
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Lexa begitu terkejut setelah mendengarkan cerita dari masa lalu mama dan ibu kandungnya.
"Putri Jessica Ardola?" Monolog Lexa sambil berfikir. "Bagaimana bisa Mommy bertemu dengan Justin Ma?" Tanya Lexa sambil menatap wajah Mamanya.
Ayu yang melihat anak nya mulai antusias dengan cerita masa lalu Jessica, lalu dengan gemas langsung mengacak pelan puncak rambut Lexa. "Kalau masalah pertemuan antara Jessica dan Justin, mungkin Mama akan menceritakannya lain kali. Bukan sekarang." Ujar Ayu menjelaskannya. Sungguh, sebenarnya Ayu juga ingin menceritakannya. Tapi Ayu juga ingat akan waktu. Bisa-bisa Ayu cerita seharian non stop kalau menceritakan semuanya dari awal. Ini saja sudah menghabiskan waktu beberapa jam.
"Hm.." Lexa hanya bisa mengangguk, mengerti. Lexa juga tidak ingin terlalu memaksa Mama nya untuk bercerita. Kapan pun Mama nya bercerita, Lexa pasti akan siap mendengarkan dan memperhatikannya. Sekarang saja Lexa terlihat seperti seorang murid teladan.
Pandangan Ayu beralih, menatap lurus ke depan. "Jangan benci Mommy nak. Mommy kamu menyayangimu." Lirih nya pelan memperingati Lexa. Ayu khawatir jika Lexa berfikir yang tidak-tidak tentang Jessica.
Lexa mengangguk, mengerti. "Iya Ma. Lexa tidak akan pernah membenci Mommy." Jawab Lexa dengan mantap. Bahkan Lexa tidak pernah menyangka jika Lexa adalah seorang anak Mafia Italia. Pantas saja wajah nya lebih mirip ke Italia.
Namun, sekarang hanya ada satu pertanyaan lagi yang tersisa. "Lalu, apa hubungannya dengan orang-orang yang mengikuti Lexa Ma?" Tanya Lexa dengan menatap wajah Mama nya yang masih setia memandang lurus ke depan.
Reflek. Ayu langsung menoleh setelah mendengar pertanyaan itu. "Tebakan Mama ini bisa jadi salah, bisa jadi benar Lexa. Menurut Mama, orang yang mengikuti mu selama ini adalah Justin, Daddy kamu nak." Ucap Ayu yang mengutarakan pendapatnya. Meskipun Ayu tidak terlalu yakin akan hal itu. Tapi, hanya satu yang membuat Ayu berfikir seperti itu yaitu sebuah tato yang ada di leher yang di bicarakan Lexa. Hanya itu yang menjadi pegangan Ayu. Karena selama Ayu mengenal Justin, yang menjadi simbol di Geng Mafia milik Justin itu adalah sebuah tato yang tersemat di leher. Hal itu sudah menjadi simbol milik Justin dengan logo mahkota kecil berwarna hitam.
"Baiklah Ma. Yang penting mereka tidak akan mencelakai ku kan Ma?" Ujar Lexa sambil menautkan dua jemarinya.
Ayu juga tidak yakin mengenai hal itu. "Iya nak. Justin tidak akan mencelakai mu. Mama yakin itu." Jawab Ayu. Meskipun sebenarnya perasaan Ayu juga campur aduk. Tidak tau harus bagaimana lagi.
"Oh iya, Ma. Sekarang Mommy ada dimana?" Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di benaknya lagi.
Sontak saja kedua bola matanya langsung menatap lekat kedua iris bola mata anak gadisnya. "Mama juga tidak tau sayang." Kata Ayu menjawab pertanyaan Lexa. "Sejak peristiwa itu, Mommy kamu tidak pernah menghubungi Mommy lagi." Tambahnya lagi.
Lexa menghela nafasnya pelan. Tidak tau harus bagaimana lagi. Lexa benar-benar sedih sekarang.
Ayu yang melihat anaknya tengah bersedih lantas Ayu mengusap dengan lembut puncak kepala anaknya. "Jangan terlalu difikirkan Lexa. Mama yakin, Mommy kamu pasti akan kembali."
Lexa mengangguk dengan sebuah senyuman menawan yang tersungging di bibirnya. Walaupun berbanding terbalik dengan perasaanya sekarang. "Iya Ma." Jawab Lexa singkat.
__ADS_1
"Jangan lupa beristirahat. Mama mau menyelesaikan pekerjaan Mama sebentar." Lantas Ayu bangkit dari tempat duduknya. Sedangkan Lexa hanya mengangguk. Tidak semangat untuk menjawabnya.
Beberapa menit kemudian, Lexa memutuskan untuk pergi ke dalam kamarnya. Dengan langkah gontainya, Lexa membuka dan menutup pintu kamarnya. Tidak lupa juga untuk mengunci pintu kamarnya. Malam ini, Lexa tidak ingin diganggu siapapun. Siapapun itu.
"Hiks!" Air mata yang sedari tadi ia tahan langsung luruh begitu saja. Senyuman palsu yang sedari tadi tersungging di bibirnya langsung tergantikan dengan isakan tangis yang tertahan. Bibirnya ia gigit pelan. Tidak ingin membuat Mama nya tau jika dirinya sedang menangis sekarang.
"Hiks!" Mama.. Mommy.." Lirihnya pelan dengan suara yang tersendat. "Aku rindu Mommy. Aku rindu Mommy." Ujarnya dengan memukul dada nya pelan. Tubuhnya dengan perlahan luruh dan jatuh terduduk di atas lantai yang dingin.
Lampu kamarnya ia biarkan tidak menyala. Lexa benar-benar butuh untuk sendiri malam ini.
Klak
Salah satu jendela kamar nya langsung terbuka. Sontak saja Lexa yang melihat hal itu langsung berdiri. Diusapnya buliran kristal yang jatuh membasahi kedua bola matanya. "Siapa itu?" Dengan gerakan perlahan Lexa mengambil sebuah vas bunga yang berada di meja belajarnya. Lampu kamarnya masih belum menyala. Hal itu membuat suasana yang berada di dalama kamara terasa mencekam. Jantungnya berdetak cepat dua kali lipat dari biasanya. "Apa jangan-jangan ada hantu atau maling?"
"Ini gue."
Kening Lexa berkerut, heran. Suaranya memang terdengar familiar. Tapi siapa? Jika seperti ini Lexa jadi kesal sendiri. "Kenapa aku selalu lupa?!" Gerutunya dengan kesal. "Lebih baik aku menyalakan lampu kamarnya." Akhirnya Lexa memutuskan untuk menyalakan lampu kamarnya. Di pencetnya saklar lampu yang berada di dekatnya.
Satu..
Dua..
Tiga..
Empat..
Lampu kamarnya langsung menyala.
Sontak saja, Lexa langsung terkejut. "Elden?!" Jeritnya pelan. Mulutnya langsung ia bungkam.
"Iya ini gue Elden." Dengan tenang Elden mengatakannya. Di pandanginya perempuan yang ia cintai itu dengan pandangan takjub.
"Kenapa bisa lo ada disini?" Tanya Lexa dengan pandangan yang bertanya-tanya. Vas yang berada di tangannya langsung Lexa letakkan di tempatnya.
"Tentu saja untuk menghibur gadis ku." Jawab Elden dengan ekspresi yang datar. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. Sekarang Elden tengah memakai jaket kulit berwarna hitam dan kaos warna hitam yang ia padukan dengan celana jeans yang berwarna senada. Topi yang Elden pakai langsung Elden lepas.
Lexa menghela nafasnya pelan. Ditatapnya wajah pria dihadapannya dengan berkaca-kaca.
Elden yang melihat hal itu langsung terpaku di tempatnya. Tadi, bodyguard yang ia tugaskan secara khusus untuk menjaga gadisnya menghubunginya begitu tiba-tiba. Bodyguardnya bilang jika ada orang lain yang selalu mematai gadisnya. Hal itu langsung membuat Elden merasa khawatir dan memutuskan untuk pergi ke rumah Lexa.
Kepala Lexa menunduk. Lagi-lagi air matanya jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya. "Hiks!" Isakan tangis langsung lolos begitu saja. Sebenarnya Lexa tidak ingin menunjukkan sisi rapuh nya pada siapapun malam ini. Namun, dengan bodohnya Lexa malah menunjukkan sisi rapuhnya ke laki-laki yang ia tidak sukai.
Elden langsung berjalan mendekat ke arah Lexa. Lexa yang mengetahui pergerakan Elden langsung menggeleng pelan. Memberi isyarat ke Elden agar tidak mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Jangan ganggu aku." Ujar Lexa dengan suara yang tertahan.
Elden mengabaikan perkataan Lexa dan tetap berjalan mendekat ke arah Lexa.
"Mommy.."
Sesampainya di hadapan Lexa, Elden langsung memeluk tubuh mungil itu.
"Menangis Lah. Jangan kamu tahan. Aku disini untuk mu." Bisik Elden sambil mengusap punggung Lexa dengan lembut.
Tangis Lexa langsung pecah begitu saja. Ditenggelamkan wajah nya di dada bidang Elden. Bibir nya ia gigit pelan. Berusaha untuk tidak bersuara. Hanya air mata yang semakin deras membasahi kedua bola matanya.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1