
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Suasana terasa sangat tegang. Hawa dingin dan aura dominant yang di keluarkan oleh Justin membuat Ayu dan Lexa menunduk takut. Berbeda dengan Elden yang masih tetap setia menatap wajah Justin yang terlihat sangat garang. "Apa maksud dari perkataan orang itu waktu itu?" Tanyanya di dalam hati.
Obrolan dengan Chayden malam itu..
"Aku tau siapa orang tua gadis itu. Aku juga sudah tau siapa kekasih perempuan itu. Aku hanya ingin mengingatkan pada mu El. Aku memang bukan ayah yang baik buat mu. Tapi sekarang aku ingin menjadi seorang ayah yang baik buat mu. Berhati-hatilah. Jangan kau turunkan kewaspadaan mu. Aku dulu pernah berurusan dengan seorang Justin Atkinson. Untungnya sekarang tidak. Jadi aku ingin kau tidak berurusan dengan nya."
Elden terkejut dengan perkataan Chayden tadi. "Pernah berhubungan? Jadi dulu Ayahnya pernah berhubungan dengan Ayah Lexa?" Ujarnya di dalam hati.
Di tatapnya wajah Elden dengan sendu. Seringai tipis yang tersungging di bibirnya teka hilang. "Dunia memang tidak selebar daun Elden. Terkadang takdir memang selucu itu untuk mempermainkan kita." Ucap Chayden yang membuat hati Elden ter-tohok.
Di dalam hatinya Elden bertanya-tanya perihal apa yang dikatakan Chayden waktu itu. "Apakah benar keduanya pernah saling berhubungan satu sama lain? Jika memang iya, hubungan apa itu?"
Tanpa Elden sadari, dari tadi dirinya telah diperhatikan oleh Justin.
Lexa yang merasakan suasana yang sedikit award membuat Lexa merasa tidak nyaman. "Ayah, Lexa dan Elden tidak melakukan hal apapun semalam. Elden semalam lagi demam dan sedikit mabuk. Jadi Lexa membawanya ke kamar. Demi apapun, Lexa dan Elden tidak melakukan hal yang iya-iya." Ujar Lexa yang menjelaskan.
Sebuah seringai tipis tersungging di bibir Justin. Tanpa putrinya menjelaskan, Justin sudah mengetahuinya. "Apa kau menyukai putri ku?" Tanya Justin dengan menatap datar ke arah Elden. Walaupun sebenarnya Justin sudah tau jawabannya.
Elden yang ditatap seperti itu hanya membalasnya dengan tatapan yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. "Iya. Saya menyukai putri anda." Jawab Elden dengan bahasa yang formal. Ingatan akan perkataan Justin waktu itu terngiang di otaknya.
__ADS_1
Sontak saja perkataan Elden tadi membuat Lexa maupun Ayu sedikit tertegun.
"Elden jangan bercanda." Sahut Lexa dengan menatap galak ke arah Elden.
Elden menoleh. Keduanya saling menatap. Lexa menatap penuh permohonan agar segera selesai. Sementara Elden lebih memilih untuk mengabaikannya. "Aku tidak bercanda Lexa. Aku menyukai mu sejak awal aku melihat senyuman kamu di lapangan." Tanpa ada rasa takut Elden mengatakannya.
Ayu yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam di tempatnya. "Apakah putrinya sekarang tengah direbutkan oleh dua pria? Bram dan Elden. Dua-duanya adalah laki-laki yang tampan dan juga baik." Pikir Ayu.
Jam telah menunjukkan pukul 7 pagi. Awalnya Lexa ingin pergi ke sekolah malah tidak jadi. "Ayah, lebih baik Elden pulang saja ya. Soalnya ini udah melewati batas jam sekolah." Ujar Lexa yang berusaha mencegah pembicaraan serius.
Justin menyeringai tipis. "Bukankah kita sudah saling bertemu satu sama lain? Jadi masih ingat dengan perkataan aku bukan?" Dengan nada yang tegas dan penuh penekanan Justin mengatakannya.
Ayu yang mulai mengerti akan suasana yang menegangkan lantas memilih untuk mengambil tindakan. "Elden, bagaimana kabar mu? Apakah sudah lebih baik?" Tanya Ayu sambil menatap wajah Elden. Berharap jika perkataan nya di respon oleh Elden. Sedangkan perkataan Justin semoga saja diabaikan.
Elden yang peka akan hal itu lantas mengalihkan pandangannya ke arah Ayu. "Sudah lebih baik Tante. Semua ini berkat bantuan Lexa. Jika Lexa mengusir ku semalam, mungkin sekarang aku sudah kritis di rumah sakit." Jawab Elden lalu beralih menatap wajah Lexa yang duduk di sebelahnya.
Ayu tersenyum mendengarnya. "Jadi kalian hari ini ijin aja dulu ya untuk tidak masuk sekolah. Nanti Lexa biar Mama yang ijinin kamu ke sekolah. Sekarang Elden mandi dulu. Habis itu ikut sarapan dengan kita." Ucap Ayu dengan menatap penuh kelembutan.
Elden yang melihat tatapan itu merasa sedikit terenyuh. Perasaannya terasa hangat melihat senyuman tulus yang tersungging di bibir Ayu. Senyuman seorang ibu yang tulus pada putri dan putranya.
"Siap Mama!" Jawab Lexa dengan penuh semangat empat lima. "Akhirnya suasana dingin dan menegangkan telah berakhir."
Justin menyeringai tipis. Jika tidak bisa disini, Justin bisa melakukannya di tempat lain.
Sementara itu di sekolah, Bram di khawatirkan dengan keadaan kekasih nya yang tiba-tiba ijin tidak masuk sekolah. Di tambah dengan Elden, kakak kelasnya yang melakukan hal yang sama. Hal itu membuat kecurigaan Bram semakin menjadi-jadi.
Lexa : Aku hari ini tidak masuk sekolah. Ada sesuatu hal yang terjadi Bram. Kalau pulang sekolah hati-hati ya ❤️ Love you by ❤️
Ke dua bola matanya masih menatap ke arah ponselnya yang menampilkan chatt terakhir dengan kekasihnya.
Setelah itu jemarinya dengan lincah membalas pesan dari kekasihnya itu.
Bram : Jangan lupa istirahat. Nanti aku akan mampir ke rumah kamu. I love you too by ❤️
__ADS_1
Dan terkirim. Bram bernafas lega. Setelah itu bel jam pelajaran pertama telah berbunyi. Semua siswa-siswi masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
Begitupun juga dengan Mita. Mita juga dikhawatirkan dengan keadaan Elden yang tiba-tiba tidak masuk sekolah. Rafael lah yang datang menjemputnya ketika menunggu Elden. "Apa ini semua ada kaitannya dengan perempuan itu?" Ujarnya di dalam hati.
Dilihatnya ponsel miliknya. Tidak ada notifikasi pesan dari Elden. Bahkan terakhir dilihat pun Elden menunjukkan pukul 7 malam. "Kenapa perasaan ku jadi tidak enak seperti ini?" Kata Mita pada dirinya sendiri. Setelah itu Mita memutuskan untuk menghubungi Elden terlebih dahulu.
Mita : Elden apa kamu baik-baik saja? Aku khawatir dengan keadaan mu..
Dan pesan terkirim. Sekarang Kita hanya bisa menunggu balasan dari Elden.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..