
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat sore semuanya! Ketemu lagi nih hehehehe.. Jangan bosan ya sama aku 🥳🥰❤️ Btw, ini adalah chapter ke 4 yang aku tulis hari ini! Bismillah semoga bisa di bukukan dan Difilmkan ya. Amiin yra 🤍 - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading 🥳...
"Kita sudah sampai Tuan." Ujar bawahan Justin.
Perjalanan mereka tempuh hampir tiga puluh menit. Jarak yang jauh dari Rumah sakit Lexa membuat Justin sedikit merasa bosan. Lalu mendengar suara instruksi dari bawahannya jika telah sampai di rumah sakit, lantas Justin langsung membuka pintu mobilnya sendiri. Dengan menggunakan pakaian serba hitam, Justin segera bergegas masuk ke dalam rumah sakit. Seperti yang dibilang tadi, jika Justin segera menuju ke rumah sakit, tempat yang berbeda dengan Putrinya.
"Raf, dimana jasadnya?" Ujar Justin tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.
Rafael yang kebetulan baru keluar dari dalam ruangan, lantas mengajak Justin untuk mengikuti langkah kakinya. "Ikuti saya Om." Kata Rafael.
Rafael melangkah masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu. Di ikuti Justin dari belakang.
Terlihat ruangan bernuansa putih dengan hiasan polos. Disana, di tengah ruangan terlihat satu jasad terbaring dengan kain yang menutupi seluruh tubuhnya.
Dengan menggunakan sarung tangan, Rafael memberikan satu pasang sapu tangan ke Justin. Justin yang mengerti tentu saja langsung menerima dan memakainya.
"Om, jasadnya hampir tidak dikenali. Wajah dan sebagian tubuhnya bahkan hampir saja jadi abu." Ujar Rafael. Lalu dibukanya kain itu. Menampilkan sosok jasad laki-laki dengan wajah yang hangus terbakar. Seketika Justin yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya ke arah lain kondisi jasad Bram benar-benar terlihat sangat mengerikan.
"Sialan." Umpat Justin reflek. Kemudian pandangannya beralih ke arah Rafael yang berdiri di sebelahnya. "Apa kau yakin, jika dia itu Bram?" Tanya Justin memastikan.
Rafael mengangguk. Lalu Rafael berbalik dan melangkah menuju sebuah meja yang terdapat beberapa lembar dokumen. "Ini Om. Disini ada beberapa bukti yang menguatkan jika dia adalah Bram." Ujar Rafael yang langsung diterima oleh Justin.
Dibukanya dokumen itu. Terlihat beberapa bukti foto dari barang, pakaian, sepatu hingga jam tangan. Justin melihatnya dengan teliti dan jelas.
"Jika dia bukan Bram, menurutku itu tidak mungkin Bram. Bram tidak akan ada waktu untuk mengganti pakaiannya. Bram tidak akan ada waktu untuk melepas semua barang miliknya." Rafael berusaha mengutarakan pendapatnya yang rasional.
__ADS_1
Justin yang mendengar penjelasan dari Rafael. juga ikut menyetujui. "Makamkan dia dengan layak." Ujar Justin kemudian mengembalikan dokumen itu ke Rafael.
"Baik Om. Aku akan menyuruh anak buah ku untuk menguburnya." Jawab Rafael.
Setelah itu Justin melepas sapu tangan yang ia pakai. Lalu ia buang ke tempat sampah yang ada di dalam ruangan. "Aku harus pergi dan kembali ke rumah sakit. Putriku pasti sedang menunggu ku." Pamit Justin.
"Oh iya Om, bagaimana keadaan Lexa?" Tanya Rafael yang membuat langkah Justin terhenti tepat saat ingin membuka pintu ruangan.
"Seperti yang kau dengar Raf. Keadaannya tidak baik-baik saja." Jawab Justin. Lalu Justin melangkah keluar.
Rafael yang mendengar kabar itu hanya bisa menghela nafasnya. "Sepertinya aku harus melihat Lexa hari ini." Monolog nya.
Sementara itu tempat yang berbeda, terlihat Lexa tengah duduk di kursi rodanya. Tatapannya tidak lepas dari sosok laki-laki yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Kapan dia akan sadar?" Lirih Lexa yang disebar oleh suster pribadinya.
"Dokter tidak bisa menebak kapan pasiennya akan sadar nona. Tapi setau saya, pasien sadar tergantung dari keinginannya sendiri. Jika keinginan hidupnya kuat, makan presentase pasien sadar semakin kuat. Namun jika keinginan pasien untuk hidup lemah, maka anda tau sendiri jawabannya."
Melihat keterdiaman Lexa, membuat sang suster sedikit gelagapan. Apakah dia salah bicara? "Tapi nona jangan khawatir. Kekasih nona pasti akan sadar. Mungkin malam ini atau besok. Jadi, sekarang nona harus fokus dengan kesehatan nona terlebih dahulu. Agar nanti jika kekasih nona sadar, nona sudah dalam keadaan fresh dan sudah lebih baik."
Lexa mengangguk. Memang benar apa yang dikatakan oleh suster pribadinya. Lexa harus pulih sebelum Elden sadar. Jika Elden tau jika kondisinya seperti ini, pasti Elden akan sedih dan menyalahkan dirinya sendiri. "Iya. Aku harus sembuh." Jawab Lexa dengan semangat. Tekad dan keyakinan dirinya tiba-tiba datang. Semangat yang sempat hilang kini kembali lagi. "Aku harus sembuh. Aku harus sehat lagi." Walaupun sebenarnya Lexa masih mengingat jelas bagaimana peristiwa itu terjadi. Lexa masih mengingatnya dengan jelas. Apa saja yang dilakukan Bram pada dirinya membawa trauma tersendiri bagi Lexa. Namun untuk sekarang, Lexa ingin melupakannya sejenak. Lexa harus bangkit lagi.
Suster pribadinya tersenyum ketika melihat Lexa kembali semangat lagi. "Sekarang kita makan siang nona. Setelah itu kita beristirahat. Tubuh nona juga perlu beristirahat." Ujar sang suster yang disetujui oleh Lexa.
"Baik." Jawab Lexa. Setelah itu Lexa keluar dari ruangan dengan suster pribadinya. Kursi rodanya di dorong. Sedangkan Lexa duduk dan bersandar di kursi rodanya. "Aku akan sembuh El. Cepatlah sadar, agar kita bisa bermain dan jalan-jalan lagi. Aku rindu dengan mu." Ujar Lexa. Kepalanya menoleh untuk melihat kekasihnya sebelum pintu ruangan tertutup. "I love you Elden Crishtian. I will wait for you. Hurry up and get up, okay? Don't sleep too long. I miss you."
Tanpa mereka ketahui, dari sudut mata Elden terlihat mengeluarkan air mata. Perlahan air mata itu jatuh, menetes membasahi bantalnya.
Di alam lain terlihat sosok laki-laki tengah berdiri di ruangan gelap tanpa cahaya yang perlahan berubah menjadi warna putih dan bercahaya setelah mendengar suara perempuan yang ia cintai. "Wait for me, honey. Soon, I will come back in your arms again. I love you. And I'm sorry I couldn't take care of you."
***
__ADS_1
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1