
‼️Sediakan Tisu dan lagu Galau sebelum membaca part ini. Terimakasih. Jangan lupa like dan komen ya!
Setelah kejadian malam itu, Nanik langsung mengurung diri di dalam kamar. Penyesalan datang berkali-kali lipat setiap kali Nanik mengingat perkataan Rafael semalam.
"Baiklah jika itu mau mu Nanik. Kalau menurut kamu hubungan kita ada hanya untuk menyakiti, aku minta maaf. Aku sudah berusaha yang terbaik untuk mu. Maaf jika aku tidak ada waktu luang untuk mu. Maaf jika aku hanya sibuk bekerja tanpa mempedulikan mu. Tapi aku sudah berusaha yang terbaik untuk mu. Aku kira dengan menemani mu setiap malam akan membuat mu merasa senang. Memberikan barang apa yang kamu mau atau pulang lebih cepat, aku kira akan membuat mu merasa bahagia. Ternyata tidak. Mungkin benar apa kata mu tadi, aku hanyalah laki-laki egois yang mementingkan perasaan ku sendiri. Tapi perlu kamu tau satu hal Nanik, laki-laki egois inilah yang sedang berusaha banting tulang, mengumpulkan uang agar bisa hidup mencukupi kebutuhan mu."
"Terimakasih untuk semuanya. Semoga kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari ku. Rumah ini untuk mu. Aku membangun rumah ini untuk keluarga kecil kita nanti. Tapi sepertinya Tuhan sudah berkehendak lain. Maaf sekali lagi Nanik. Aku setuju dengan keputusan mu tadi. Kita akhiri saja hubungan kita daripada aku semakin menyakiti mu."
Hatinya hancur dan ikut merasakan kesedihan yang Rafael rasakan. "Kamu dimana Raf? Kenapa nomor kamu tidak bisa dihubungi?" Ujar Nanik sambil menangis. Jemarinya yang mungil terus berusaha menghubungi nomor Rafael. Mulai dari telfon biasa hingga menghubungi lewat sosial media. Semua Nanik lakukan. Namun sayangnya, jawaban operator lah yang menjadi jawaban setiap kali Nanik menghubungi Rafael. "Maafkan aku Raf. Maafkan aku. Kembalilah lagi. Aku mohon." Isak-nya pelan.
Jam telah menunjukkan pukul 5 pagi. Semalaman Nanik tidak tertidur sama sekali. Dan selama semalam itu pula Nanik berfikir dan merenungkan apa yang telah ia lakukan.
Faktanya, bukankah Rafael yang egois. Akan tetapi, dirinyalah yang egois. Rafael sudah bersungguh-sungguh dengan dirinya. Sudah tulus dan mencintainya. Dan sialnya, Nanik malah menyakiti perasaan laki-laki yang ia cintai dengan perkataan yang ia lontarkan. Nanik menyesal. Bahkan sangat menyesal. "Aku mohon, kembalilah pada ku Raf. Cepat pulang, Hiks!" Buliran kristal semakin deras membasahi kedua bola mata cantiknya. Isakan tangis terus terdengar setiap kali Nanik mengingat nama Rafael.
Harusnya Nanik lebih bersabar dan lebih pengertian akan kondisi kekasihnya. Bukan malah mementingkan keinginannya sendiri tanpa tau kondisi. Jika seperti ini, apa yang harus Nanik lakukan jika bukan menangis?
__ADS_1
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
__ADS_1
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1