
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
Elden mengangguk mengerti. "Kalau ada apa-apa cepat bilang pada ku." Kata Elden dan mempercepat laju mobilnya.
"Iya Elden." Jawab Mita.
Tidak berselang lama kemudian mobil sport Elden sudah memasuki halaman sekolah. Hal itu sontak membuat siswa-siswi yang baru saja tiba datang ke sekolah langsung memandanginya kagum. Namun, keberadaan Mita yang satu mobil dengan Elden membuat mereka bertanya-tanya "Siapakah perempuan itu?"
Lexa yang baru saja tiba di sekolah langsung di suguhkan pemandangan yang tidak terduga. "Apa benar itu Elden, kakak kelasnya kemarin? Kenapa bisa bersama perempuan lain? Bukankah Elden di kabarkan sebagai seorang laki-laki yang paling anti dengan perempuan?" Ujar Lexa di dalam hatinya. Akan tetapi, Lexa berusaha tidak peduli dengan hal itu. "Bodo amat dengan dia." Kata Lexa.
"Dia siapa?" Tanya Bram.
Lexa yang mendengar hal itu langsung merasa gugup. "Bukan siapa-siapa Bram." Jawab Lexa dengan tersenyum.
Sekarang Lexa dan Bram sudah sampai di parkiran motor sekolah. Lexa segera turun dari motor Bram dan melepas helm miliknya lalu ia berikan ke Bram. Dengan senang hati Bram menerima helm kekasihnya itu. Ditaruhnya helm kekasihnya di motornya. Begitupun juga dengan helm miliknya.
"Ayo." Dengan megenggam salah satu tangan Lexa, Bram mengajak kekasih nya untuk berjalan bersama.
Kening Bram langsung mengernyit heran. "Apakah itu kekasihnya?"
Lexa menggeleng. "Aku tidak tau. Tapi menurutku sepertinya perempuan itu kekasihnya. Dilihat dari keakraban dan interaksi mereka berdua itu sudah membuat ku yakin jika mereka sepasang kekasih." Kata Lexa mengeluarkan pendapatnya.
Bram mengangguk, setuju. "Terus kenapa waktu di kantin dia bilang menyukai mu? Bahkan dia seperti berniat untuk merebut kamu dari aku." Kini Bram mulai berfikir. Begitu pula juga dengan Lexa. Kira-kira apa alasan Elden berkata seperti itu?
"Mungkin dia ingin menikung hubungan kita Berhubung hubungan kita sulit di tikung, makanya dia mencari perempuan lain." Celetuk Lexa tanpa dosa.
Dengan gemas Bram langsung merangkul tubuh kekasihnya. "Aku setuju dengan pendapat kamu sayang." Jawab Bram dengan menundukkan kepalanya. Mensejajarkan wajah nya dengan telinga kekasihnya.
Lagi-lagi Lexa di buat salah tingkah sendiri karena perkataan Bram. Meskipun sederhana, tetapi hal itu berdampak besar bagi kinerja jantungnya. Mau tau rasanya di gombal-in sahabat nya sendiri? Rasanya, ah mantap. Sampai Lexa tidak bisa berkata apa-apa lagi selain senyam-senyum sendiri bagaikan orang yang habis menang lotre.
__ADS_1
(Maaf Author korban tiktok gara-gara sering main tiktok jadinya kebawa sampai ke Lexaπ³)
Sesampainya di depan kelas kekasihnya Bram saling bertatapan dengan Lexa. "Belajar yang semangat. Jangan tidur terus. Nanti istirahat pertama kita makan bersama." Ucap Bram dengan penuh perhatian.
Lexa mengangguk. "Iya." Jawab Lexa dengan senyuman yang tersungging di bibir cantiknya.
Beberapa siswa-siswi yang melihat hal itu sudah terbiasa.
"Enak ya kalau punya sahabat yang bisa di jadikan kekasih sekaligus." Bisik salah satu teman kelas Lexa.
"Iya lo benar. Apalagi laki-laki nya seperti Bram. Sudah menjadi paket hemat plus paket lengkap. Gue jadi ingin mempunyai kekasih seperti Bram." Sahut salah satu temannya.
Dari kejauhan Elden melihat semua apa yang di lakukan Bram maupun Lexa. Tangannya mengepal kuat. Hatinya seakan terbakar oleh api cemburu. Ada perasaan tidak terima ketika melihat perempuan yang ia cintai berdekatan dengan laki-laki lain.
"Elden!" Dengan nada yang membentak Mita memanggil nama Elden. Elden langsung menoleh dengan memandang Mita penuh tanda tanya.
"Hai bro." Entah darimana datangnya Rafael datang begitu tiba-tiba. "Hai Mita, kekasih malam Elden." Sapa Rafael tanpa dosa.
Tentu saja Mita yang disapa seperti itu langsung merasa kesal. "Lo ganggu banget Rafael." Dengan menekan perkataan nya Mita mengatakan nya.
"Bukannya itu fakta? Betul tidak El?" Sekarang Rafael mempertanyakan ke Elden.
Rafael yang mengerti akan perubahan ekspresi Elden hanya bisa mengangguk. Rafael tau, pasti ini berkaitan dengan adek kelasnya itu.
"Aku maunya di antar sama kamu Elden." Langkah Mita berhenti. Elden yang dua langkah lebih maju juga ikut menghentikan langkahnya. Tubuhnya tidak berbalik sama sekali.
"Aku lagi sibuk Mita. Jangan ganggu." Nada bicara Elden berubah dingin. Wajahnya berubah datar dan sangat dingin. Rafael yang melihat ekspresi Elden seperti itu memberikan kode ke arah Mita agar lebih baik diam dan menurut saja.
Mita menghela nafasnya kecewa. Elden mulai berubah tidak seperti dulu lagi. Apakah ini hanya perasaanya saja atau kan memang sebuah tanda? Sepertinya Mita harus mencari taunya. Jika memang ada perempuan di balik perubahan sifat Elden maka Mita harus menyingkirkan perempuan parasit yang telah menggangu hubungan nya dengan Elden.
Setelah mengatakan hal itu Elden langsung melanjutkan langkahnya untuk menuju ke dalam kelasnya. Sedangkan Bram mengantar Mita kembali ke kelasnya.
Tet.. Tet.. Tet..
Bel jam pelajaran pertama berbunyi. Semua siswa-siswi langsung memasuki ke dalam kelasnya masing-masing.
Sementara itu di kelas 11 IPS 3 terlihat sangat ramai. Ada kelompok ke tiga yang tengah maju menjelaskan materinya.
Selama pelajaran berlangsung Bram hanya duduk sambil menopang dagunya. Ada perasaan mengganjal yang hinggap di hatinya. Entah apa itu, Bram juga tidak tau. Namun Bram merasa akan ada sesuatu hal besar yang mungkin terjadi.
"Bram Alexander." Panggil sang guru dengan bersedekap dada. "Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya sang guru sambil menatap wajah tampan muridnya.
__ADS_1
Dengan santainya Bram langsung mengganti posisinya. "Saya sedang memikirkan pertanyaan yang pas untuk mengajukan pertanyaan tadi bu." Jawab Bram. Padahal Bram saja tidak mengerti dengan materi yang sedang dijelaskan temannya.
"Pertanyaan apa itu?" Tanya sang guru lagi.
"Saya belum menemukannya bu. Saya sedang mencari pertanyaan yang sekiranya sulit untuk di jawab." Elak Bram.
Teman kelasnya yang mendengar hal itu langsung menyahut. "Bisa aja lu meng ngelesnya kayak kang bajaj."
Sontak saja hal itu mengundang gelak tawa seisi dalam kelas.
***
- Mita
Jangan lupa follow instagram mereka ya π€
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya π
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana π
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya π Terimakasih teman-teman..
__ADS_1