PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
41. Prahara Rumah Tangga (Season 3)


__ADS_3

Semalam Lexa mendapatkan sebuah e-mail masuk yang berisi foto Elden tengah berada di dalam satu mobil yang sama dengan seorang wanita. Bahkan tidak hanya satu foto, disana ada beberapa foto seperti Elden yang tertawa sambil menatap wanita itu, lalu wanita itu yang tersenyum malu-malu dan beberapa foto dengan sisi angel yang berbeda.


Jam telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Kini Lexa tengah berada di ruang makan, menunggu suaminya selesai mandi.


Jantung Elden bedetak cepat. Kedua kakinya melangkah ragu ke ruang makan. Disana perempuan yang ia cinta tengah menunggunya dengan kedua bola mata sembab. Bisa Elden simpulkan jika istrinya tadi menangis.


Kriet...


Ditariknya kursi itu. "Lexa." Panggil Elden. Pandangannya jatuh ke arah Lexa.


Mendengar namanya yang dipanggil, menguat Lexa mendongak. "Apa ini El?" Tanya Lexa langsung menunjukkan foto Elden bersama wanita itu.


Sontak Elden terkejut ketika melihat foto itu. Itu adalah fotonya tadi saat bersama Laura. Siapa yang mengambil foto itu secara diam-diam? "Itu karyawan baru di Perusahaan Lexa." Jawab Elden dengan rahang mengeras. Kedua tangannya mengepal kuat. Ada rasa tak suka ketika melihat potret dirinya bersama Laura.


Lexa tersenyum miris. Ponselnya ia tarik lalu kembali menatap foto itu. "Ini yang kata kamu ada rapat Perusahaan El?" Sindir Lexa. Wajahnya menunduk. Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya.


"Aku memang mempunyai urusan pekerjaan sayang. Dia yang bertugas membantuku dalam menangani rapat Perusahaan nanti." Yah, bagaimanapun caranya Elden akan membela dirinya sendiri.


Lexa lagi-lagi menatap tak percaya. "Kenapa kamu tidak jujur saja El?" Ditatapnya wajah Elden dengan pandangan kecewa. "Lebih baik kamu jujur daripada aku tau dari orang lain." Ujar Lexa lembut.


Keduanya saling menatap satu sama lain.


"Dia siapa El? Nama dia siapa?" Tanya Lexa lagi.

__ADS_1


"Dia karyawan baru. Namanya Laura." Jawab Elden. Kedua bola matanya melirik ke arah lain. Berusaha menghindari kontak langsung dengan istrinya.


"Laura? Karywan baru." Gumam Lexa. Pikirannya berfikir keras. Nanti Lexa akan meminta bantuan Daddy-nya untuk mengurus wanita ular itu. "Kamu kenapa berada di dalam satu mobil yang sama El?" Tanya Lexa lagi.


Elden membuang nafasnya pelan. "Aku tadi mengantarkan dia pulang. Maaf aku tadi tidak mengabari kamu."


"Hah?" Hatinya seakan tertohok sesuatu. "Kenapa kamu mengantar dia pulang El? Dia bisa pulang sendiri. Dia sudah besar." Bentak Lexa. Ponselnya ia genggam kuat guna melampiaskan rasa kesal dan kecewa.


"Tadi Laura pulang sendiri Lexa. Bagaimana bisa aku membiarkan karyawan ku pulang sendiri?" Elak Elden tetap membela dirinya.


Lexa bangkit. Diusapnya kasar air mata yang menetes di pipinya. "Kenapa kamu harus khawatir dengan Laura El? Jelas-jelas jika kamu dan Laura tidak memiliki hubungan apapun. Kenapa kamu harus peduli? Kenapa kamu harus mengantarkannya? Kamu bisa menyuruh bodyguardnya atau memesankan ojek untuknya." Lirih Lexa.


Deg..


Elden terdiam. Mulutnya terkunci rapat.


"Hahaha.." Lexa tertawa miris. "Lakukan lagi El. Lakukan lagi dan aku akan pergi meninggalkan kamu."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2