
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Lexa tersenyum senang dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh kekasihnya.
"Apa kamu mau makan dulu?" Tanya Bram. Salah satu tangannya memegang lembut tangan kekasihnya.
Lexa mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan kekasihnya itu. "Iya aku mau." Jawab Lexa. Suaranya begitu kecil hingga membuat Bram tidak tau jika kekasihnya telah bersuara menjawab pertanyaannya.
Bram yang merasakan anggukan kepala di punggungnya lantas berkata "Oke. Kita pergi ke restauran dulu. Kita makan disana sekaligus membelikan sesuatu untuk Mama." Ujar Bram dengan menambah kecepatan motornya.
"Hm." Gumam Lexa.
Kepala Lexa bersandar di punggung lebar kekasihnya. Perasaan nyaman dan hangat ia rasakan sekarang. Namun, pikirannya tiba-tiba melayang ke kakak kelas yang menyebalkan itu.
Siapa lagi jika bukan Elden Crishtian. Sosok laki-laki yang mulai menganggu kehidupannya. Akan tetapi, apa hanya perasaan Lexa saja atau itu benar dugaannya jika tadi Elden terlihat sangat berbeda. Seperti ada sosok lain yang ada di dalam dirinya. Entahlah Lexa merasa jika dirinya tidak mendiskriminasi lewat kata-kata nya . Akan tetapi Lexa bisa merasa jika Elden adalah seorang psycopath.
Deg
Lexa langsung terdiam. Pikiran konyol tadi membuat Lexa langsung membisu. Apalagi selama ini Lexa begitu menyukai pelajaran sosiologi terutama yang merujuk ke psikologi. "Tidak mungkin kan jika Elden itu seorang psycopath? Jika iya, pasti tidak akan berkeliaran. Pasti akan ada di dalam rumah sakit untuk melakukan perawatan." Ujar Lexa yang mulai beropini. "Tapi jika itu benar, kemana perginya kedua orang tua Elden? Bukankah seharusnya kedua orang tua Elden menemani anaknya." Bentrokan besar-besar memenuhi otaknya. Namun sekali lagi Lexa berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Pikirannya berkecamuk sekarang. Terasa aduk campur hingga membuat Lexa tidak fokus. Sampai-sampai sekarang dirinya sudah tiba di restauran yang sering ia kunjungi bersama dengan Bram.
"Sudah sampai sayang." Ujar Bram memecah keheningan ketika kekasihnya tidak kunjung turun dari motornya. "Apa kamu ingin aku gendong? Hm?" Tanya Bram dengan nada yang terdengar menggoda.
"Apa sih Bram." Sunggut Lexa dengan segera turun dari motor kekasihnya.
__ADS_1
Bram terkikik geli melihat kekasihnya. Entahlah, bagaimanapun Lexa bertindak, apapun mood Lexa, semuanya terlihat menggemaskan untuknya.
Setelah Lexa turun dari motornya, lantas dengan cepat Bram turun dari motornya. Mengikuti langkah kekasihnya dari belakang. Dengan kesal Lexa berjalan mendahului Bram. Salah satu kakinya ia hentak-hentakan ke tanah.
"Dasar sahabat nyebelin!"
Bram yang mendengar itu segera berlari menyusul langkah kekasihnya. "Iya aku tau kok kalau aku tampan." Ucap Bram dengan mengacak gemas rambut kekasihnya.
Lexa yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum malu-malu. "Apa sih Bram." Ingin marah tapi tidak bisa. Ingin ngumpat tapi ini terlalu baper.
Sesampainya di sebuah restaurant Lexa langsung mengambil duduk di dekat jendela besar yang berhadapan langsung dengan pemandangan luar. Sedangkan Bram langsung memesan makanan.
Lexa yang merasa bosan lantas membuka ponsel miliknya. Terlihat sebuah notifikasi pesan disana.
Nomor yang tidak di kenal?
Rafael : Ini gue Rafael sahabat Elden. Gue mau minta tolong sama lo. Lo cepat telfon yang gue kasih ini. Dia sedang dalam bahaya. Bukan gue bermaksud apa-apa, tapi cuman lo yang bisa buat Elden berhenti mekakukannya. Meskipun lo belum terlalu kenal Elden, tapi gue yakin, kalau Elden bakal nurut cuman sama lo. Jangan bilanh kalau lo dapat chatt dari gue. Lo telfon perempuan ini dan buat seolah-olah lo adalah temannya. Gue harap lo mau gunain cara yang gue kasih. Gue ngga mau kalau sahabat gue harus bunuh orang lain lagi.
Jedua bola mata Lexa mrmbulat sempurna. Apa ini benar?
Rafael : (mengirim sebuah gambar)
Rafael : Itu buktinya kalau lo ragu dengan apa yang gue bilang.
Lexa sungguh terkejut di buatnya. Apa Lexa tidak salah lihat? Sungguh, itu benar adanya. Apa yang di katakan Rafael, kakak kelas nya benar-benar realita.
"Apa yang kamu lihat sayang?" Tanya Bram dengan menarik kursinya. Lalu Bram duduk berhadapan dengan kekasihnya.
"Sebentar Bram. Aku mau ke toilet dulu." Kata Lexa dengab terburu-buru pergi ke kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi Lexa langsung mencuci wajahnya di wastafel. "Aku akan mengubunginya." Gumamnya pelan. Jantungnya berdetak dua kali lipat. Apapun yang ia lihat sekarang, apapun yang ia ketahui sekarang, Lexa harus membantu gadis itu. Meskipun Lexa tidak terlalu mengenalnya, akan tetapi Lexa sudah beberapa kali bertemu dengan perempuan itu.
Sedangkan di sisi lain, di sebuah gudang bawah tanah terlihat seorang gadis tengah duduk dengan posisi keadaan terikat di atas kursi.
"Kau yang telah menyebarkan fotoku dengan Lexa?" Suara tegas dan dingin mulai terdengar.
__ADS_1
Gadis itu mengangguk. "Maafkan aku. Ampuni aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Mohonnya dengan suara yang bergetar takut.
Elden yang berdiri tidak jauh dari gadis tersebut hanya tersenyum tipis. "Ku beri tau kau satu hal, jika seseorang yang sudah berurusan dengan Elden maka tidak akan ada yang bisa lolos. Atau kau ingin tau caranya lolos dariku? Hanya satu cara agar kau bisa lolos dari ku yaitu kematian. Kau bis lolos dariku selama-lamanya." Ujar Elden dengan sebuah seringai tipis yang tersungging di bibirnya.
"Aku juga sudah lama tidak bermain-main. Apa kau ingin bermain-main dengan ku?" Tambahnya lagi. Dengan wajah tak berdosa Elden mengatakannya.
Berbeda dengan gadis yang tengah duduk terikat di kursi. Tubuhnya bergetar. Keringat dingin membasahi dahinya. "Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Sungguh gadis itu tidak pernah menyangka jika sosok kakak kelasnya adalah sosok pria yang sangat menakutkan.
"Kau sudah berani menyebarkan foto gadis ku! Lexa itu milikku! Dan gara-gara foto yang kau sebar, kau semakin membuat Lexa semakin di cintai pria lain! Lexa. adalah. milikku! Kau ingat itu dan camkan itu bodoh" Bentak Elden dengan suara yang menggelegar. Bahkan Elden menekan setiap perkataannya.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman..