
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Hai selamat pagi. Kalian pernah ngga di posisi aku? Posisi bingung ngga tau harus ngapain lagi. Merasa udah usaha semampunya di tambah ikhtiar dan berdoa. Menyemangati diri sendiri dan yakin jika ini semua pasti akan ada hasilnya :( Amiin yra - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading 🥳...
"El, aku ingin jalan-jalan." Rajuk Lexa. salah satu tangannya sibuk memainkan ponsel suaminya.
Elden tengah fokus menyetir. Perkataan istrinya tadi tidak ia dengar. Alhasil hanya keheningan yang menyelimuti.
"Elden!" Maklum, hormon ibu hamil mudah berubah-ubah. Seperti sekarang. Mood Lexa langsung berubah badmood karena di abaikan suaminya.
Pekikan keras di sebelahnya membuat Elden reflek menoleh. Untungnya sekarang berada di lampu merah. "Iya sayang? Kenapa, hm?" Tanya Elden lembut. Kedua bola matanya menatap lembut ke arah istrinya.
"Kamu mengabaikan permintaan aku!" Ujarnya sedikit menekan nada bicaranya. Bibirnya mengerucut lucu. Pipinya yang cabi menggembung gemas.
Alis Elden terangkat. "Aku tidak mengabaikan kamu sayang. Aku tidak dengar suara kamu sama sekali." Kata Elden menjelaskan.
"Tau ah!" Namun sayangnya mood Lexa yang sudah berubah dalam mode badmood membuat Lexa tidak ingin menerima alasan apapun. Lexa kembali menatap lurus ke depan. Ponsel Elden yang ia mainkan tadi langsung ia matikan. Lexa sudah tidak berminat lagi untuk mengecek siapa saja yang chatt dengan suaminya.
Elden menghela nafasnya pelan. Mobilnya kembali ia jalankan. Pandangannya kembali fokus ke depan. Mood Elden juga sedang tidak baik karena tadi Rafael menelfon nya, memberi tau jika salah satu pengiriman senjata telah gagal di lakukan.
Lexa semakin mencebik kan bibirnya. Pikiran negatif mulai melayang menghantui pikirannya. "Harusnya Elden membujuk ku. Biasanya juga Elden membujuk ku. Tapi kenapa sekarang tidak? Apa jangan-jangan Elden sudah memiliki perempuan lain di luar sana?" Pikir Lexa.
Selama di perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan lagi. Elden sibuk dengan pikirannya sendiri. Memikirkan apa yang terjadi sehingga membuat pengiriman senjata yang ia lakukan gagal begitu saja.
Sedangkan Lexa sibuk memikirkan hal-hal negatif tentang Elden. "Apa Elden sekarang sudah tidak mencintai aku lagi? Apa sekarang dia sudah mempunyai perempuan lain di luar sana?" Dan sialnya, karena pikiran Lexa sendiri, hal itu membuat Lexa tersiksa.
Sesampainya di klinik ibu hamil, Elden langsung membuka pintu mobilnya dan berjalan keluar. Niat ingin membuka pintu untuk istrinya langsung ia urungkan ketika istrinya membuka pintu mobil sendiri.
"Sayang.." Panggil Elden.
"Aku bisa membuka pintunya sendiri." Ketus Lexa. Tanpa menunggu respon dari suaminya, Lexa segera melangkahkan kedua kakinya yang jenjang ke dalam klinik. Meninggalkan Elden sendiri dengan emosinya.
Elden membuang nafasnya pelan. Berusaha menghilangkan emosinya. "Sabar El." Kata Elden dalam hati. Kemudian Elden segera menyusul istinya ke dalam.
__ADS_1
"Pria itu gagah sekali."
"Wow dia juga sangat tampan."
"Iya kau benar. Sepertinya dia juga masih lajang. Apa kau mau mendekatinya?"
"Sepertinya itu ide bagus. Aku ingin meminta nomor ponselnya. Siapa tau aku bisa berkenalan dan dekat dengannya."
Bisik-bisikan halus terdengar hingga ke Indra pendengaran Lexa. Lexa kini tengah duduk menunggu giliran. Salah satu tangannya mengusap lembut perut buncitnya. Tatapannya menatap sinis ke arah kumpulan perempuan bergaya centil (ini menurut Lexa. Padahal penampilan mereka biasa aja. Atau wajar-wajar saja. Maklum. Lexa hamil.)
"Sayang, kamu kenapa hm?" Tepat di hadapan Lexa, Elden langsung bersimpuh dan megenggam jemari-jemari istrinya yang lentik.
"Ngga tau." Jawab Lexa sambil menatap ke arah lain. Tidak berminat untuk menatap wajah tampan Elden.
Kening Elden berkerut. Kenapa istrinya sekarang seperti anak kecil? "Kamu kenapa sayang? Katakan saja, oke?" Elden masih berusaha membujuk istrinya.
Lexa diam, tidak merespon. Pertanyaan Elden tadi ia anggap sebagai angin lalu. Tatapannya sekarang menatap tajam ke arah kumpulan perempuan-perempuan disana.
"Sepertinya dia istrinya. Lihat, dia sekarang tengah menatap ke arah kita."
"Iya, kau benar. Dia menatap marah ke arah kita. Apa dia tadi mendengar apa yang kita bicarakan?"
"Lebih baik kita diam saja. Pria itu sudah memiliki istri yang sedang hamil. Mungkin hormonnya sedang buruk."
Elden mengusap pelan pipi istrinya. Pandangannya beralih. Ikut melihat apa yang istrinya lihat.
Lexa yang mengerti akan hal itu langsung menutupi kedua bola mata Elden dengan menggunakan punggung tangannya. "Jangan lihat!" Tekan Lexa sedikit membentak. Membuat ibu-ibu hamil disana beralih menatap Elden, Lexa.
"Kenapa sayang?" Tanya Elden heran. Masih tidak mengerti apa yang terjadi.
Lexa mengamati wajah tampan suaminya. Tangannya ia lepas, sehingga keduanya saling menatap satu sama lain. "Jangan tebar pesona ke perempuan-perempuan itu. Aku tidak mau jika mereka menyukai kamu El." Tutur Lexa. Kedua bola matanya yang cantik tampak berkaca-kaca.
Elden tertegun dibuatnya. Setelah itu Elden tertawa renyah ketika mengetahui jika istrinya ini tengah Possesive terhadapnya. "Tenang saja sayang. Aku tidak akan tergoda dengan mereka. Cukup kamu yang aku miliki? Itu sudah cukup untuk ku. Memang buat apa mempunyai banyak perempuan?" Ujar Elden.
Lexa cemberut. Wajahnya ia tekuk.
Dengan sayang Elden mengusap wajah istrinya. "Aku cuman sayang kamu Lexa." Tegasnya.
__ADS_1
Apa yang dilakukan Elden tadi membuat ibu hamil yang ada disana ikut tersenyum. Ada yang baper ada juga yang menahan senyumnya.
"Nyonya Lexa Crishtian." Panggil seorang perawat.
Lexa bangkit. "Awas saja kalau kamu berani tebar pesona. Aku potong kepala kamu." Ancam Lexa kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan.
Elden yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Bukannya merasa terancam, Elden malah semakin gemas dengan istrinya. "Itu istri siapa si? Gemesin banget!"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊