
"Bibi, ayo sarapan bersama." Ajak Lexa ramah. Membuat Bibi mengangguk patuh meskipun merasa tidak enak dengan majikan laki-lakinya.
"Baik Nyonya." Jawab Bibi lalu menarik kursi untuk duduk. Didepannya sudah tersedia nasi goreng dengan telur goreng dan sosis. Bahkan teh hangat juga telah tersedia untuknya. Dia benar-benar merasa bersyukur karena bekerja disini dan mendapatkan seorang majikan yang pengertian.
Suara denting sendok dan garpu memenuhi sepenjuru ruangan. Mereka semua sibuk dengan makanannya masing-masing. Tidak ada pembicaraan sama sekali disepanjang sarapan. Elden begitu disiplin dalam menerapkan peraturan. Walaupun faktanya Elden dulu ketika Elden remaja adalah tipikal laki-laki yang suka melanggar peraturan. Namun sekarang sudah berbeda.
Setelah acara sarapan pagi bersama, Elden mulai bersiap-siap. Sementara Lexa mengambil tas kerja suaminya dan juga kotak bekal. "Jangan lupa mengabari ku El." Ujar Lexa sebelum mengecup pipi Elden.
Elden mengangguk mengerti. "Iya sayang. Aku berangkat dulu. Jangan pergi kemana-mana, oke?"
"Iya El. Cepat berangkat. Ini sudah hampir pukul 8 pagi." Dengan lembut Lexa mendorong tubuh suaminya sambil tertawa renyah.
Tubuh Elden terdorong pelan. "Iya-iya sayang. Aku berangkat dulu. Aku sayang kamu."
"Aku juga El. Hati-hati ya."
"Iya sayang. See you tonight, istriku."
"See you to El."
"Apa yang kau lakukan Chayden?" Dengan kesal Justin menghampiri ruangan kerja Chayden. Emosinya siap meledak kapan saja karena tindakan Chayden yang begitu gegabah.
Chayden menatap angkuh ke arah Justin. Setelah kejadian malam itu Chayden menyalahkan tindakan Justin. Jika saja Justin tidak memberikan tantangan ke Bram, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Kedua tangannya seketika mengepal kuat. Membayangkan bagaimana terlukanya Elden waktu itu. "Pergilah Justin. Aku tidak punya waktu dengan orang seperti mu." Usir Chayden secara halus.
Emosi Justin memuncak. Tatapannya berubah tajam. "Baiklah jika mau mu seperti itu. Aku harap kau tidak akan menyesal dengan perbuatan yang kau lakukan di kemudian hari."
__ADS_1
Ceklek..
Pintu ruangan kerja Elden terbuka. Tanpa bertanya, Elden sudah tau siapa yang datang. "Aku ingin berbicara sesuatu dengan mu Elden." Ujar Rafael sambil membawa beberapa dokumen penting.
Mendengar hal itu, lantas Elden menenggak kan tubuhnya. "Tentang apa Raf?" Tanya Elden. Kini Elden menatap Rafael. Meninggalkan pekerjaan untuk menanggapi kehadiran Rafael.
Rafael berjalan masuk. Setelah itu meletakkan sebuah dokumen dihadapan Elden. "Baca dan lihat dokumen itu dengan baik El."
Tanpa menunggu lebih lama, Elden segera melakukannya. Dibukanya dokumen yang berisi empat halaman.
"Aku baru mendengar kabar mengenai Geng Mafia terbaru yang ingin mengalahkan kita El. Geng itu masih belum mempunyai nama jelas. Hanya simbol mereka yang aku temukan." Ucap Rafael menjelaskan.
"Mahkota?" Gumam Elden ketika melihat gambar tato mahkota di lengan.
"Bram?"
Rafael mengangguk. "Benar. Bram Alexander. Bukankah dia adalah sosok pria misterius yang dikenal sebagai Ruddin dengan mahkota sebagai ciri khas sosoknya?"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
__ADS_1
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1