
Malam itu, terlihat seorang pria berbadan kekar dengan tato yang hampir memenuhi sebagian tubuhnya terlihat sangat marah.
"Bagaimana bisa kalian gagal menangkap mereka hah?!" Bentaknya keras. Kedua bola matanya melotot tajam. Tangannya mengepal erat dengan urat-urat menonjol di lehernya. Terlihat jelas jika pria itu sedang marah besar.
"Maaf Tuan. Sebelum mereka kamu tangkap, mereka terlebih dahulu mengetahui pergerakan kami. Kami sudah berusaha menangkap mereka. Namun mereka melakukan perlawanan. Meskipun jumlah kami jauh lebih banyak dari orang itu, akan tetapi orang asing itu bisa mengalahkan kami hanya dengan menggunakan tangan kosong. Sepertinya orang itu bukanlah orang sembarangan Tuan. Dia seperti orang yang didik dan dilatih secara khusus." Jelasnya menjelaskan.
Justin, dengan kasar memukul meja kerjanya. Emosi semakin leluasa menguasai diri Justin.
Ya, dua orang yang mengikuti Elden dan Lexa ketika jalan-jalan di Malam Minggu adalah orang suruhannya. "Cari tau informasi tentang orang itu. Apapun itu kalian harus mencari taunya. Dan sekecil apapun itu, kalian harus mengatakan pada ku." Titah Justin tegas.
Semua bodyguard yang berada disana langsung menunduk patuh. "Baik Tuan. Kami semua mengerti." Jawab mereka serentak.
"El, kamu mandi dulu. Aku akan membereskan kamar." Ucap Lexa sambil menyisir rambut panjangnya. Lexa baru saja selesai mandi. Hampir dua puluh menit Lexa menghabiskan waktu di dalam kamar mandi. Mulai dari shampo-an, berendam dengan air susu, menggosok badan dengan scrub dan jangan lupa menggosok badan dengan menggunakan sabun cair.
"Iya siap bos. Siap laksanakan!" Jawab Elden bagaikan prajurit tentara. Ponsel yang sedari tadi ia genggam, Elden letakkan di atas nakas. Setelah itu Elden segera mengambil handuk dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Hari ini Lexa meliburkan Bibinya. Hitung-hitung Lexa memberi jeda waktu istirahat untuk Bibi dan memberi waktu luang untuk Bibi, mengingat jika hari ini adalah hari weekend. Untuk gaji, Lexa tidak akan memotongnya. Akan tetapi Lexa akan menambah uang gaji Bibi dan beberapa hadiah kecil untuk Bibi sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu Lexa merawat Garvin dari masih kecil hingga sekarang. Jadi, hari ini pekerjaan rumah dan memasak akan Lexa lakukan berdua dengan Elden.
Setelah selesai menyisir rambut panjangnya, Lexa menguncit rambutnya menjadi satu. Lalu Lexa bangkit dan membereskan meja rias. Dengan menggunakan sarung tangan dan lap, Lexa mulai melakukan aktivitas bersih-bersihnya. Sedangkan Garvin masih tertidur lelap menyelami dunia mimpinya.
__ADS_1
"Raf, kau yakin hari ini untuk pergi?" Tanya Nanik ragu. Perasaannya terasa tidak enak ketika melihat kekasihnya mengenakan jam tangan.
Rafael menoleh. Kedua bola matanya langsung bertatapan dengan kedua bola mata biru safir milik Nanik. "Iya sayang. Aku harus melakukan pengecekan gudang di markas sendiri. Elden tidak bisa ikut karena menemani Lexa dan Garvin."
Kedua bola mata Nanik mulai berkaca-kaca. Kedua tangannya saling bertautan. "Aku ingin jalan-jalan dengan mu Raf. Akhir-akhir ini kamu selalu sibuk dengan urusan pekerjaan kamu. Tidak bisakah kamu meluangkan waktu sehari untuk jalan-jalan dengan ku?" Tanya Nanik dengan ekspresi sedih.
Tangan Rafael mengepal kuat. Rasa lelah, cemas dan khawatir memicu emosi Rafael ketika mendengar perkataan Nanik tadi. "Kita sudah sepakat Nanik, aku akan bekerja di kuasa Elden dan menjadi anggota Geng Mafia Crowned Eagle. Kamu juga sepakat akan hal itu. Lalu apa sekarang? Kenapa kamu tidak mengerti akan keadaan ku? Apa belum cukup waktu yang aku luangkan setiap malam untuk mu? Apa itu belum cukup huh? Jika kau ingin mencari laki-laki yang menemani mu dalam dua puluh empat jam, maka laki-laki itu bukan aku Nanik. Carilah pria lain diluar sana." Tuturnya kemudian melangkah keluar begitu saja. Tanpa kecupan atau pelukan. Rafael meninggalkan Nanik begitu saja.
Buliran kristal mulai jatuh membasahi kedua bola mata cantik Nanik. Tangis yang sedari tadi ia tahan akhirnya runtuh juga. "Aku tidak meminta mu untuk menemani ku dua puluh empat jam Raf. Aku hanya ingin meminta waktu cuti kerja mu untuk ku." Isak-nya pelan.
***
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
__ADS_1
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊