
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Malam yang panas dan penuh gairah tak bisa terelakkan lagi. Suara desahan dan rintihan memenuhi penjuru ruangan kamar VIP. Pakaian mereka tanggalkan seiring kegiatan panas yang mereka lakukan. Hingga benar-benar tidak ada helaian pakaian yang melekat di tubuh mereka.
Jam telah menunjukkan pukul 11 malam.
Sudah hampir 1 jam lamanya Elden bercinta dengan Mita. Berbagai gaya telah ia lakukan. Namun hanya bayangan wajah Lexa yang memenuhi otak dan hatinya ketika bercinta bersama Mita. Jangan heran jika Elden bisa melakukannya berjam-jam dengan Mita, karena di bayangan Elden bukan Mita yang berada di bawah kuasanya. Akan tetapi bayangan Lexa yang berada di bawah kuasanya.
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..
Ponsel Elden bergetar. Elden yang baru saja mengeluarkannya langsung mendesah kecewa. Sedangkan Mita hanya tersenyum puas sambil memasang wajah yang penuh kepuasan.
"Angkat saja Elden. Mungkin itu penting." Ujar Mita sambil menatap penuh gairah wajah Elden.
Elden dengan menurut langsung mengeluarkan miliknya dan membuang pengaman yang baru saja ia pakai ke tempat sampah.
Mita yang melihat tubuh Elden tersenyum girang. Sungguh siapa yang tidak ingin menjadi kekasih Elden? Bahkan semua perempuan yang mengenal Elden disini ingin berada di samping Elden bahkan ingin dibawah kuasa Elden seperti dirinya. Mita benar-benar merasa beruntung karena telah mengenal dan memiliki Elden seutuhnya.
Dengan keadaan yang sedikit kesal karena kegiatannya terganggu, lantas Elden memakai celana pendeknya dan segera berjalan ke meja dimana tempat ponselnya yang terus berbunyi.
__ADS_1
Dilihatnya siapa yang menelfon nya itu dan ternyata orang suruhannya yang ia tugaskan untuk mengawasi gadisnya yang sedang menelfon nya sekarang. Dengan suaranya yang dingin Elden berkata "Ada apa?" Tidak ada sapaan atau sekedar basa-basi.
"Tuan, gadis itu tadi tiba-tiba lari dari dalam rumah dengan menangis. Sekarang dia sedang berjalan di pinggir jalan sambil menangis. Bahkan gadis itu tidak memakai sendal. Hanya memakai hot pants warna putih dan juga baju crop top berwarna hitam. Sepertinya dia sedang bertengkar dengan orang tuanya." Ujar orang suruhan Elden.
"Kirim lokasinya sekarang. Aku akan segera kesana dalam beberapa menit lagi. Ingat tetap awasi dan lindungi dia dari jauh. Hajar orang jika ingin menyentuh gadisku." Titah Elden dengan suaranya yang tegas. Kilatan amarah terpancar jelas dari kedua bola matanya. Tangannya mengepal erat. Rahangnya mengeras. Siapapun yang berani melukai gadisnya, Lexa nya, maka orang itu akan berurusan dengannya.
"Elden, kamu mau kemana?" Tanya Mita sambil bangun dari tidurnya. Ditutup nya tubuh telanjangnya dengan menggunakan selimut.
"Aku akan pergi. Aku ada urusan penting." Jawab Elden sambil memakai pakaian nya.
Kening Mita berkerut. Padahal dalam hal sepenting apapun jika Elden bersamanya, Elden tidak akan pernah meninggalkannya. Lalu apa yang terjadi sekarang? Bahkan untuk pertama kalinya Elden meninggalkannya.
"Apakah itu sangat penting?" Wajahnya berubah kecewa. Elden yang melihat hal itu menghela nafasnya.
"Ini sangat penting. Maaf aku tidak bisa tidur dengan kamu malam ini Mita. Tolong pengertian sedikit dengan ku." Ujar Elden sambil memasukkan dompet dan juga ponselnya ke dalam saku jaketnya.
Mita mengangguk. "Besok temui aku lagi. Aku mulai hari Senin minggu depan akan satu sekolah dengan mu juga." Kata Mita sambil menatap wajah Elden.
"Iya. Aku besok akan datang lagi. Dan nanti kalau kamu sekolah, kita akan berangkat bersama sebagai permintaan maaf ku." Ucap Elden sambil berjalan menghampiri Mita. Dikecupnya dengan lembut bibir yang agak membengkak itu.
"Hati-hati." Jawab Mita meskipun hatinya tidak rela jika ditinggalkan Elden. Akan tetapi Mita berusaha mengerti Elden.
Lalu, dengan langkahnya yang lebar Elden segera keluar dari bar. Dilihatnya jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangannya. "Sudah jam 11 malam." Gumamnya pelan. Setelah itu Elden segera masuk kedalam mobil sport mewah miliknya yang berwarna putih. Tidak lupa juga Elden memasang sabuk pengaman.
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt.
Ponselnya bergetar nyaring. Dikeluarkannya ponsel yang berada dalam jaketnya. Ternyata orang suruhannya telah mengirim lokasi tempat dimana gadisnya berada.
"Tunggu aku Lexa. Aku akan datang." Ujar Elden sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya setelah Elden benar-benar mengetahui lokasi dimana gadisnya berada sekarang.
Dinyalakannya mesin mobilnya. Lalu dengan kecepatan di atas rata-rata Elden mulai keluar dari halaman parkir Bar.
__ADS_1
Jalanan kota tampak sepi. Hujan deras mengguyur kota. Ada perasaan cemas dan khawatir ketika mengingat kondisi Lexa yang rentan akan air hujan.
Lagi-lagi Elden menambah kecepatannya. Untung saja Elden adalah pembalap mobil dan motor yang handal.
Sementara itu Lexa berhenti melangkah. Buliran kristal terus jatuh membasahi kedua bola matanya. Lexa sudah tidak tau harus kemana lagi ia melangkah. Perasaan kecewa dan terluka memenuhi perasaanya. Ada perasaan antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mama nya tadi. Tapi, Lexa yang tau betul sifat Mama nya itu pasti apa yang di katakan Mama nya tadi bukanlah sebuah kebohongan dan candaan semata.
"Aku anak siapa? Hiks!" Itulah yang Lexa pikirkan sekarang. "Kenapa aku bisa jadi anak angkat mama?" Lagi-lagi itulah yang terlontar dari mulutnya. Diusapnya dengan kasar wajahnya yang basah karena terkena tetesan air hujan. Kedua matanya memerah dengan baju yang telah basah kuyup. "Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mencari kedua orang tua ku? Tapi jika memang mereka menyayangiku pasti mereka yang membesarkan ku. Bukan mama." Bagaikan orang gila Lexa ngomong sendiri. Namun Lexa tidak peduli itu. Yang terpenting sekarang adalah kesedihan yang ia rasakan sekarang.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..