PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
19. Kilasan Masa Lalu Kematian Ayu (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Selamat pagi semua. Bagaimana kabar kalian hari ini? Sudah makan? Jangan lupa istirahat ya cantik. Kesehatan juga penting buat kamu. Satu lagi, jangan telat makan dan jaga pola makan ta :-) - Elden Crishtian



...Happy Reading 🥳...


Satu tahun lalu..


H-4 Kematian Ayu..


"Mama, Lexa berangkat sekolah dulu ya." Pamit Lexa sambil mencium pipi Ayu.


Ayu menatap lekat putrinya yang semakin tumbuh dewasa. "Iya sayang. Hati-hati ya. Jangan lupa kabarin Mama kalau ada apa-apa. Pulang sekolah langsung pulang. Jangan langsung main." Ujar Ayu menasehati putrinya.


Lexa mengangguk patuh. Sudah menjadi kebiasaannya untuk mengabari Mamanya ketika pulang terlambat. "Iya Ma." Sambil memegang pegangan ranselnya, Lexa melambaikan tangan ke arah Mamanya yang sedang berdiri di tengah pintu.


Di sana, di belakang putrinya ada sosok laki-laki lain yang sedang menunggu. Dia adalah Elden Crishtian, kekasih putrinya.


"Ayuk El." Sambil membetulkan rambut pirangnya, Lexa mengajak Elden untuk segera masuk ke dalam mobil. Mengingat jika sepuluh menit lagi jam pelajaran pertama akan di mulai.


Dengan tersenyum ke arah Ayu, Elden berjalan mengitari mobil dan masuk ke dalam. Di ikuti oleh Lexa.


"Mama keliatan semakin cantik." Ujar Elden sambil memakai sabuk pengaman.


"Sudah dari dulu El. Apa kamu baru menyadarinya?" Sahut Lexa menanggapi pujian kekasihnya.


Mesin mobil dinyalakan. Elden mulai menjalankan mobil sport miliknya. "Tapi aku melihat aura Mama berbeda dari sebelumnya sayang. Mama terlihat semakin cantik daripada sebelumnya." Ada rasa kekhawatiran yang tak beralasan tiba-tiba menghampiri Elden. Elden seperti melihat mendiang neneknya dulu sebelum meninggal. "Jangan berfikir yang tidak-tidak Elden." Ucap Elden dalam hati.. Berusaha meyakinkan jika semuanya akan baik-baik saja.


"Iya-iya. Mama ku memang selalu cantik El. Terimakasih. Kekasih kamu ini juga tidak kalah cantik."


Elden menaikkan sebelas alisnya ketika menangkap nada cemburu dari ucapan Lexa. "Apa sekarang kamu cemburu dengan mama kamu sendiri sayang?" Tanya Elden sambil melirik sekilas ke arah Lexa yang duduk disebelahnya.


Lexa menatap lurus ke depan. Mengabadikan pertanyaan dari Elden. Di tangan kirinya memegang snack brownies kering milik Elden. Sementara mulutnya tidak berhenti untuk mengunyah.

__ADS_1


Elden yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Kekasihnya memang benar-benar menggemaskan." Pujinya dalam hati.


Sementara itu, setelah kepergian putrinya Ayu segera masuk ke dalam rumah nya dan menutup kembali pintu rumahnya. Namun, tiba-tiba Ayu dikejutkan dengan kehadiran Justin yang berdiri di belakangnya.


"Ada apa kamu datang kesini Justin?" Ayu menatap waspada ke arah Justin. Jemarinya meremas rok yang ia pakai.


Justin tersenyum tipis. "Kenapa? Apa aku tidak boleh datang kesini?" Tanya Justin tenang. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana bahan yang ia pakai. Kedua bola matanya menatap wajah perempuan di hadapannya. Dapat Justin lihat jika Ayu tidak menyukai kehadirannya sekarang. "Apa kau takut pada ku Ayu?" Tanya Justin lagi.


Jantung Ayu semakin berdetak tidak beraturan. Ketakutan selalu datang setipa kali Justin datang menghampiri. "Aku tidak takut pada mu Justin." Elak Ayu. Walaupun faktanya jelas berbalik. Ayu benar-benar takut. Apalagi setelah tau jika kepergian Bram, kematian Mita berkaitan dengan Justin, ayah kandung Lexa.


Tap..


Tap..


Tap..


Mendengar penuturan kata Ayu membuat Justin menyeringai senang. Justin bukanlah orang yang mudah di bodohi. Ketakutan jelas terlihat dari tubuh Ayu. "Kau bisa berkata tidak takut. Tapi tidak dengan kedua bola mata kamu Ayu." Bisiknya pelan tepat di telinga Ayu.


Sontak saja Ayu langsung melangkah mundur. Kedua bola matanya menatap tepat ke iris kedua bola mata Justin. "Pergi dari rumah ku Justin!" Bentak Ayu dengan nada tinggi. Keringat basa mulai membasahi dahinya. Ayu mau mengelak sudah terasa percuma.


"Kau berani mengusir ku?" Rahang Justin mengeras. Tatapannya berubah tajam. "Apa kau lupa siapa aku Ayu?" Tekannya dengan nada yang rendah. Hal itu seketika membuat tubuh Ayu merinding.


"Ingat Ayu, aku bisa menghabisi nyawa mu kapan pun yang aku mau. Aku bisa membunuh mu kapan pun." Ujar Justin. Tatapannya tidak lepas dari Ayu.


Ayu menggeleng pelan. Tatapannya berubah kosong. Ayu tidak mau mati sekarang. Ayu masih ingin bersama putrinya. Ayu ingin melihat putrinya menikah. Ayu ingin menggendong cucunya nanti. Ayu ingin menemani putrinya.


Melihat keterdiaman Ayu, membuat Justin tersenyum puas. "Jadi menurut lah Ayu. Jangan menentang ku atau nyawa mu akan mati di tangan ku."


"Ingat Ayu, jaga mulut mu. Tutuplah kedua bola mata mu. Berpura-pura lah tidak tau. Berpura-pura lah kau tidak melihatnya jika kau masih ingin hidup."


Ayu mengangguk samar. Tubuhnya terasa lemas.


"Wanita pintar. Ternyata kau masih sayang dengan nyawa mu." Desis Justin kemudian membalikkan badan dan berjalan keluar.


Tubuh Ayu merosot begitu saja. Ketakutan yeng menyergapnya tadi perlahan mulai menghilang. Nafas yang terasa menyesakan perlahan kembali normal. "Maafkan Mama nak. Maafkan Mama." Lirihnya pelan.

__ADS_1


Selama ini Ayu tau jika Justin memberikan tantangan untuk Bram dan Elden. Ayu juga tau jika Elden adalah pria Psycopath yang terobsesi dengan putrinya. Dan Ayu tau jika kematian Mita berkaitan dengan Justin. Selama ini Justin lah yang membunuh perempuan malang itu melalui kepala sekolah Lexa. Tidak hanya itu, melalui Elden, secara tidak langsung Justin lah yang membunuh Kepala sekolah itu melalui tangan Elden.


"Lindungilah Putriku Tuhan. Lindungilah ia dalam lindungan mu. Kirimkan lah ia sosok pria yang mampu melindunginya dan menjaganya. Aku tidak tau kapan kematian akan menjemput ku, jadi aku mohon, jika aku tiada nanti, tolong kirimkan sosok malaikat yang melindunginya."


Tidak selamanya Ayu menyembunyikan hal ini dari putrinya. Tidak selamanya kebusukan dari Ayah kandungnya akan tersimpan. Akan ada saatnya kebusukan dari Justin akan terungkap. Tinggal menunggu saja.


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2