kehilangan kepercayaan ke Elden sehingga hal itu semakin melancarkan rencana mereka."


Lexa terdiam sejenak. Meresapi kesimpulannya sendiri. "Oh begitu. Aku mengerti sekarang." Ujar Lexa dengan seringai andalan miliknya. "Mereka salah jika ingin membodohi ku." Lalu tanpa banyak bicara, Lexa segera menghampiri suaminya di ruang makan.


Elden terus mengumpat kasar. Bibirnya ia tarik kuat hingga beberapa helaian rambutnya rontok.


Lexa yang melihat hal itu langsung membulat kan matanya. "El! Apa yang kamu lakukan!" Dengan langkah yang tergopoh-gopoh, Lexa berlari dan berdiri dihadapan Elden.


Elden terduduk di atas kursi. Wajahnya berubah murung dengan bekas air mata di pipi kanan dan kiri. "Sayang, maafkan aku." Ucap Elden. Kedua tangannya langsung megenggam kedua tangan mungil istrinya. "Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku minta maaf. Maafkan aku."


Lexa tersenyum teduh. Diusapnya kepala Elden dengan sayang. "Iya, aku maafin kamu. Jangan diulangi lagi ya."


Elden mengangguk. Kepalanya mendongak. Tangisnya semakin pecah. "Jangan buang wanita mu hanya karena wanita itu mirip dengan wanita masa lalu mu El."


Setelah itu Lexa melepas pelukannya. "Aku ingin berbicara serius dengan mu El. Tapi janji kamu jangan marah? Kamu harus mengambil sisi positifnya, oke?" Lexa mendudukkan dirinya di kursi.


"Jadi begini..."


Lexa mulai menjelaskan tentang argumennya. Mulai dari Lexa yang tanpa sengaja menguping pembicaraan Elden dan Rafael hingga surat dari orang asing. Semuanya Lexa ceritakan.


"Jadi menurut kamu ini bagian dari rencana mereka sayang? Mereka ingin mengalahkan aku dengan menghancurkan hubungan kita! Lalu Laura adalah mata-mata atau orang suruhan mereka untuk menghancurkan hubungan kita?" Ujar Elden.


Lexa mengangguk. "Iya El. Coba kamu pikirkan baik-baik. Kenapa bisa orang itu mengambil potret diri kamu saat kamu bersama Laura? Kenapa waktu mereka sangat bertepatan dengan Laura yang tidak bisa pulang dan lembur di kantor. Iyakan? Semuanya tidak ada yang namanya kebetulan. Bisa saja ini menjadi bagian dari rencana mereka untuk mengalah kan kamu."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰

__ADS_1


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2