
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Hari ini adalah hari pelajaran olahraga. Lexa tampak terlihat malas dan tidak bersemangat. Dengan memasang wajah yang cemberut Lexa berjalan melewati koridor kelas 12 IPS. Membuat beberapa pasang mata yang melihatnya dengan tatapan yang bertanya-tanya. Ada juga yang menatapnya dengan pandangan kagum karena kecantikan alami yang dimilikinya.
Namun, langkahnya langsung terhenti ketika Lexa merasakan ada seseorang yang memegang pergelangan tangannya.
Wajah yang semula menunduk lesu itu langsung mendongak untuk menatap siapa yang memegang pergelangan tangannya.
"Lo kenapa?" Tanya Elden dengan menatap wajah Lexa yang terlihat lesu. Karena sedari tadi Elden telah memperhatikan wajah Lexa. Mulai dari ujung koridor, pandangan Elden tidak lepas sama sekali dari wajah lesu itu. Ada perasaan khawatir yang hinggap di hatinya.
Lexa berdecih pelan mendengar perkataan Elden tadi. Dengan kasar Lexa langsung melepas cekalan Elden yang berada di pergelangan tangannya. "Bukan urusan lo!" Ujar Lexa dengan menatap tajam laki-laki yang berada di depannya sekarang. Membuat Elden sedikit terkejut dengan respon yang diberikan Lexa padanya.
Begitupun juga dengan beberapa siswa-siswi yang melihat tindakan Lexa. Mereka benar-benar tidak menyangka jika ada orang sepemberani itu dalam menantang singa yang tertidur. Bahkan mereka saja yang sebagai laki-laki tidak ingin berurusan dengan seorang seperti Elden. Mereka begitu menghindari masalah jika berkaitan dengan Elden. Mereka lebih memilih mencari aman.
Sedangkan Lexa menatap malas wajah Elden. Setelah itu tubuhnya berbalik dan memilih untuk melanjutkan jalannnya. Namun, lagi-lagi Elden langsung mencekal pergelangan tangannya.
"Siapa yang nyuruh lo pergi?" Kata Elden dengan menatap tajam penuh intimidasi ke Lexa. Elden paling tidak suka jika ada seorang yang mangacuhkannya, terlebih lagi di acuhkan Lexa, perempuan yang ia suka.
Akan tetapi berbeda dengan Lexa. Lexa merasa tidak terintimidasi sama sekali dengan tatapan tajam itu. Kepalanya menggeleng pelan dengan tersenyum tipis. "Apa gue harus lapor ke lo dulu kalau gue mau jalan?" Ucap Lexa dengan menatap tidak suka wajah Elden. "Lo bukan siapa-siapa gue dan hubungan kita tidak sedekat itu untuk saling bertegur sapa." Ujar Lexa dengan menyeringai tipis. Kepalanya mendongak agar bisa menatap kedua bola mata tajam itu. "Dan kita bukan siapa-siapa. Jadi stop bertingkah sok kenal dan dekat sama gue." Kata Lexa dengan tegas.
Kedua tangan Elden mengepal kuat. Kilatan marah terpancar dari kedua bola matanya.
__ADS_1
Lalu, dengan kasar Elden langsung menarik pergelangan tangan mungil itu. Membuat Lexa langsung memberontak dengan sekuat tenaga.
"Brengsek! Lepasin gue!" Umpat Lexa dengan kasar..
Namun, Elden hanya menulikan pendengarannya. Mengabaikan teriakan, umpatan dan perlawanan gadis yang ia tarik.
"Dasar kakak kelas tidak punya sopan santun! Lepasin atau gue teriak!" Ancam Lexa dengan berusaha menahan tubuhnya agar tidak terseret dalam tarikan Elden.
Tapi sayang, tarikan Elden semakin kuat dengan cengkraman yang juga semakin menguat di pergelangan tangannya. Bahkan sekarang di pergelangan tangannya mulai memerah.
Semakin Lexa memberontak maka cengkraman di pergelangan tangannya semakin kuat.
Setelah itu dengan kasar Elden langsung menarik dan membenturkan tubuh mungil itu ke di dinding gudang.
Elden membawa Lexa ke sebuah gudang sekolah yang terletak di belakang sekolah yang terlihat sepi. Hampir tidak ada sama sekali siswa-siswi yang beralalu lalang disini. Hanya ada Elden dan Lexa.
Kedua bola mata Lexa melotot galak ketika tau sekarang dirinya sedang berada di gudang. "Auu.." Ringisnya pelan ketika merasakan rasa nyeri di punggungnya.
"Coba lo ulangi lagi perkataan lo tadi." Ujar Elden dengan menutup pintu gudang dengan menggunakan kayu sebagai penguncinya.
"Gue cuman ngunci pintunya agar tidak ada yang tau kita ada disini." Jawab Elden dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya.
Lexa menatap tidak suka. Isyarat kebencian terpancar dari ke dua bola matanya. "Gue ngga punya urusan apapun sama lo. Dan gue juga ngga pernah kenal sama lo. Jadi, stop ganggu hidup gue!" Ucap Lexa dengan nada yang tegas.
Elden menyeringai tipis. "Kalau saja lo ngga mukul wajah gue dengan tas ransel lo, mungkin lo ngga akan berakhir di sini." Ujar Elden dengan mulai berjalan mendekat ke arah Lexa.
Rasa was-was mulai menyelimuti Lexa ketika Elden mulai berjalan mendekatinya. "Lo yang cari gara-gara sama gue. Kalau lo ngga mesum, gue ngga akan mukul wajah lo dengan tas ransel gue." Jawab Lexa tanpa rasa takut.
Berbeda dengan Elden. Semakin Lexa menjawabnya, maka hal itu semakin membuat Elden tertarik untuk menjinakkannya.
"Gue? Mesum?" Ucap Elden dengan tersenyum tipis. "Atau mungkin otak lo yang terlalu berfikir kotor?"
Kening Lexa berkerut. "Mkasud lo apa?!" Bentak Lexa dengan suara yang menggelegar.
__ADS_1
"Padahal gue ngga pernah mau bertingkah mesum sama lo. Gue cuman liat name tag lo. Tapi lo berfikir yang ngga-ngga. Jadi, sudah jelas bukan, siapa yang mesum disini?" Ucap Elden dengan menyeringai tipis. Membuat tubuh Lexa meremang seketika.
"Kenapa sekarang diam? Kemana perginya perempuan yang pemberani tadi?" Ujar Elden dengan berdiri tepat di depan Lexa.
"Jauh-jauh dari gue!" Di dorongnya dengan keras tubuh tegap itu. Tapi sayang, tubuh Elden tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.
Elden menyeringai tipis. "Kenapa? Lo takut sama gue?"
Jemari Lexa mengepal kuat di sisi roknya. Kepalanya mendongak dengan menatap tajam kedua bola mata tajam Elden. "Kenapa gue harus takut sama lo? Lo bukan presiden. Lo bukan aparat hukum. Dan lo bukan Tuhan yang harus gue takuti."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman..