
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Aku benar-benar bersyukur telah memiliki seorang pria yang begitu tulus mencintai ku. Dia tidak pernah menuntut atau merendahkan aku sebagai seorang wanita. Aku bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan sosok pangeran ke dunia nyata untuk ku. Happy Anniversary El! Aku sangat mencintaimu. - Lexa Ardola Crishtian
...Happy Reading 🥳...
Kedua bola matanya menatap insten mencari pakaian yang akan ia pakai. Lalu tatapan tertuju ke kaos warna hitam dan celana kain selutut berwarna cream. Diambilnya pakaian itu dan dipakainya. Maklum, jika dulu malu-malu maka sekarang urat malu sudah putus. Mau ganti pakaian di dalam kamar mandi Elden terlalu malas. Lagian, istrinya juga sudah melihat bagaimana bentuk aset pribadinya.
Lexa melirik suaminya melalui ekor matanya. "Untung sudah jadi suami sah. Jika belum, mungkin kamu sudah aku timpuk pakai sendal El." Gumam Lexa dalam hati sambil menyusui Garvin.
"Sudah El?" Tanya Lexa. Garvin mulai tidur terlelap di dalam gendongan Lexa.
Tubuh Elden berbalik dan menghadap ke arah istrinya. Rasa kesal yang tadinya singgah mulai lenyap begitu saja. "Sudah sayang. Apa Garvin sudah tidur?" Tanya Elden sambil menyisir rambut nya yang mulai memanjang.
Lexa mengangguk. "Sudah El." Ujar Lexa. Kemudian tatapannya tertuju ke arah wajah tampan suaminya. "El, apa kamu ingat sesuatu?" Tanya Lexa mulai memberi sebuah kode.
Alis Elden naik sebelah. Apakah dia melupakan sesuatu hal penting? "Tidak sayang. Apa ada hal penting?"
Sebuah senyuman tersungging di bibir Lexa. Sudah menjadi hal biasa jika suami tercintanya ini lupa akan tanggal jadian. "Mau ikut dengan ku?" Ajak Lexa lalu bangkit sambil tetap menggendong Garvin.
Elden mengernyit heran. Otaknya ia paksa untuk mengingat sesuatu yang dimaksud oleh istrinya tadi. "Mau sayang. Tapi biarkan Garvin aku gendong." Ucap Elden mengajukan diri.
Lexa menggeleng pelan. "Kamu bawakan tempat tidurnya saja. Garvin kita ajak."
Tanpa membantah perintah istrinya, Elden segera melakukan apa yang istrinya suruh. Sedangkan Lexa mulai melangkah keluar untuk menuju ke ruang makan. Ingat, Lexa telah memasakkan menu sederhana sebagai perayaan Anniversary mereka. Sekaligus sebagai permintaan maaf Lexa karena telah menjahili suaminya tadi.
__ADS_1
Sesampainya di ruang makan, Elden meletakkan tempat tidur putranya. Awalnya Elden sedikit heran dengan penyiapan makanan yang terkesan elegan seperti ada acara. "Sayang, ini apa?" Elden melangkah mendekat ke arah meja. Kedua bola matanya menatap jeli setiap hiasan yang ada di meja.
Sementara Lexa sibuk meletakkan Garvin di tempat tidur. "Apa kamu melupakan sesuatu El?" Ujar Lexa menghadap suaminya.
"Melupakan sesuatu? Apa itu sayang?" Tanya Elden benar-benar tidak tau.
Lexa tersenyum samar. Suaminya memang pelupa akut. "Hari ini adalah hari Anniversary kita El. Anniversary hubungan kita." Ucap Lexa sambil berjalan mendekat ke arah suaminya. Tatapannya tidak lepas dari wajah suaminya yang terkejut.
Diambilnya sebuah kue kecil buatan Lexa. Dinyalakannya lilin tersebut dengan menggunakan korek api yang telah tersedia. "Terimakasih karena sudah hadir dalam kehidupan aku El. Aku benar-benar bersyukur telah memiliki seorang pria yang begitu tulus mencintai ku. Kamu tidak pernah menuntut atau merendahkan aku sebagai seorang wanita. Aku bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan sosok pangeran ke dunia nyata untuk ku. Happy Anniversary El! Aku sangat mencintaimu."
Elden dibuat terharu dengan perlakuan Lexa. Mulutnya terbuka sedikit lalu tertutup kembali. Kedua bola matanya tampak mulai berkaca-kaca. Elden tidak tau harus berkata apa untuk mengapresiasikan kebahagiaan yang ia rasa. "Le--xa." Ada rasa bersalah terbesit di hati Elden ketika Elden melupakan hari terpenting dalam kehidupannya. "Happy Anniversary juga sayang. Maaf jika aku melupakan hal ini." Direngkuhnya tubuh Lexa ke dalam dekapannya.
Lexa ikut tersenyum ketika merasakan sebuah kecupan hangat dipuncak kepalanya. "Tiup dulu El lilinnya. Keburu leleh." Kata Lexa dengan kepala sedikit mendongak.
"Iya sayang." Jawab Elden menuruti permintaan Lexa. Kedua tangannya megenggam di depan dada. Kedua bola matanya mulai terpejam guna meresapi doa yang akan ia pinta kepada Sang Maha Kuasa. "Tuhan aku hanya meminta tiga permintaan kepada-Mu, yaitu Jadikanlah aku sebagai laki-laki terakhir untuk Lexa dan jadikanlah ia sebagai wanita terakhir ku di dunia ini. Kedua, lindungilah orang-orang yang aku sayangi. Dan yang terakhir, jangan pernah pisahkan kami kecuali maut yang memisahkan."
Fuhhh..
"Iya El. Aku akan sama kamu selamanya."
"Janji?"
"Janji El! Asal kamu jangan pergi tinggalkan aku. Jika kamu pergi, aku ikut!"
"Iya sayang."
***
__ADS_1
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊