
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Hai semuanya. Bagaimana kabar kalian hari ini? Sudahkah kalian bersyukur hari ini? Jangan lupa sarapan ya cantik :-) - Elden Crishtian
...Happy Reading 🥳...
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya El?"
"Kita habisi dia dengan cara yang tenang tanpa dicurigai. Kita akan melakukannya dengan tenang tanpa memancing kecurigaan. Kita juga tidak perlu menunggu dia bergerak. Lebih baik kita bergerak terlebih dahulu. Kalau memang benar jika sosok Ruddin adalah Bram, maka kita harus bermain dengan hati-hati. Bram yang kita kenal dulu sangat berbeda dengan Bram yang kita kenal sekarang. Dan jika kemunculan dirinya menunjukkan sebuah progress yang sangat cepat, maka kita juga harus menunjukkannya dengan cara yang berbeda."
Setelah melakukan pembicaraan serius dengan Rafael di sebuah Cafe, sekarang Elden akan pergi ke kampusnya untuk berkuliah. Mengingat jika hari ini Elden memiliki jadwal untuk menjemput kekasihnya di kampus sekaligus mempunyai jadwal untuk mata kuliah selanjutnya.
Dengan menggunakan mobil sport miliknya Elden mengendarainya dengan santai. Sesekali Elden ikut menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri mengikuti irama lagu yang terdengar dari luar.
Lagu yang Elden sukai adalah lagu yang mempunyai ketukan irama yang kuat seperti lagu atau music yang ada di Club malam yang dulu sering ia kunjungi.
Tidak lama kemudian, akhirnya Elden telah sampai di Universitas nya. Hampir sepuluh menit lamanya Elden menghabiskan waktunya di perjalanan.
"Gila! Elden selalu tampan!" Puji salah satu perempuan yang melihat kedatangan Elden.
"Elden memang selalu tampan. Dulu waktu di Senior High School aku satu sekolah dengan Elden. Elden memang selalu tampan dan menjadi siswa populer. Namun sayang, dia sudah mempunyai kekasih." Sahut salah satu temannya yang dulu satu sekolah dengan Elden. Teman seangkatan Elden sekaligus teman satu kelas Elden dulu.
"Oh, nama perempuan itu Lexa Ardola kan? Mahasiswi jurusan Sejarah kan?" Sahutnya yang diangguki oleh kedua temannya.
"Iya. Perempuan populer karena kecantikannya."
Elden dengan santai berjalan melewati lorong-lorong kampus. Sesekali Elden melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Elden."
Panggilan dari arah belakang tubuhnya membuat Elden langsung menghentikan langkah kakinya. Tubuhnya berbalik dan tatapannya jatuh ke arah perempuan yang memanggil namanya. "Iya sayang?" Jawab Elden menjawab sapaan dari Lexa. Ternyata yang memanggil Elden tadi adalah kekasihnya.
Lexa tersenyum. Wajah sembab habis menangis berganti menjadi senyuman kebahagiaan. "Kamu mau langsung masuk ke dalam kelas? Katanya tadi si kelas kamu tidak ada dosen. Dosen kamu sedang ijin." Ucap Lexa. Ya, tadi Lexa tanpa sengaja mendengar percakapan salah satu teman Elden.
Ivy yang berada di sebelah Lexa lantas mengangguk. "Benar apa yang dikatakan Lexa tadi. Tapi lebih baik kau cek terlebih dahulu." Kata Ivy sambil menatap kagum ke arah wajah Elden. "Ingat Ivy! Dia kekasih dari teman kamu sendiri!" Tekannya dalam hati.
Elden sedikit menimang-nimang. "Aku cek lebih dulu sayang. Takut ada perubahan. Kamu bisa menunggu ku di taman atau di kantin."
__ADS_1
Lexa mengangguk mengerti. "Aku mau antar Ivy ke Resepsionis untuk membayar biaya semester. Nanti akan aku akan menghubungi kamu lagi."
"Hm."
Setelah itu Lexa melambaikan tangannya ke arah Elden. Elden membalas lambaian tangan Lexa dengan senyuman yang hampir tak terlihat.
"Itu serius pacar kamu kan Lexa?" Tanya Ivy meyakinkan diri. Karena menurut penglihatan Ivy, Elden terkesan dingin dengan Lexa.
"Iyalah Ivy, Elden itu kekasih ku. Apa kurang jelas?" Sahut Lexa sambil memeluk lengan Ivy. Tubuhnya yang pendek membuat Lexa terlihat mungil ketika bersebelahan dengan Ivy yang mempunyai tubuh tinggi dan berisi.
Ivy memutar kedua bola matanya malas. "Iya iya, Elden memang kekasih kamu Lexa. Hanya saja aku melihat dia sedikit cuek sama kamu. Aura sayang nya tertutup dengan rasa cueknya." Ucap Ivy menyampaikan pendapatnya.
Lexa melepas pelukannya di lengan Ivy. Kemudian berjalan disebelah Ivy. Tatapannya lurus ke depan. "Elden memang terlihat cuek jika ada temannya. Tapi kalau aku berdua sama Elden, sifat manjanya dia keluar. Dia seperti bayi besar."
"Apa? Cowok dingin dan cuek seperti Elden bisa manja juga?" Ibu hampir dibuat terjungkal dengan perkataan Lexa tadi.
Lexa mengangguk, menginyakan. "Elden itu Psycopath bucin." Lirih Lexa.
"Kalau bucin, Elden memang sudah terlihat jelas dari sikapnya saat sama kamu. Bagaimana cara dia menyikapi interaksi antara kamu dengan lawan jenis saja sudah seperti itu. Bagaimana jika Elden tau jika kamu sekarang satu kelas dengan mantan kekasih mu. Aku yakin dan berani bertaruh, Gunung aktif akan ikut meledak karena kecemburuan Elden."
Deg
"Jangan bilang kamu baru mengingat nya Lexa." Tebak Ivy tepat sasaran.
Melihat keterdiaman Lexa membuat Ivy reflek menepuk jidatnya. "Ya ampun!" Sungguh, Ivy dibuat gemas dengan temannya ini. "Apa kamu mau kembali dan menyusul Elden?"
"Nanti saja. Sekarang aku akan mengantar kamu terlebih dahulu. Setelah itu aku akan menyusul Elden."
"Kita harus bergegas."
Dengan langkah seribu, Lexa dan Ivy segera menunjuk ke resepsionis untuk melakukan pembayaran.
Sementara itu, Elden tengah berjalan kembali. Benar apa yang dikatakan oleh Lexa dan temannya jika hari ini mata kuliah Elden kosong. Di ganti tugas yang harus diselesaikan hari ini juga.
Tap..
Tap..
Tap..
__ADS_1
Derap langkah di hadapannya membuat Elden menghentikan langkahnya. Derap langkah yang terdengar familiar di Indra pendengarannya.
Bram dengan seringai yang tersemat di bibirnya melangkah melewati Elden begitu saja. "Kita bertemu lagi Elden Crishtian."
Spontan, Elden langsung menoleh. Melihat tubuh tegap yang dulu pernah menjadi anak buahnya. "Bram Alexander. Berani-beraninya kau muncul dihadapan ku lagi!" Desisnya pelan. Meskipun Bram tidak menyapanya, tetap saja, dari pandangan yang Bram layangkan ke arahnya berisi sebuah siratan arti tersembunyi yang hanya diketahui oleh dirinya seorang.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1