
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi semuanya. Part kali ini, Author ngetiknya waktu tengah malam nih yaitu pukul 00.28 WIB :-) Hehehe, rajin banget ya? Iya dong! Dengan bismillah, semoga novel-novel aku menjadi novel Best Seller dan segera dibukukan dan difilmkan. Amiin yra ❤️ - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading 🥳...
- Hari kematian Ayu
"Iya Ma. Mama bisa tidur sekarang. Kita tidur yuk. Mama pasti lelah kan?" Tanya Lexa. Tubuhnya berbalik menghadap ke arah Mamanya. Di peluknya tubuh Ayu dari samping. Terasa hangat dan menyejukkan bagi Lexa.
Ayu tersenyum samar mendengar celotehan putrinya. "Iya nak. Mama lelah. Mama istirahat dulu ya?" Terdapat tersirat sebuah pesan dari ucapannya barusan. Namun, Elden dan Lexa berusaha meyakinkan diri jika apa yang feeling mereka rasakan hanya ke khawatiran semata.
Lexa mengangguk pelan. Sementara, wajah cantiknya ia tenggelamkan di lengan Mamanya. Lexa menyembunyikan wajahnya dari Mamanya. Perlahan buliran kristal mulai jatuh membasahi wajah Lexa.
"Good night anak-anak Mama." Lirih Ayu. Nafas Ayu mulai tersenggal berat. Butiran keringat mulai membasahi wajah cantik rupawan yang ia miliki.
Elden terdiam di posisinya sekarang. Elden tidak berani untuk bergerak sedikit pun. Dan kini Elden menutupi wajah miliknya dengan menggunakan salah satu tangannya. "Selamat tidur Ma." Ujar Elden dalam hati.
Kedua pelupuk mata Ayu mulai tertutup secara perlahan. Air mata yang tadi ia tahan mulai meluncur bebas. "Selamat tinggal nak. Mama menyayangi kamu nak." Lirihnya pelan. Jemarinya memegang tangan putrinya yang melingkar di perut nya. Sementara salah satu tangannya bergerak memegang pergelangan tangan Elden.
Merasakan tangan dingin milik Ayu, seketika membuat Elden mematung. Salah satu di pegang dan di arahkan menuju tangan kekasihnya.
Ayu tersenyum samar. Tangan Elden dan Lexa telah ia satukan. "Jaga putri Mama nak."
Dan Ayu mulai memejamkan kedua bola matanya. Buliran kristal jatuh membasahi ujung pelupuk matanya. Detak jantung yang awalnya berdetak secara perlahan-lahan mulai berhenti. Hembusan nafas hangat mulai menghilang.
Ayu telah tiada.
Lexa terdiam mematung. "Hiks! Hiks!" Tangisnya pecah. "Mama!" Lexa semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Ayu yang sudah tidak lagi bergerak.
Elden memejamkan kedua bola matanya. Tangannya mengepal erat. Lagi-lagi Elden harus kehilangan orang yang ia sayangi.
Jeritan pilu terus terdengar disebelahnya. Ya, di sana kekasihnya tengah menangis.
"Hiks! Mama. Mama. Kalau Mama pergi, Lexa sama siapa Ma?!" Jerit Lexa. Air mata semakin deras membasahi kedua bola matanya. Tubuhnya bergetar hebat.
Elden menangis dalam diam. Mulutnya bungkam tak bersuara. "Mama tenang disana. Elden akan jagain Lexa seperti Mama menjaga Lexa. Elden akan memenuhi permintaan Mama. Elden tidak akan pernah ninggalin Lexa sendirian." Tubuh Elden berbalik. Dipeluknya tubuh Ayu yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri. "Tidur nyenyak Ma." Bisik Elden.
Lexa menggeleng kuat. Masih tidak menerima kepergian Ayu. "Ma!" Jerit Lexa. Lantas Lexa bangun dan duduk disebelah Mamanya. Tatapannya tidak lepas dari wajah Ayu yang terlihat tenang seperti tertidur pulas. "Hiks! Hiks! Hiks!" Kepalanya menunduk. Tidak kuasa melihat wajah Ayu. "Mama. Mama. Mama." Tangisnya tidak berhenti disepanjang malam. Jemarinya megenggam tangan kanan Ayu yang lemah dan mulai termakan usia. Lexa baru menyadari jika tangan Mamanya mulai keriput. Mamanya sudah tak lagi muda.
__ADS_1
Tangisnya semakin pecah melihat tangan Mama nya.
Tangan ini lah yang selalu membelai rambut panjangnya.
Tangan inilah yang selalu mengusap air matanya ketika Lexa menangis.
Tangan ini lah yang selalu menyiapkan makanan untuknya.
Tangan inilah yang rela membanting tulang untuk membiayai kebutuhannya.
Tangan ini lah yang selalu megenggam nya memberikan kehangatan.
Tapi sekarang..
"Hiks! Engga! Mama ngga boleh pergi! Mama ngga boleh ninggalin Lexa sendirian. Mama janji akan nemenin Lexa wisuda! Mama janji akan menuntun putri Mama di altar pernikahan!"
"Hiks! Hiks!"
Isakan tangis semakin terdengar memilukan. Cahaya malam menyinari keduanya. Hati Elden ikut teriris sakit melihat kekasihnya.
"Mama bangun ya." Tubuh Lexa membungkuk. Kepalanya ia sandarkan di dada Mamanya. "Mama bangun ya? Kita besok akan jalan-jalan bareng. Kita akan makan di Cafe lagi sama-sama. Kita akan foto bareng lagi. Jadi, Mama bangun ya? Tungguin Lexa pulang sekolah. Besok Lexa janji akan pulang cepat." Lirihnya pelan. "Ini cuman mimpikan Ma?"
Lexa tertidur karena kebanyakan menangis. Lexa menganggap jika ini semua hanya mimpi belaka. "Besok, Lexa bangun, Mama harus ngomel-ngomel lagi ya. Lexa tiba-tiba rindu."
Patah hati terbesar seorang anak adalah ditinggalkan oleh orangtuanya.
Air mata Elden tidak berhenti untuk menangis. Tangannya mengepal erat. Perkataan Ayu terngiang di ingatannya.
"Mama percayakan putri Mama sama kamu nak. Mama percayakan anak kesayangan Mama sama Elden. Jaga baik-baik anak Mama seperti Mama menjaganya."
"Mama titipkan Lexa pada mu El. Tolong jaga putri Mama ya?"
"Elden sebenarnya anak baik. Hanya saja Elden lagi sakit kan? Jadi sini peluk Mama nak. Terkadang pelukan bisa memberikan ketenangan. Meskipun tidak bisa menyembuhkan luka di hati Elden, setidaknya Mama bisa memberikan ketenangan buat Elden."
"Menangis lah nak. Tidak apa-apa. Tumpahkan semua rasa sakit kamu nak."
Cukup. Elden tidak kuat. Tubuhnya menyerah. Isakan tangsi terdengar. Tubuhnya berbalik menghadap Ayu. Di peluknya tubuh Ayu. Wajahnya ia tenggelamkan di bahu Mamanya.
"Elden jangan merasa sendiri. Disini ada Lexa dan Mama yang nemenin Elden. Elden bisa kapan pun datang ke rumah. Elden boleh menginap di rumah ini. Mama sudah menganggap Elden anak Mama sendiri."
"Elden juga sayang Mama." Bisik Elden. "Selamat tidur Ma. Terimakasih sudah mau menerima Elden dengan baik. Terimakasih sudah menyayangi Elden."
__ADS_1
Semuanya jatuh tertidur.
Disana, disudut ruangan Ayu melihat anak-anaknya yang memeluk tubuhnya.
"Jaga baik-baik anak Mama nak."
Kemudian tatapannya beralih ke arah Lexa yang tertidur sambil menyandarkan kepalanya di dadanya. "Jangan menangis lagi putri Mama. Berbahagialah nak. Mama akan selalu ada disebelah mu. Mama akan selalu menemani kamu nak."
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1