
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Jam telah menunjukkan pukul satu dini hari. Lexa telah selesai melakukan rutinitas mandinya. Tubuhnya terasa lebih segar daripada sebelumnya. Pikiran nya juga sudah lebih tenang dan jernih daripada sebelum nya.
Rambutnya ia keringkan dengan hair dryer yang tersedia di dalam kamar mandi. Baju Elden juga telah melekat sempurna di tubuhnya. Walaupun terlihat lebih kebesaran. Namun hal itu membuat kesan Lexa terlihat lebih cantik dan imut.
Setelah mengeringkan rambutnya lantas Lexa menyisir rambutnya. Lalu, ia cepol ke atas memperlihatkan leher jenjang nya yang putih dan bersih itu.
"Hufftt.." Lexa menghela nafasnya pelan. Yang ada dipikirannya sekarang bagaimana Lexa bersikap ke Elden, kakak kelasnya itu?
Tok Tok Tok
"Lo mandi apa lagi tidur?"
Tubuh Lexa langsung berbalik dan melihat pintu kamar mandi yang telah ia kunci.
"Jawab pertanyaan gue!" Ujar Elden di depan pintu kamar mandi. Ada perasaan khawatir yang menyelimutinya. Elden takut jika Lexa melakukan hal yabg tidak-tidak atau hal yang membahayakan dirinya sendiri.
"Lagi menyisir rambut El. Ini gue baru selesai mandi." Jawab Lexa dari dalam kamar mandi.
Elden bernafas lega. "Gue tunggu lo di ruang makan. Jangan lama-lama di dalam kamar mandi." Titah Elden dengan suara yang tegas.
"Iya." Jawab Lexa singkat. Tunggu sebentar, sejak kapan Lexa nurut dengan Elden?
__ADS_1
Setelah di rasa telah selesai, lantas Lexa segera keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju ruang makan. Tempat dimana Elden tengah menunggunya sekarang.
Benar saja, baru saja Lexa melangkah masuk ke dalam ruang makan, di sana ada Elden yang audah menunggunya di meja makan dengan posisi duduk menghadap nya. Pandangan mereka terkunci satu sama lain. Elden yang di buat jatuh berkali-kali dalam pesona kecantikan Lexa, sedangkan Lexa di buat bertanya-tanya, siapakah Elden yang sebenarnya? Dan seperti apa sosoknya yang sebenarnya?
Kepalanya menggeleng pelan. Berusaha menghilangkan pikiran nya yang tidak-tidak. Elden yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Merasa gemas dengan apa yang di lakukan oleh perempuan yang ia cintai itu.
Langkahnya yang kecil itu mulai berjalan menghampiri Elden. Ditariknya kursi yang duduk berhadapan dengan Elden. Tidak mungkin juga kan Lexa mengambil duduk di sebelah Elden? Bisa-bisa Elden besar kapala.
"Makan." Titah Elden dengan menatap wajah Lexa.
Kening Lexa berkerut. Di lihatnya makanan simple yang telah tersedia di meja makan yaitu seporsi beef teriyaki, makanan favoritnya.
"Hm." Jawab Lexa dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
Dimakan nya makanan itu dengan tenang. Begitupun juga dengan Elden yang memakan makanannya.
"Lo masak sendiri makanan ini?" Tanya Lexa yang tiba-tiba ingin tau mengenai hal itu.
Elden mengangguk. "Iya gue masak sendiri." Jawab Elden dengan singkat.
Yang awalnya Elden akan meminum minuman nya langsung terhenti. "Iya itu ayah gue." Jawab Elden dan setelah itu meminum minuman nya.
"Kenapa lo tinggal sendirian?" Tanya Lexa lagi. Lexa tau jika pertanyaan nya mulai masuk ke dalam dunia Elden. Namun, Lexa juga ingin mengetahui keadaan Elden sebenarnya. Entah perasaan darimana, Lexa merasa jika Elden adalah sosok penyendiri yang sulit tersentuh.
"Bukan urusan lo."
Helaan nafas keluar dari mulut Lexa. Sudah Lexa duga jika kakak kelasnya ini tidak akan memberitahunya.
"Lo tidur di kamar tamu." Ucap Elden sambil membersihkan sisa makanan di mulutnya dengan menggunakan sapu tangan.
Lexa menggeleng. "Aku tidur di ruang tengah saja." Ujar Lexa menanggapi perkataan Elden. Lexa yang merasa haus lantas meminum minuman nya hingga habis tak tersisa.
"Baiklah kalau itu mau lo." Elden bangkit dari duduknya. Namun langkahnya langsung terhenti tepat berada di samping Lexa. "Jangan pergi kemana-mana tanpa seijin gue. Gue tidak mau lo melihat apa yang seharusnya tidak boleh lo liat."
Lexa menelan air ludahnya kasar. Merasa tir-intimidasi dengan perkataan Elden tadi. Akan tetapi Lexa masih berusaha positif thinking. Namun tidak lama kemudian cerita Cheryl tadi terngiang-ngiang di memori ingatannya. Hal itu semakin membuat Lexa berfikir dua kali lipat. "Jadi perempuan yang baik Lexa." Ujar Lexa di dalam hatinya.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu ke Lexa, lantas Elden berjalan meninggalkan Lexa sendirian di meja makan.
Di piring Lexa masih tersisa sedikit lagi. Alhasil Lexa memutuskan untuk menghabiskan seporsi makanan nya hingga tak tersisa.
Rasa kenyang dan mengantuk mulai menghampirinya. "Baiklah waktunya tidur Lexa. Tapi sebelum ini kamu beresin dulu bekas piring mu." Sudah menjadi hal yang biasa jika Lexa berbicara sendiri tanpa ada lawan bicaranya. Menurut Lexa berbicara sendiri lebih menyenangkan kecuali jika bersama teman terdekatnya.
Lexa bangkit dari duduknya dan segera mengemasi piring nya dan piring Elden. Lalu, di bawanya piring itu ketempat cucian piring dan langsung Lexa cuci. Setidaknya Lexa masih tau malu dan tau aturan ketika berada di rumah orang. Bukan malah langsung pergi tanpa mau mencucinya terlebih dahulu.
"Akhirnya selesai semua." Jemarinya yang lentik itu menyeka keringat yang berada di dahinya. "Apa mama sudah tidur?" Kata Lexa dengan kepala yang menunduk. "Besok aku harus pulang." Dengan tekat yang bulat Lexa mengatakannya. Diletakkannya piring yang telah ia cuci di rak piring. Tidak lupa juga Lexa mencuci kembali kedua tangannya dengan air yang mengalir. Dirasa cukup lantas Lexa segera berjalan ke ruang tengah. Lampu telah di matikan. Di sofa panjang itu sudah tersedia bantal, guling dan selimut. "Pasti Elden yang menyiapkannya." Kata Lexa sambil duduk di sofa itu. Lalu dibaringkannya tubuhnya ke sofa itu sambil berkata "Good night Bram."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..