PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
118. Menangkap Keanehan (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Dari kejauhan Elden melihat perempuan yang ia cinta. Ada rasa rindu yang menyelimuti perasaanya. Sebenarnya Elden ingin datang dan menyapa perempuan yang ia cinta. Namun, situasi masih belum terasa aman. Elden tidak bisa bertindak gegabah. "Sabar. Sebentar lagi aku akan datang untuk memiliki kamu." Ucapnya di dalam hati. Sedangkan tangannya tengah asik di peluk Mita. "El, bagaimana kalau kita jalan-jalan setelah pulang sekolah?" Tanya Mita.


"Tidak. Aku ada urusan." Tolak Elden dengan dingin.


Mita langsung menatap tidak suka ke arah Elden. Helaan nafas langsung lolos dari mulutnya. "Urusan apa lagi El? Kenapa kamu sekarang tidak ada waktu untuk ku?" Tanya Mita dengan menatap ke dua bola mata tajam milik Elden.


Elden sudah malas menanggapi nya. Alhasil, Elden hanya diam tanpa merespon apa yang di katakan Mita.


Mood Mita seketika anjlok begitu saja. Di cueki oleh laki-laki yang ia cinta membuat harga dirinya sebagai wanita terinjak-injak. "Aku tidak akan kalah dengan perempuan yang baru mengenal Elden." Kata Mita di dalam hati. Namun, Mita juga merasa heran, biasanya Elden akan menatap atau memperhatikan Lexa secara terang-terangan. Akan tetapi Elden terlihat sangat berbeda dari sikapnya. Sementara tatapan Elden ke Lexa masih tetap sama. Bahkan Mita dapat mengetahui nya meskipun hanya melalui tatapan Elden ke Lexa.


Memang benar faktanya kata pepatah jika iri adalah tanda tidak mampu. Seperti yang sedang Mita alami sekarang. Padahal Mita juga ingin merasakan hal itu. Meskipun hanya sedikit.


Bel pelajaran selanjutnya telah berbunyi. Hal itu menjadi tanda jika jam istirahat telah berakhir.


Semua siswa-siswi yang berada di kantin langsung bergegas untuk kembali ke dalam kelas nya masing-masing.


Baru saja Mita ingin kembali bersama Elden, tapi Elden memilih bangkit dari duduknya terlebih dahulu tanpa menunggu nya. "El kamu mau kemana?" Tanya Mita dengan menatap punggung lebar milik Elden.


Elden langsung menghentikan langkah kakinya. "Jangan ikuti aku Mit." Ujar Elden dengan nada bicara yang terkesan dingin.


Ke dua tangan Mita langsung mengepal erat.  Mulut nya diam membisu. Tidak ada sepatah kata apapun yang keluar dari dalam mulutnya.


Lexa yang melihat hal itu sekilas merasa heran. Entah kenapa ada perasaan yang sedikit mengganjal di hatinya. Namun Lexa berusaha mengabaikannya dan kembali mendengar perkataan Bram yang sedang sibuk mengoceh.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Bram dan Lexa telah sampai di depan pintu kelas Lexa.


Ada banyak siswa-siswi yang berlaku lalang di koridor kelas. Ada juga yang sedang keluar dan masuk ke dalam kelas.


"Belajar yang pintar ya. Jangan makan di dalam kelas terus." Kata Bram mengingatkan kekasihnya.


Lexa mengangguk kan kepalanya. Menurut dengan perkataan Bram. "Siyap captain!" Jawab Lexa dengan semangat empat lima. Setelah itu Bram mencubit gemas puncak hidung  Lexa yang mungil.


Lexa lagi-lagi langsung tersenyum. "Apaan si." Dengan memasang wajah yang sedikit galak, Lexa mengatakan nya.


"Yasudah aku kembali ke dalam kelas ku dulu. Nanti kalau pulang sekolah aku jemput kesini lagi." Ucap Bram dengan lembut. Di tatapnya penuh cinta wajah kekasihnya. Tak jarang teman kelas Lexa merasa iri dengan Lexa. Lexa benar-benar perempuan yang beruntung karena stelah mendapatkan seorang Bram Alexander.


"Iya sayang ku."


Seketika Bram langsung tersenyum dengan ke dua pipi yang mulai memerah. Merasa salah tingkah karena perkataan Lexa tadi. Meskipun hanya kata biasa menurut orang lain. Namun hal itu menjadi kata yang luar biasa untuk dirinya.


"Aku kembali ke kelas. Bye." Pamit Bram lalu berjalan pergi. Sedangkan Lexa masih tetap setia berdiri di tengah pintu.


"Pengumuman-pengumuman."


Suara teriakan dari ketua kelas membuat semua siswa-siswi kelas 11 IPS 2 langsung memperhatikan ketua kelas. Begitu juga dengan Lexa.


"Hari ini kita jam kosong. Mr. Arm tidak memberi kita tugas sama sekali. Hanya saja kita di suruh mempelajari materi baru Minggu depan yang akan kita bahas bersama. Kalian boleh ke kantin asal hanya tiga orang saja dan itupun harus gantian ya." Kata sang ketua kelas memberi arahan teman kelasnya. "Satu lagi. Dilarang ramai."


Semua siswa-siswi langsung mengangguk setuju. Menurut dengan apa yang dikatakan ketua kelas.


Lantas Lexa langsung kembali ke tempat duduknya. Kepalanya ia sandarkan di atas meja. "Hufft." Helaan nafas terdengar. "Tunggu sebentar." Monolog Lexa pada dirinya sendiri ketika baru menyadari sesuatu. "Kan aku pulangnya dengan Ayah." Tubuhnya kembali tegak. Salah satu tangan nya menepuk pekan jidat lebarnya. Lantas tidak menunggu lama lagi, Lexa langsung mengeluarkan ponsel nya. Jemari dengan lincah membuka lock screen ponselnya.


Lexa : Aku pulang bersama Ayah hari ini Bram. Kan aku tadi berangkat bersama Ayah. Maaf aku baru ingat tadi 😭


Dan send. Pesan langsung terkirim.


Sementara itu kini Elden tengah berjalan sendirian ke gudang belakang sekolah.


Ke dua bola matanya yang tajam menatap sekelilingnya.


Dan

__ADS_1


Bug


Punggungnya di pukul dari arah belakang. Elden yang tidak menyadari kehadiran orang lain langsung membalikkan badannya.


"Akhirnya kau muncul sendiri." Ujar Elden dengan menatap seorang laki-laki yang memakai pakaian serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya. "Apakah enak bekerja di bawah kuasa Ayah ku?" Tanya Elden dengan tersenyum remeh.


Mengabaikan perkataan Elden tadi, maka dia hanya mengatakan apa yang ia perlu di katakan. "Tidak perlu banyak bicara. Tuan Chayden ingin kau segera menemuinya."


"Tanpa kau suruh nanti aku akan menemuinya." Jawab Elden.


"Anggap saja pukulan itu impas karena kau juga memukul ku waktu itu."


Setelah mengatakan hal itu sosok itu langsung berjalan pergi. Meninggalkan Elden dengan ke dua tangan yang mengepal erat.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2