
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi semuanya.. Jangan lupa sarapan dan stay safe ya guys! I love you all ❤️ - Lexa Ardola Crishtian
...Happy Reading 🥳...
Satu tahun lalu..
H-2 Kematian Ayu..
Malam telah menjelang. Ayu telah menyiapkan semua makan malam untuk dirinya dan putrinya. Mulai dari nasi goreng, mie goreng, sosis panggang saus pedas, salad buah sebagai pencuci mulut, air mineral dan milk shake Strawberry dan buah alpukat yang merupakan minuman kesukaan Lexa dan Elden.
Dengan senyuman yang terbit di bibirnya yang manis, Ayu menatap penuh cinta masakannya. "Sekarang tinggal menunggu putri ku." Ujarnya berbicara pada dirinya sendiri. Dengan tidak sabar Ayu berjalan menuju pintu rumah. Sesekali Ayu mengintip jendela rumah untuk mengecek apakah putrinya sudah datang apa belum.
Jam telah menunjukkan pukul 7 malam. Kegelisahan mulai melanda. "Kenapa Lexa tidak pulang juga?" Lirihnya pelan. Ketakutan mulai datang menyelimuti. Kedua bola matanya bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri.
Drrt.. Drrt.. Drrt..
Ponselnya bergetar nyaring. Sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel nya.
"Hallo Ma." Suara lembut datang menyapa. Ada kelegaan tersendiri bagi Ayu setelah mendengar suara putrinya.
"Halo Lexa. Kenapa tidak pulang nak? Ini sudah jam 7 malam." Seperti ibu pada umumnya, Ayu langsung bertanya secara beruntun.
Lexa tersenyum mendengar nada khawatir Mamanya. "Iya Ma. Ini lagi di perjalanan pulang sama Elden. Tadi Elden ngajak Lexa mampir buat beli kue kesukaan Mama. Sekalian nanti Elden nginap di rumah Ma." Ucap Lexa menjelaskan.
Elden yang sedang menyetir lantas menoleh sekilas karena namanya di sebut. Kemudian Elden kembali fokus ke jalan.
"Sekarang langsung pulang ya. Bahaya kalau pulang malam-malam nak. Mama takut kamu sama Elden kenapa-kenapa."
"Iya mama. Ini langsung pulang. Sepuluh menit lagi Lexa sama Elden sampai rumah. Tunggu ya Ma." Lexa mengerti jika Mamanya khawatir disana. Maka dari itu, Lexa berusaha menenangkan ke khawatiran Mamanya.
Ayu mengangguk. "Iya nak. Mama tunggu." Jawab Ayu. Salah satu tangannya memegang dadanya. Perlahan ke khawatiran dan pikiran negatifnya menghilang.
Hampir 6 bulan lamanya Ayu di vonis mengidap penyakit Generalized Anxiety Disorder (GAD) atau Gangguan Kecemasan yang berlebihan. Penyakit ini di tandai dengan perasaan cemas, khawatir, atau takut berlebihan yang berlangsung setidaknya selama 6 bulan. Umumnya orang yang mengalami gangguan kecemasan dapat merasa cemas kapan saja, bahkan tanpa ada faktor pemicu stres yang jelas.
Tidak lama kemudian akhirnya yang Ayu tunggu-tunggu sedari tadi telah tiba.
__ADS_1
Ayu dari tadi dengan sabar menunggu putrinya di kursi ruang tamu. Kedua tangannya terus megenggam ponsel. Takut jika putrinya tiba-tiba menelfon.
Ceklek
Pintu terbuka. Disana ada Lexa dengan menggunakan seragam sekolah dan Elden yang tersenyum ke arahnya sambil membawa dua kantung plastik berisi makanan.
"Mama." Lexa langsung menghampiri Ayu. Di peluknya tubuh Mamanya dengan sayang. "Mama kenapa tidak nonton televisi? Mama kan bisa nungguin Lexa sambil nonton televisi." Ujar Lexa kemudian melepas pelukannya. Nada bicaranya terdengar lembut. Berbeda jika Lexa berbicara dengan Elden dulu.
Ayu menatap wajah putrinya dengan sayang. "Tidak apa-apa Lexa. Mama ingin menunggu Lexa disini. Mama ingin menunggu putri kesayangan Mama pulang dari sekolah." Jawab Ayu. Pandangannya tidak lepas dari wajah putrinya yang sedikit berkeringat.
Tangannya terangkat. Ayu mengusap buliran keringat di dahi Lexa. "Jaga kesehatan ya nak. Jangan lupa istirahat juga. Mama tidak mau anak Mama sakit lagi seperti kemarin."
Lexa tertegun dengan sikap Mamanya. "Mama kenapa?" Lirih Lexa. Keningnya sedikit berkerut. Iris kedua bola matanya menatap wajah Mamanya yang terlihat lebih... cantik?
Elden sudah merasa tidak asing dengan firasat seperti ini. Wajahnya berpaling. Kedua bola matanya berkaca-kaca. Elden tidak sanggup jika firasat yang ia rasakan benar.
"Mama tidak apa-apa Nak. Ayo ke ruang makan. Mama sudah menyiapkan makan malam untuk kalian berdua. Elden makan juga ya? Mama juga membuatkan nasi goreng khusus buat Elden. Elden suka nasi goreng kan?" Sambil melangkah Ayu berbicara.
Lexa terdiam di tempatnya. Ada perasaan aneh yang tidak bisa ia jelaskan. Elden menepuk pelan bahu kekasihnya. "Ayo. Mama sudah nunggu kita." Bisik Elden.
"Ah, Iya El." Reflek tubuh Lexa tersentak. Lamunannya langsung buyar begitu saja. Dengan lembut Elden megenggam jemari Lexa yang terasa dingin. "Ayo sayang."
Sesampainya di meja makan, Elden meletakkan kue yang ia beli di atas meja makan. Sementara Lexa mencuci kedua tangannya dan membasuh wajah. Mengingat jika dirinya baru pulang sekolah. Jadi Lexa memutuskan untuk memadu terlebih dahulu.
Kini Ayu dan Elden sedang berdua di ruang makan. Suara dentingan sendok dan garpu menggema di seluruh penjuru ruangan.
"Elden."
Panggilan lembut dari suara Ayu membuat kepala Elden terangkat. "Iya Ma?"' Ujar Elden menjawab panggilan Ayu.
"Lexa itu sebenarnya gadis baik. Walaupun wajahnya terlihat dingin dan tidak bersahabat. Tapi aslinya dia baik." Ucap Ayu sambil merapikan meja makan. Elden mendengarkannya secara seksama. Tidak ingin tertinggal satu poin..
"Dia juga perempuan yang tangguh. Terkadang dia berusaha untuk kuat di hadapan orang lain. Tapi sebenarnya Lexa itu perempuan yang rapuh. Lexa pandai mengelabui orang lain. Dia pandai menyembunyikan rasa sakit nya karena dia tidak ingin dianggap sebagai perempuan yang lemah. Lexa juga tidak ingin orang lain tau kesedihannya."
Elden terdiam dan memilih untuk mendengarkan.
"Terkadang Mama memergoki Lexa menangis sendirian dalam kamar. Dia berusaha membungkam isak tangisnya dengan menggunakan telapak tangannya agar tidak terdengar. Dia menahan tangisnya agar Mama tidak sedih." Perlahan buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya yang indah. Wajahnya menunduk. Jemarinya sibuk menyiapkan minuman.
"Mama melihat semuanya El. Dibalik dinding dan pintu kamarnya. Mama diam-diam memperhatikan putri kesayangan Mama yang sedang menangis." Lirih Ayu hampir tidak terdengar.
__ADS_1
"Mama.."
Ayu menggeleng pelan. Memberikan tanda agar Elden tidak berkata apapun. "Mama percayakan putri Mama sama kamu nak. Mama percayakan anak kesayangan Mama sama Elden. Jaga baik-baik anak Mama seperti Mama menjaganya."
Bibir Elden terasa kelu untuk menjawab.
"Mama titipkan Lexa pada mu El. Tolong jaga putri Mama ya?"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊