PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
56. Mulai Akrab (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Ayu tampak gelisah ketika Bram, kekasih dari anaknya tiba-tiba datang untuk menjemput putrinya ke sekolah seperti biasanya.


"Mama kenapa?" Tanya Bram dengan memandang wajah Ayu.


Ayu menggeleng pelan. Tidak tau harus menjawab apa. Jika Lexa semalam tidak pergi kerumah Bram, lantas kemana perginya Lexa?


Sekarang Ayu dan Bram tengah berada di teras depan rumah. Bram yang tengah berdiri berhadapan dengan Ayu. Begitupun juga dengan Ayu yang berdiri berhadapan dengan Bram.


"Apa Lexa sedang pergi ma? Dari semalam Bram sudah menghubungi Lexa tapi tidak kunjung di balas juga sampai sekarang. Apa terjadi sesuatu dengan nya?" Tanya Bram


secara beruntun. Jujur, Bram juga merasa khawatir dengan keadaan kekasih nya itu.


"Mama kira semalam Lexa pergi kerumah kamu nak." Kedua bola matanya bergerak gelisah. Kedua tangannya saling mengapit satu sama lain. Di wajah cantik nya sangat kentara jika Ayu kelelahan.


Kening Bram berkerut heran. "Dari semalam Lexa tidak datang kerumah Bram sama sekali ma." Ujar Bram dan langsung duduk di kursi yang tersedia di teras depan rumah.


"Bagaimana ini Bram? Lexa ada dimana?" Hanya perasaan khawatir yang menyelimuti Ayu sekarang.


"Mama jangan khawatir ya. Lexa pasti baik-baik saja." Kata Bram sambil menatap wajah Ayu.


Ayu mengangguk, mengerti.

__ADS_1


"Nanti Bram akan bantu cari Lexa dan bertanya ke teman-teman kelasnya." Kata Bram lagi. Bram akan melakukan hal semaksimal mungkin untuk mencari kekasihnya itu.


"Terimakasih Bram. Maaf jika Mama merepotkan kamu."


Bram menggeleng. Tidak setuju dengan perkataan Ayu tadi. "Mama jangan berkata seperti itu. Mama dan Lexa sudah Bram anggap sebagai keluarga Bram sendiri. Apapun yang terjadi dengan Mama dan Lexa, itu menjadi tanggung jawab Bram." Ditatapnya dengan serius wajah Ayu. Begitupun juga dengan Ayu yang menatap tepat kedua iris bola mata Bram. Tidak ada siratan kebohongan dari pancaran kedua bola mata Bram. Hanya ada pancaran kesungguhan dan keseriusan disana. Ayu sangat bersyukur karena Lexa telah mendapatkan pasangan laki-laki seperti Bram. "Tuhan, aku merestui Lexa dan Bram. Jika mereka tidak di takdirkan bersama, maka jangan pisahkan mereka berdua hingga maut memisahkan." Doa Ayu di dalam hatinya.


Sementara itu di sebuah apartment mewah terlihat seorang perempuan tengah duduk di sofa dengan memasang wajah yang kesal. "El aku mau pulang!" Untuk kesekian kalinya Lexa berkata seperti itu. Dan untuk kesekian kalinya Elden hanya mendiamkan permintaanya.


Rasa kesal mulai menghampirinya. Lexa bukan tipe perempuan yang sabar dan tunduk begitu saja terhadap orang asing apalagi terhadap laki-laki. Namun, untuk Bram itu bisa di bicarakan baik-baik.


Kepala Elden mendongak. Merasa aneh ketika tidak ada suara rajukan yang keluar dari mulut perempuan yang ia cintai. "Kenapa lo diam? Lo udah nyerah buat minta pulang?" Ujar Elden dengan membenarkan kaca mata anti radiasinya. Di pahanya Elden tengah memangku sebuah laptop yang berisi tentang biodata dan statistik penting perusahaan SC Tecnology yang akan ia bangun.


"Terserah lo!" Ucap Dara dengan nada tinggi. Lalu tangannya bergerak untuk mengambil cemilan di atas meja. Biskuit, snack, sosis bakar dan beberapa minuman lainnya seperti air putih, jus buah dan susu sapi telah tersedia dan tertata rapi di meja.


Awalnya Lexa tidak ingin mengambilnya karena terlalu gengsi. Namun karena sudah bingung tidak tau mau ngapain lagi, jadinya Lexa memutuskan untuk memakannya daripada mubasir.


Sosis bakar dengan saus kecap pedas menjadi pilihannya. Dimakannya itu dengan lahap dan sungguh nikmat rasanya. "Enak banget!" Jerit Lexa dengan suara yang tertahan. "Satu gigitan lagi." Gumam Lexa yang masih terdengar di indra pendengaran Elden. Sebuah senyuman tersungging di bibir Elden ketika mendengar perkataan Lexa tadi.


Tidak terasa kini Lexa telah menghabiskan 3 tusuk sosis bakar. Dan sialnya Lexa ingin menambah lagi dan lagi.


Awalnya Lexa yang fokus dengan makanan miliknya langsung teralihkan. "Berisik lo!" Jawab Lexa dengan galak.


Kepala Elden menggeleng pelan. Kenapa perempuan yang ia sukai ini adalah yang perempuan galak?


"Lo lagi ngapain?" Tanya Lexa basa-basi. Kini tangannya mengambil botol minuman air putih. Namun, Lexa yang membuka tutup botol minuman itu kesulitan.


Ditatapnya wajah Lexa. Sepertinya perempuan yang ia cintai mulai penasaran dengan apa yang ia lakukan sekarang. Ada kemajuan langkah yang bagus sepertinya. "Gue lagi kerjain tugas penting." Jawab Elden dengan mengangkat dagunya. Ada rasa bangga ketika mengatakannya.


"Kenapa ini tidak bisa dibuka si!" Gerutu Lexa dengan kesal. "Apa mungkin gara-gara tangan ku basah?" Tanya Lexa pada dirinya sendiri. "Atau gara-gara yang lain? Tapi sepertinya ini gara-gara tutup botol yang terlalu kuat nutupnya." Ujar Lexa yang sibuk bicara sendiri. Tanpa memperdulikan jawaban Elden tadi.


Elden yang tau akan hal itu lantas meletakkan laptopnya di meja dan segera bangkit dari duduknya. "Sini gue bantuin." Kata Elden menawarkan bantuan.


Dengan spontan Lexa memberikan botol minumannya ke Elden.


"Wajah galak tapi buka tutup botol tidak bisa." Ucap Elden dengan nada yang rendah.

__ADS_1


Kedua bola mata Lexa melotot galak. "Lo cowok apa cewek? Ngomel mulu lo!" Bentak Lexa lalu mengambil botol minuman dari tangan Elden.


"Lo tidak mau ucapin terimakasih ke gue?" Tawar Elden lalu berjalan dan duduk kembali ke tempatnya.


Di teguk nya hingga abis minuman yang ada di botol itu. "Kenapa gue harus ucapin terimakasih ke lo? Lo aja tidak bisa bilang maaf ke gue." Sindir Lexa dengan nada yang sarkas.


"Hahahaha.." Suara gelak tawa terdengar. Elden tertawa karena mendengar perkataan Lexa tadi. "Kenapa lo gemesin si? Atau mungkin karena tingkat ke bucinan gue ke lo sampai ke DNA jadinya apa yang lo lakuin selalu manis dan lucu di mata gue?"


Sedangkan Lexa hanya memutar kedua bola matanya malas.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2