PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
51. Memancing Nafsu Suami (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hai selamat pagi gais. Selamat menjalankan ibadah puasa ya buat hari ini 😚 Bagaimana puasa kalian? Apakah lancar? 😍💙 Oh iya, aku punya kabar gembira nih buat kalian. Jadi tunggu ya. Aku akan mengabari kalian 🥰🥳💙



...Happy Reading 🥳...


Beberapa bulan telah berlalu..


Elden sebagai suami yang sigap, selalu setia menjaga istrinya. Mulai dari menyiapkan makanan, membuatkan susu hingga menemani istrinya ketika merasakan mual, Elden lah yang melakukannya.


Seperti yang terjadi sekarang, Lexa kini tengah mengalami mual sejak beberapa menit yang lalu.


"Hoek." Tubuhnya sedikit membungkuk ke arah wastafel. Mengeluarkan cairan putih tanpa ada makanan yang keluar. Lehernya di urut dan di pijat oleh suaminya.


Elden menatap cemas. "Kita periksa ke dokter saja ya." Usul Elden. Melihat kondisi istrinya yang seperti sekarang membuat Elden merasa tidak tega.


Lexa mengangguk. Mengiyakan ajakan suaminya. "Iya El. Aku mau."


"Apa masih mual lagi?" Tanya Elden lembut. Kedua bola matanya tidak lepas dari istrinya.


Lexa menggeleng lemah. "Enggak El." Lirihnya pelan menjawab pertanyaan suaminya. Bibirnya terlihat sedikit pucat dengan wajah sendu membuat Elden semakin khawatir.


"Kita ganti pakaian kamu dengan pakaian bersih ya sayang. Habis itu kita ke rumah sakit."


"Emh." Gumam Lexa. Kepalanya terasa sedikit pusing. Salah satu tangannya setia memegang perutnya dan ia usap-usap pelan. "Kamu kenapa babby?" Ujar Lexa dalam hati.


Dengan hati-hati Elden memapah tubuh istrinya untuk keluar dari kamar mandi.


Sesampainya di dalam kamar, lantas Elden mendudukkan Lexa di pinggiran ranjang. Sedangkan Elden langsung bergegas ke almari untuk mengambil pakaian bersih untuk dipakai istrinya. Elden memilih baju gaun simpel, polos berwarna putih dengan hiasan aestetik di bagian dada. "Kamu pakai ini aja ya sayang." Kata Elden meletakkan pakaian tersebut di sisi istrinya.


Lexa melihat pakaian yang di bawa suaminya. "Pilihan kamu ternyata bagus juga El." Ujar Lexa sambil mengambil pakaian tersebut.


Elden tersenyum puas. "Sini aku bantu." Tawar Elden. Kemudian Elden membantu Lexa untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


Lexa yang sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan tubuhnya ke Elden. Mau di tutupi juga percuma bukan? Elden bahkan telah melihat semuanya dengan jelas. Bahkan tahi lalat di bagian paha dalamnya saja, Elden sudah mengetahuinya.


"Kamu sisir rambut kamu dulu ya sayang. Aku mau meletakkan pakaian kotor ini dulu."


"Iya El." Jawab Lexa. Sambil menyisir rambut panjangnya, tatapan Lexa tertuju ke arah Elden. Elden adalah sosok suami idaman yang selalu ia impikan. Bahkan ini sudah di luar ekspektasinya sendiri. Elden begitu telaten merawat dan menjaganya.


"Sudah siap sayang?" Tanya Elden.


"Sudah El."


"Tas? Dompet? Ponsel? Buku kandungan?" Elden mengapsen setiap barang-barang yang akan ia bawa. "Kunci mobil juga udah." Monolog Elden bicara sendiri. Tanpa Elden sadari, istrinya kini tengah memperhatikannya sambil menahan senyumnya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Elden heran Tubuhnya menjulang tinggi. Kedua bola matanya menatap heran ke arah istrinya.


Lexa menggeleng pelan. Senyuman tersungging di bibirnya yang tipis. "Ngga apa-apa El." Jawabnya.


Alis Elden terangkat, heran. Tidak percaya dengan perkataan istrinya tadi. "Katakan sayang. Ada apa hm?"


"Ngga ada apa-apa El. Aku hanya gemas dengan apa yang kamu lakukan tadi." Balas Lexa menjawab pertanyaan Elden. Setelah itu, Lexa bangkit dari duduknya. Tubuhnya sudah tidak terlalu lemas seperti tadi. Kedua kakinya seputih salju melangkah mendekat ke arah Elden berada. Tepat disebelah suaminya, Lexa berdiri. Kakinya sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggi Elden. "I love you El." Bisik Lexa sambil meniup pelan telinga Elden.


"Wekk!" Dengan gaya khas anak kecil Lexa menjulurkan lidahnya ke arah Elden. Hal itu membuat Elden terpancing untuk melakukan diluar batas.


"Sayang." Kedua bola matanya mulai diliputi kabut gairah.


"Iya Elden." Jawab Lexa. Lexa semakin tertantang untuk menggoda suaminya.


"Jangan memancing ku." Tekannya.


Tanpa ada rasa takut, Lexa membalas tatapan suaminya. "Memancing apa El? Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya.." Bicaranya terjeda. Kedua kakinya jinjit untuk menggapai telinga suaminya. Selanjutnya tanpa di duga Lexa meniup pelan telinga Elden yang merupakan bagian paling sensitif di tubuh Elden.


"Ahh.." Dan sialnya Elden langsung mendesah nikmat hanya karena tiupan yang dilakukan istrinya.


"Ikkh!" Lexa yang gemas langsung menggigit telinga Elden. Bukannya merasa sakit, Elden semakin mendongakkan kepalanya. Badannya sedikit ia sejajarkan dengan Lexa. Memberikan akses lebih untuk Lexa. "Ngeselin!" Tanpa ada rasa bersalah, Lexa berlalu begitu saja. Meninggalkan Elden dengan adik kesayangannya yang sudah on lagi.


"Sialan! Kenapa kau malah on dik!" Umpat Elden kesal.

__ADS_1


***


Ada yang nidurin adik kecil ku? Tapi janagn bilang-bilang ke istriku, nanti dia marah. - Elden Crishtian.



- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2