
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Cengkraman Elden di baju itu semakin menguat. Otot-otot di tangannya bahkan sampai terlihat jelas. "Kau akan mati malam ini."
Sementara Bram yang berada di pintu luar tetap terus mendengarkan. Tubuhnya yang tegak itu berdiri tepat di depan pintu luar.
"Apa kau perlu bantuan ku El?" Ucap Rafael menawarkan bantuan.
"Tidak Raf. Nanti saja. Aku ingin bersenang-senang dulu. Aku akan membantu tua bangka ini agar bisa menjaga nyawanya dengan baik." Sahut Elden tanpa menoleh sedikitpun. Setelah itu Elden langsung menonjok kuat rahang itu hingga membuat kepala sekolah terkejut dengan apa yang dilakukan oleh muridnya.
"Huek!" Muntahan darah langsung keluar dari mulutnya. Pukulan keras yang dilayangkan oleh Elden tidak main-main.
"Ambilkan aku pisau lipat Raf. Aku ingin memberinya pelajaran pada mulutnya agar bisa berbicara sopan pada ku."
Dengan patuh Rafael langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh sahabatnya. Diambilnya pisau lipat yang terletak di meja. Berbagai benda tajam tersedia disana. Mulai dari kapak, palu, pisau, pistol dan benda tajam lainnya. Rafael benar-benar menyiapkan alat yang akan Elden gunakan nantinya. Bergaul bersama Elden selama beberapa tahun membuat Rafael hafal akan tabiat dan kebiasaan sahabatnya itu. Setelah mengambil pisau lipat yang dimaksud oleh Elden, lantas Rafael segera memberikan pisau lipat itu ke Elden.
Kepala sekolah yang menyaksikan hal itu langsung meronta-ronta kuat. "Apa yang akan kau lakukan brengsek?!" Umpatnya kasar tepat di depan wajah Elden yang tengah menyeringai tipis.
"Aku ingin memberimu sedikit pelajaran." Setelah itu Elden mencengkram kuat leher itu sampai memerah lebam. Dengan perlahan Elden menyobek ujung bibir sebelah kanan kesamping hingga melebar.
__ADS_1
Jeritan kesakitan mulai terdengar. "Arghhh!!!!" Kepalanya mendongak. Darah mengucur deras dari bibirnya. Sepuluh jarinya mencengkram kuat tali yang mengingatnya hingga memutih.
"Kenapa berteriak? Aku hanya ingin sedikit memberimu pelajaran. Sekaligus aku ingin membantumu untuk menjaga nyawa mu dari orang yang kau takuti." Ucap Elden sambil terus menyabet mulut itu. Mengabaikan jeritan kesakitan yang semakin meraung keras. Elden yang sudah merasa kesal langsung memukul telak perut kepala sekolah.
Bug
"Berisik!"
Rafael menyaksikan semuanya. Bagaimana reaksi tubuh kepala sekolah dan bagaimana Elden melakukannya. Semuanya tidak luput dari pengamatannya.
"Hosh.. Hosh.. Hosh..." Nafasnya berderu tidak beraturan. Sakit yang ada di bibirnya menjalar ke seluruh tubuhnya. Air mata mulai menetes dari kedua matanya. Ia bersumpah, jika yang ia hadapi sekarang adalah dua Psycopath Gila yang haus akan darah.
"Hahahaha.. Kenapa kau menangis? Apa kau sudah tidak sanggup lagi hm? Padahal aku hanya ingin membantu mu." Kata Elden sambil menatap wajah kepala sekolah yang mulai memucat. Darah terus menetes dari bibir kepala sekolah. Bahkan di pisau lipat yang Elden gunakan terdapat darah yang sangat banyak melumuri pisau itu.
Kepala sekolah hanya bisa terdiam. Tidak bisa membalas perkataan Elden lagi. Bibirnya sudah terasa ngilu setiap kali ia mengambil nafas. Apalagi saat ia gerakkan. Rasa nyeri menyerangnya beribu kali lipat.
"El, apa aku boleh ikut? Aku ingin membuatnya merasakan apa yang Mita rasakan." Sela Rafael sambil memakai sarung tangan kesehatan.
Mendengar perkataan Elden tadi, Rafael semakin menyeringai senang. "Baik El. Kau bisa menyerahkannya pada ku."
Kepala sekolah yang mendengar itu langsung menggerak-gerakkan tubuhnya. Dirinya merasa takut ketika mendengar percakapan diantara keduanya. Bukankah dia membunuh Mita untuk melindungi nyawanya dari Justin Atkinson? Tapi kenapa malah seperti ini? Kepalanya menggeleng lemah. Tatapan memohon ia layangkan ketika kedua bola matanya bertatapan dengan kedua bola mata tajam milik Rafael. Sementara Elden melangkah mundur, menjauh. Tubuhnya ia sandarkan ke dinding sambil memegang pisau lipat.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Tanya Rafael sambil memegang sebuah cambuk panjang.
Jika seperti ini dirinya sudah tidak bisa melakukan apapun. Rasa sesal hinggap di hatinya. Harusnya ia hanya mengawasinya dari jauh tanpa harus membunuh perempuan itu. Harusnya dia juga mencari tau siapa perempuan yang akan ia bunuh. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Semuanya telah terlambat. Dirinya tidak akan mendapatkan pengampunan atau mendapatkan sebuah keajaiban mengingat kedua pria yang akan membunuhnya malam ini. Tanpa mereka bilang pun, ia sudah tau jika Elden dan Rafael adalah dua Psycopath Gila yang haus akan darah dan kepuasan.
"Aku tau apa yang sedang kau pikirkan sekarang. Kau ingin mati kan? Iyakan?" Tanya Rafael dengan nada yang sangat menakutkan.
Kepala sekolah terdiam. Mau melawan ataupun memberontak sekarang, semuanya akan terasa percuma.
"Jawab brengsek!" Umpat Rafael kesal. Lalu di pukul nya bibir itu yang sobek hingga semakin membuat nya kesakitan. Kedua bola matanya membelalak sempurna. Tanpa di duga warna hitam melingkupinya. Perlahan pandangannya mengabur. Kepala sekolah pun pingsan di tempat. Rafael yang melihat hal itu semakin mengumpat kesal. Bagaimana bisa dirinya bermain-main jika mainannya tidak sadarkan diri?
__ADS_1
Dengan perasaan kesal Rafael langsung mengambil botol satu liter yang berisi air putih. Dibukanya tutup botol itu dan di siramkan nya ke wajah kepala sekolah. Sontak saja kepala sekolah langsung tersadar ketika merasakan air masuk ke dalam lubang hidungnya. Apalagi rasa perih langsung menyerah bibirnya. Ngilu dan terasa menyakitkan.
"Hahaha.. Akhir ya kau sadar juga." Dibuangnya botol yang telah kosong ke lantai. Setelah itu Rafael menarik kuat rambut itu hingga membuat wajah kepala sekolah mengasah ke atas. "Jangan mati sebelum aku menyiksamu habis-habisan malam ini." Bisik nya telat ditelinga kepala sekolah. "Selamat datang di neraka mu."
(Aku skip ya. Aku sudah tidak sanggup kalau ngasih detailnya lebih jauh lagi ðŸ˜)
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..