PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
99. Kekhawatiran Ayu (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Suara boriton yang terdengar dingin dan penuh intimidasi itu menbuat Ayu langsung di buat terperangah tidak percaya. "Justin?!"


Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. Tubuhnya yang penuh dengan tato itu bersandar di kursi kebesaran nnya. Sedangkan salah satu tangan nya memainkan sebuah pisau lipat kesayangan nya. "Ternyata kau masih mengenal ku Ayu." Ujarnya dengan suara yang terdengar dingin.


Walaupun Ayu mendengar suara Justin via telefon, akan tetapi Ayu bisa merasakan bagaimana hawa dominant yang Justin keluarkan.


"Mama kenapa?"


Suara lembut itu membuat Ayu tergesa-gesa untuk mematikan telfonnya.


"Ah, tidak apa-apa sayang." Jawab Ayu sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas miliknya.


Lexa menatap ragu Mamanya. Namun, Lexa lebih memilih untuk diam dan tidak banyak bertanya. "Mama kesini dengan siapa?" Tanya Lexa sambil menegakkan kembali tubuhnya.


"Mama kesini naik taksi nak. Oh iya, apa kamu sudah makan atau kamu ingin memakan sesuatu?" Ucap Ayu berusaha mengalihkan pembicaraan.


Lexa yang tidak curiga sama sekali lantas langsung berfikir. "Aku sudah makan tadi pagi Ma." Jawab Lexa dengan berhenti sejenak. Kedua bola matanya menatap sekelilingnya. "Emh, aku hanya ingin minum saja sskarang." Tambahnya lagi ketika mendapati susu sapi kemasan yang ada di meja.


Ayu yang mengerti akan hal itu langsung beranjak dari tempatnya untuk mengambil susu yang anak gadisnya maksud. "Yang ini?" Ucap Ayu sambil mengangkat susu putih itu.


Lexa mengangguk. "Iya Ma. Yang itu."


Setelah itu Ayu segera berjalan menuju tempat tidur anaknya. Di bukanya tutup botol minuman susu iru agar memudahkan anaknya untuk meminumnya.


Dengan tersenyun ceria Lexa langsung menerima susu dari Mama nya. "Terimakasih ma." Kata Lexa dengan menatap wajah Mama nya yang tengah menatapnya juga.


"Sama-sama sayang."


Lexa segera meminumnya.


"Lexa, kakak kelas kamu ada di sini juga. Tapi barusan saja kakak kelas kamu pergi."

__ADS_1


Lexa mengangguk. Sudah mengerti siapa yang dimaksud Mama nya itu. Siapa lagi jika bukan Elden Crishtian. Kakak kelas paling menyebalkan di sekolah.


"Apa Elden sudah pulang Ma? Terus Bram kemana?" Tanya Kexa secara beruntun dengan menyodorkan kembali minuman susu nya yang masih ada sisa setengah botol.


"Elden sudah pulang sayang. Katanya ada uruan penting. Nanti malam atau besok katanya mau ke sini lagi. Kalau Bram berusan chatt Mama buat ijin pergi ke supermarket. Katanya mau membeli makanan."


Lexa mengangguk-nganggukkan kepaalnya. "Auuh!" Ringisnya pelan. Punggungnya mulai terasa berdenyut sakit lagi.


Ayu yang khawatir dengan sigap langsung meletakkan botol susu yang telah ia tutup rapat agar tidak tumpah. "Yang mana yang sakit nak?" Tanya Ayu khawatir.


"Punggung Lexa, ma. Rasanya ngilu." Keluh Lexa sambil menahan sakit di punggung nya.


Di usapnya dengan lembut punggung putri nya dengan lembut. "Udah lebih baik kan?"


Lexa mengangguk. "Udah ma. Udah lebih baik." Kata Lexa menanggapi pertanyaan Mamanya.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka. Di sana sudah ada Bram dengan membawa bungkusan makanan.


"Kamu kapan bangun sayang?" Tanya Bram sambil berjalan masuk ke dalam ruangan. Tidak lupa juga untuk menutup kembali pintunya.


Lexa dan Ayu langsung berpura-pura batuk.


"Ekhem.. ada yang keceplosan."


Sontak saja perkataan Ayu dan Lexa tadi membuat Bram salah tingkah. "Hehehe, maaf Ma, mulut Bram kalau di dekat Lexa tidak bisa di kontrol. Bawaan nya pengen manggil sayang terus." Kata Bram dengan tersenyum malu.


Kedua bola mata Lexa semakin membukat sempurna. "Bram! Ishh!"


Lexa yang sedang cemberut seperti itu membuat Bram merasa gemas sekaligus merasa salah tingkah. Bahkan kepala nya yang tidak terasa gatal malah ia garuk untuk menghilangkan rasa kegugupan nya sekarang.


Entahlah. Padahal ini bukan pertama kalinnya Bram bercanda bersama Ayu, Mama Lexa. Akan tetapi tetap saja, Bram masih merasa malu dan salah tingkah. Bram merasa yakin jika hubungan nya di restu tapi juga masih merasa takut jika tidak di restui.


Sementara Elden kini kembali ke apartment pribadinya. Tubuhnya terasa lelah. Begitupun juga dengan pikirannya.


Ternyata mencintai seorang perempuan yang sudah memiliki kekasih terasa berat. Tidak seringan yang ia bayangkan. Hati tersakiti. Rasa ingin marah. Rasa cemburu juga ada. Tapi kembali lagi. Elden itu siapa Lexa? Sungguh fakta yang cukup menyakitkan.


Drtt.. Drtt.. Drttt..


Lagi-lagi ponselnya bergetar. Dengan malas Elden langsung bangun dan mengangkat telfon nya.


"Ada apa Raf? Lo ganggu gue." Cetus Elden blak-blak an.


Sedangkan Rafael yang sedang berdiri itu langsung menghela nafasnya kasar. Apa kabarnya dengan Elden yang sering menghubunginya? "Sabar Raf, sabar." Ujarnya pada dirinya sendiri. "Kapan kita akan memulai rapat pertemuan kita El bersama Bram juga. Kita harus memberitahunya juga secara detail bagaimana sistem kerja kita." Kata Rafael.

__ADS_1


Elden baru mengingat hal itu. Untung saja Rafael mengingatkan nya. "Kita mulai rapat besok di markas. Suruh Bram untuk datang." Titah Elden dengan suara yang tegas.


Jika seperti ini kan Rafael bisa bernafas lega. "Oke bro." Jawab Rafael.


"Hm." Setelah itu Elden mematikan sambungan telfon nya. Membuat Rafael memgumpat tertahan.


"Yang nelfon siapa. Yang matiin siapa." Gerutu Rafael.


***


Malam hari telah menjelang. Sosok tinggi berbadan tegap itu tengah berdiri menghadap ke pemandangan luar. Cahaya malam dengan kemerlap bintang membuat sosok laki-laki itu mengingat sosok wanita yang pernah mengisi hidupnya.


"Tuan, putri anda sekarang masuk ke rumah sakit."


Sontak saja berita itu langsung membuat Justin mmebalikkan tubuh nya. "Bagaimana bisa?!" Bentaknya dengan nada yang tinggi. Amarah mulai menglikupinya.


Sang bodyguard langsung menunduk. "It--u tuan, nona bertengkar dengan kakak kelasnya." Jawab nya dengan suara yang terbata-bata.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2