
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Ditempat yang tidak jauh dari sosok itu berdiri, terlihat seorang laki-laki yang tengah berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya. "Dasar bedebah sialan!"
Otot-otot di tangannya terlihat menonjol. Bahkan urat-urat di lehernya terlihat.
Ya, Elden tau sosok yang belakangan ini sedang mengawasinya. Namun selama inj Elden memilih diam. Tapi sekarang sudah tidak bisa Elden biarkan. Karena bukan hanya Elden yang sekarang di awasi, tapi juga Lexa. "Tidak akan aku biarkan kau menyentuh gadisku." Ujar Elden nada yang terdengar serius. Kilatan amarah terpancar jelas di kedua bola matanya.
Lalu, Elden memutukan kembali ke dalam kelasnya setelah mendengar bunyi bel sekolah telah berbunyi. Tanda jam pelajaran ke tiga telah di mulai.
Sekarang Elden sudah kelas 12. Jadi Elden harus fokus belajar untuk meraih masa deoan yang cerah dengan sang pujaan hatinya.
Selama di dalam kelas Elden terus fokus memdengarkan pelajaran yang diterangkan gurunya.
Pelajran Sosiologi. Pelajaran yang tidak Elden sukai. Akan tetapi demi Lexa, Elden akan menyukainya.
__ADS_1
Rafael yang duduk disebelah Elden merasa bingung dengan sikap sahabatnya.
"Lo tumben serius amat dengerin penjelasan guru." Bisik Rafael ditelinga Elden yang langsung dihadiahi pelototan oleh Elden.
Elden paling tidak suka jika ada yang berbisik padanya. Telinga adalah daerah paling sensitif milik Elden.
"Santai El. Jangn melotot gitu. Bisa-bisa kedua bola mata lo keluar dari tempatnya."
Elden memilih diam dan mengabaikan Rafael.
"Lo tumben serius banget dengerinnya? Apa yang terjadi sama lo? Apa kepala lo habis kebentur pintu kelas jadinya langsung bener? Atau mungkin karena Lexa?"
Dan tepat sasaran. Elden yang semula fokus dengan pelajarannya langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Rafael. Ada perasaan tidak suka ketika Rafael menyebut nama Lexa dari mulut Rafael. Ingat, Lexa itu miliknya! Tidak ada yang boleh memiliki Lexa selain dirinya!
Rafael yang mengabaikan tatapan tajam itu langsung tersenyum memperlihatkan gigi putihnya. "Berita lo sama adek kelas itu langsung nyebar di kalangan angkatan kita. Apalagi waktu lo narik tangan Lexa dan Lexa melawan lo. Lo makin jadi trending topik. Bahkan foto lo waktu narik tangan Lexa saja kesebar di grup angkatan kelas."
"Hah?" Tanya Rafael yang tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Elden.
"Siapa yang nyebarin foto gue sama Lexa?"
"Oh.." Jawab Rafael yang baru mengerti dengan pertanyaan Elden. "Gue ngga tau siapa. Yang jelas itu dari grup angkatan kelas. Chattnya bejibun. Gue males nyarinya. Kalau lo mau cari tau, lo bisa cari tau di grup angkatan kelas. Tapi, lo jangan apa-apain anak itu. Kasian. Dia cewek El. Jangan lakuin hal yang sama seperti waktu itu. Gue ngga mau lo pindah ke sekolah lain."
"Ingat Raf, gue yang berkuasa di sekolah ini."
Deg
Rafael baru mengingatnya. Jika tidak ada yang mau bermacam-macam dengan Elden.
__ADS_1
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1