
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Hai selamat malam gais! Aku ngetik part ini sambil dengerin lagu nih 🥺 Ngga tau kenapa aku lagi sedih banget gara-gara dengerin lagu ini 🥺❤️ Aku ngetik part ini jam 22.57 WIB . Malam banget ya? Iya hehehe, soalnya sudah beberapa hari ini aku cuti dulu 🥺 Bismillah semoga novel aku bisa dibukukan dan Difilmkan. Amiin yra ❤️ - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading 🥳...
"Aku sudah rela meninggalkan pekerjaan ku buat kamu. Aku sudah rela cuti buat temenin kamu. Apa itu masih belum cukup buat kamu Lexa? Aku kerja Lexa. Aku punya tanggung jawab yang harus aku selesaikan. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Tidak bisakah kamu mengerti sedikit?" Nada bicara Elden mulai merendah. "Jawab Lexa. Jangan diam!"
"Hiks!" Tangis Lexa pecah. Kepalanya menggeleng pelan. Kepalanya perlahan mendongak dan langsung bertatapan dengan suaminya. "Maaf, Hiks!" Isak-nya. Lexa sudah tidak sanggup menahan tangis yang sedari tadi ia tahan.
Elden tercengang. "Damn it!" Rasa kesal semakin mendominasi diri Elden. Dengan kesal Elden berbalik dan membanting sebuah vas bunga yang ada di atas meja. Membuat suara pecahan kaca menggelegar memenuhi penjuru ruangan.
Ctar..
Lexa semakin takut. Kedua bola matanya bergerak gelisah. Jemarinya saling tertaut. Kilasan kejadian di masa lalu langsung berputar di memori ingatannya.
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya yang mulus. Sehingga tamparan kuat itu meninggalkan sebuah jejak merah. "DIAM LEXA!" Bentak Bram dengan kasar.
"Hiks! Please Help me." Lirihnya.
"DAM'N IT!" Dengan kasar Bram langsung merobek paksa pakaian yang Lexa gunakan.
"Argghhh!! Bram!" Jerit Lexa. Tangisnya semakin pecah.
"Persetan dengan mu Lexa! Kau adalah milik ku!" Ujar Bram menekan setiap perkataannya.
Kilasan malam menyakitkan itu kembali berputar. Lexa menggeleng kuat. Kedua tangannya menutup Indra pendengarannya rapat-rapat. "Hiks! Hentikan! Hentikan! Aku mohon!" Jerit Lexa. Tubuhnya luruh begitu saja. Kedua bola matanya terpejam. Sedangkan kilasan malam menyakitkan yang baru saja ia lupakan kembali datang. Luka masa lalu yang baru saja sembuh kembali terbuka. Meninggalkan rasa sakit dan sesak yang teramat.
__ADS_1
"Sayang." Elden yang mendengar teriakan dari istrinya langsung tersadar. Dengan cepat Elden menghampiri istrinya. "Sayang, maafkan aku." Ujar Elden menatap khawatir. Direngkuhnya tubuh mungil Lexa.
Lexa menggeleng lemah. Ketika tubuhnya direngkuh oleh Elden, Lexa memberontak kec. "Hiks! Elden, tolong aku. Hiks!" Lirih Lexa.
Didekapnya erat tubuh mungil Lexa. Kepalanya ia sandarkan di bahu istrinya. "Sayang, aku disini." Bisik Elden lembut, seakan mengerti dengan apa yang terjadi.
"Hiks!" Tangisan pilu keluar dari bibir Lexa. Ketakutan dan trauma masa lalu membuat Lexa seperti ini. Dampak dari pemerkosaan yang dilakukan oleh Bram kala itu, memberikan sebuah efek sangat besar bagi kehidupan Lexa selanjutnya. "Di--a menyentuh tubuh-ku El. Dia menam-par ku. Dia melecehkan.."
Cup
Tanpa aba-aba Elden mencium bibir istrinya. Ditatapnya lembut wajah sembab Lexa. "Hstt! Jangan kamu lanjutkan sayang." Ucap Elden. Jemarinya dengan lembut mengusap air mata Lexa. Diam-diam hatinya ikut merasakan sakit setiap kali melihat perempuan yang ia cintai menangis seperti ini.
"Hiks!"
"Jangan mengingat sesuatu hal yang membuat kamu sakit sayang. Jangan mengingat sesuatu hal yang membuat mu bersedih."
Lexa hanya bisa diam dan menahan air matanya agar tidak jatuh lagi.
"Maafkan aku. Maafkan aku sudah memarahi kamu tadi. Ini salah ku. Harusnya aku lebih bersabar lagi."
Digenggamnya kedua tangan Lexa. Tatapannya tidak lepas dari wajah sembab Lexa. "Ini salah kita berdua, oke? Jadi, apa kamu mau maafin suami mu ini dan mau berbaikan dengan suami mu ini istriku?"
Semburat merah mulai menghiasi pipi gembul Lexa. "Mau. Aku juga minta maaf." Pinta Lexa.
"Iya sayang. Terimakasih sudah mau baikan dan memaafkan suami Psycopath mu ini."
Sebuah senyuman tersungging di bibir Lexa. Entah kenapa perasaannya kembali menghangat. Masa lalu menyakitkan langsung terlupakan begitu saja.
"I love you Elden Crishtian."
"I love you more dear." Jawab Elden lalu memeluk Lexa. Dengan senang hati Lexa membalas pelukan suaminya.
__ADS_1
Ya, sosok Elden memberikan dampak besar begitu kehidupan Lexa. Jika Elden pergi, maka Lexa akan sedih. Jika Elden bersamanya, maka Lexa akan bahagia. Elden sekarang telah menjadi dunia Lexa setelah Mama dan Bundanya yang telah pergi meninggalkan Lexa.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊