PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
34. Persiapan Rapat Perusahaan (Season 3)


__ADS_3

"Hufft.." Elden menghela nafasnya pelan. Jam telah menunjukkan pukul 12 pagi. Hari ini adalah hari Senin, hari dimana orang-orang mulai beraktivitas kembali seperti biasa. Oh iya, Elden sekarang sudah berada di ruang kerja pribadinya.


"Makanan istri ku memang tidak pernah mengecewakan." Ujar Elden memuji masakan Lexa. Elden baru saja selesai memakan bekal yang dibawakan istrinya tadi pagi. Sebenarnya bekal yang Elden makan tadi merupakan bekal untuk makan siang nanti. Akan tetapi, karena Elden yang sudah tak sabar, lantas langsung memakannya hingga habis. "Perutku terasa penuh." Gumamnya pelan sambil duduk bersandar di kursi kerjanya.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara pintu diketuk pelan. Elden lantas langsung menegakkan tubuhnya. "Masuk." Titah Elden sambil merubah posisi duduknya.


"Baik Tuan." Jawab Laura dari pintu luar. Dengan menggunakan kemeja warna putih dan rok di atas paha warna hitam, membuat penampilan Laura semakin mengagumkan.


Kening Elden berkerut. Tatapannya jatuh ke arah penampilan Laura yang terlihat...


"Tuan, saya di tugaskan untuk membantu anda menyiapkan Rapat Perusahaan di hari Senin mendatang." Lapor Laura sopan. Rambutnya yang panjang tergerai indah.


Elden memalingkan wajahnya ketika tanpa disengaja kedua bola matanya menatap dada milik Laura. "Baiklah. Jadi ada beberapa hal yang harus keu kerja kan." Ujar Elden dingin.


Tubuh Laura meremang seketika. Sungguh, suara dari pria dihadapannya sangat sexy dan panas. "Baik tuan." Jawab Laura. Kedua kaki jenjangnya melangkah mendekat ke arah meja Elden. Tepat di hadapan meja Elden, Laura berdiri. Sedangkan Elden mulai menjelaskan apa saja hal-hal yang harus Laura kerja kan.


"Jadi, apa kau sudah mengerti Laura?" Tanya Elden. Pandangannya bertemu dengan kedua bola mata hitam legam milik Laura. Kedua bola mata yang hampir sama seperti perempuan masa lalunya dulu.


"Iya Tuan. Saya mengerti. Oh iya Tuan, ada beberapa poin yang belum saya mengerti. Apa boleh saya meminta bantuan anda?" Tanya Laura ragu. Bahkan kini kedua pipinya mulai bersemu merah.


"Hm.." Elden tidak tau harus menjawab apa. Hm bisa iya, bisa juga tidak.

__ADS_1


Laura tersenyum ceria. Menampilkan deretan giginya yang rapi dan bersih. "Terimakasih Tuan." Ucap Laura sambil membungkuk sopan. Tubuhnya kembali tegak. Kedua tangannya sibuk memegang iPad. "Tuan, lima menit lagi jam makan siang. Apa boleh saya meminta waktu anda sebentar Tuan? Saya ingin menanyakan mengenai beberapa poin penting untuk Persiapan Rapat nanti."


Elden mengangguk. "Kau bisa menemui ku di kantin Perusahaan. Kau bisa kesana terlebih dahulu. Sebentar lagi aku akan kesana." Ujar Elden yang langsung diangguki Laura.


"Baik Tuan. Saya mengerti." Jawab Laura semangat. "Saya permisi." Pamitnya sebelum pergi.


Setelah kepergian Laura, Elden memijat pangkal hidungnya pelan. "Hakzim." Elden bersin. Mulut dan hidungnya ia tutupi menggunakan kedua telapak tangannya. Saat ingus akan keluar, Elden menyedotnya agar masuk ke dalam. "Sepertinya aku masuk angin gara-gara olahraga malam bersama Lexa." Gumamnya pelan.


"Garvin, Garvin." Teriak Lexa tidak mendapati putranya. Kakinya yang jenjang berlari menuju dapur. Rasa khawatir menyelimuti Lexa. Semua bermula ketika Lexa akan menidurkan Garvin. Tapi, bukannya Garvin yang tertidur malah Lexa yang tertidur. "Garvin, kamu dimana?" Teriak Lexa. Air matanya mulai menetes. Lexa takut jika terjadi sesuatu dengan Garvin.


"Mommy." Dengan mengucek kedua bola matanya Garvin menatap wajah Mommy-nya. "Galvin disini Mom." Ujarnya fasih berbicara.


Tubuh Lexa berbalik. Direngkuhnya tubuh Garvin lalu dipeluk erat. "Kakak kemana saja? Mommy khawatir." Bisik Lexa lembut. Punggung Garvin ia usap lembut.


Garvin menatap wajah Mommy-nya. Tangannya yang mungil mengusap air mata Lexa. "I'm sorry Galvin Mom. I'm sorry Galvin made Mommy worry and cry." Lirih Garvin lalu membalas pelukan Lexa. "Hiks! forgive Galvin for being naughty Mom. Galvin won't be naughty, Hiks!" Isak-nya. Tangisnya pecah memenuhi sepenjuru ruangan dapur.


Garvin mengangguk. Yes Mommy. Boys have to be strong and can't be whiny."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2